Sabtu, 5 Mac 2016

PENCIPTAAN NUR MUHAMMAD/AHMAD/MAHMOD

PENCIPTAAN NUR MUHAMMAD/AHMAD/MAHMOD

Sedia ada dari Zat Allah yang masih tersembunyi, tidak di kenali, tidak diketahui dan belum ada yang menyembah, yang sedia ada hanya Zat Allah dan ketika itu belum ada sesuatu apapun dari segala sesuatu... waktu, tempat, ruang, tapak dan agyar hanya Zat-NYA tiada yang lain, ketika itu Zat Allah berfirman;

"Aku adalah penbendaharaan yang tersembunyi tiada yang mengetahui dan tiada yang mengenali maka Aku membuat sesuatu yang lainnya agar Aku boleh dikenali"

Maka Zat bertajalli dan zahirlah A'YAN KHARJIAH ketika itu Zat-NYA bernama AH (alif, ha') lalu Zat bertajalli lagi dan zahirlah A'YAN TSYABITAH ketika itu Zat-NYA bernama HU (ha', waw).

Kemudian Zat bertajalli lagi dan zahirlah "NUR MUHAMMAD" ketika itu lah Zat-NYA bernama "ALLAH" maka sekarang zahirlah sesuatu selain Zat-NYA iaitu waktu, tempat, ruang dan tapak. Sesuatu yang baharu iaitu "NUR" yang orang menyebut akan dia "Nur Muhammad/Ahmad/Mahmod. Pada awalnya itu belum diberi nama akan dia hanya disebut "NUR" jua.

Sebagaimana yang ternyata daripada hadis yang dinukilkan baginda yang mafhumnya:
"Perkara yang paling awal yang diciptakan Allah ialah Nurku."

Baginda menyatakan bahawa selepas Allah menjadikan Nur Muhammad atau Ruh Muhammad itu Allah telah menilik kepadanya dengan tilikan mahabbah atau kasih, maka ia malu dan berpeluh, dari titisan peluhnya itulah dijadikan ruh-ruh sekelian anbia, aulia dan nyawa sekelian orang mumin yang salih, dan daripada nyawa sekelian mumin yang salih itu dijadikan nyawa sekelian mumin yang fasik, daripada mumin yang fasik dijadikan nyawa sekelian mumin yang munafik dan mereka yang kafir.

Sebelumnya itu Zat-NYA mengambil segenggam dari "NUR" sifat Jamal-NYA, lalu segenggam "NUR" sifat Jamal-NYA itu di genggam dan Zat berkata kepada segenggam Nur-NYA itu "KUNI MUHAMMADAN" lalu terciptalah zat baharu yaitu nur yang bernama Muhammad, di Alam Ketuhanan waktu itu hanyalah ada dua zat sahaja yaitu ZAT-Allah dan Nur Muhammad, keduanya tampak serupa indah namun tak sama, tak sama namun seakan serupa.

Maka Nur Muhammad terpukau kagum dengan Nur ZAT-Allah yang ada didepanya itu terpukaunya ia maka Nur Muhammad berkata "ALLAH HUMMA" itulah ungkapan perkataan pertama Nur Muhammad sekaligus kata yang pertama sekali terucap oleh sesuatu yang paling awal pertama mewakili alam jagat raya kemudiannya pada kalam hakikat "La ilaha illallah".

Sebelumnya itu karena Nur Muhammad merasa teramat sama nurnya dengan Nur-ZAT Allah yang ada didepannya maka Nur Muhammad berkata "Siapakah Tuhan dan siapakah hamba...? " maka Allah s.w.t berkalam menjawab kata Nur Muhammad tadi "Dimanapun AKU sembunyi maka kau tak akan dapat menemukan AKU tanpa petunjuk-KU dan dimanapun kau sembunyi AKU akan tetap menemukanmu karena kau dari AKU"

Lalu Allah s.w.t berkalam kata "AKU mengadakan karena kau ada dan kau ada karena AKU" lalu Allah berkata "ZAHIRU RABBI WAL BATHINU ABDI" Yang telah zahir adalah Tuhan dan yang masih batin adalah hamba (Muhammad) dan Nur Muhammad menjawab "ILLALLAH HU ALLAH HUWA RUHUM" Hanya Tuhan Dialah Allah yang penyayang. Itulah kalimah batin Nur Muhammad. Lalu Allah s.w.t berkalam kata "Alastu birabbikum..?" Bukankah aku ini Tuhanmu...? Lalu Nur Muhammad menjawab "Bala warabbuna... laillah haillallah" Bahkan (iya) Engkau itu Tuhanku... la ilaha illallah. Lalu Nur Muhammad bersaksi "HU ZATULLAH ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH" Dialah Zat Allah dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang maujud melainkan hanya Allah". Maka itulah yang memisahkan menbezakan mana Nur-ZAT Allah dan Nur Muhammad.

Dan sinilah pertama kalinya Allah meresmikan bahwa Nur muhammad adalah Rasul-Nya maka dengan itu syahadah itu kalam bunyinya "Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah"

Allah s.w.t dengan kudrat dan iradat-Nya berkehendak menciptakan alam jagat semesta raya dan seisinya maka dijadikan ia dari tempias Nur Muhammad menjadi ia empat pecahan bahagian.

Bahagian pecahan pertama dari Nur Muhammad diciptakan Lauhil Mahfuz untuk tapak lembaran menulis segala perjalanan kehidupan sekelian dialam jagat raya.

Bahagian pecahan kedua dari Nur Muhammad diciptakan pena (Al-Qalam) iaitu pasangannya dari Lauhil Mahfuz yang akan bekerjasama dalam menulis melakar segala aturan, rahasia dan jalur kehidupan mahluk dialam jagat raya seisinya beserta qada' qadar yang menyertai.

Bahagian pecahan ketiga dari Nur Muhammad diciptakan Arasy iaitu alam tinggi kemalaikatan untuk nantinya bermukim tempat berdiam oleh makhluk suci iaitu para malaikat.

Bahagian pecahan keempat dari Nur Muhammad diciptakan akal, pengetahuan, cahaya, nyawa, jasad, ruh, dan dari bahagian kempat ini juga diciptakan semua malaikat termasuk Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, juga tujuh petala bumi tujuh petala langit seisinya dan diantara lapisan-lapisannya.

Maka malaikat dan ruh-ruh suci yang selalu bertasbih di Arasy Allah di Baitul Makmur. Lima puluh ribu tahun sebelum diciptakan bumi langit seisinya terlebih dulu diciptakan Arasy Baitul Makmur beserta isinya dan di tiang-tiang Arasy tertulis ribuan kalimah puji-pujian dan Asma Allah yang selalu dibaca oleh para penghuni Arasy, kalimah suci yang pertama kali ditulis oleh Al-Qalam diatas lembaran Lauhil Mahfuz adalah "Bismillahirrahmanirrahim" kemudian "La ilaha illallah" dan kemudian surat yang pertama kali muncul di alam jagat raya adalah surat Al-Fatihah lalu muncul surat Al-Ikhlas dan surat Yasin, juga kalimah puji-pujian di tiang-tiang Arasy.

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Ia bersemayam di atas Arasy; Ia melindungi malam dengan siang yang mengiringinya dengan deras (silih berganti) dan (Ia pula yang menciptakan) matahari dan bulan serta bintang-bintang, (semuanya) tunduk kepada perintahNya. Ingatlah, kepada Allah jualah tertentu urusan menciptakan (sekalian makhluk) dan urusan pemerintahan. Maha Suci Allah yang mencipta dan mentadbirkan sekalian alam.
Surah ke 7 Al-A’raaf (Tempat Tertinggi) ayat ke 54.

Malaikat yang memikul Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya, bertasbih memuji TuhanNya; dan beriman kepadaNya; serta mereka memohon ampun bagi orang-orang yang beriman (dengan berdoa merayu): "Wahai Tuhan kami! RahmatMu dan IlmuMu meliputi segala-galanya; maka berilah ampun kepada orang-orang yang bertaubat serta menurut jalanMu, dan peliharalah mereka dari azab neraka.
Surah ke 40 Al-Mu’min (Orang yang Beriman) (Ghafir) ayat ke 7.

Dia lah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Ia bersemayam di atas Arasy; Ia mengetahui apa yang masuk ke bumi serta apa yang keluar daripadanya; dan apa yang diturunkan dari langit serta apa yang naik padanya. Dan Ia tetap bersama-sama kamu di mana sahaja kamu berada, dan Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.
Surah ke 57 Al-Hadid (Besi) ayat ke 4.

Sedang malaikat-malaikat (ditempatkan) mengawal segala penjurunya, dan Arasy Tuhanmu pada saat itu dipikul oleh lapan malaikat di atas malaikat-malaikat yang mengawal itu.
Surah ke 69 Al-Haaqqah (Keadaan Sebenar / Hari Kiamat) ayat ke 17.

Setelah penciptaan Arasy (Baitul Makmur) maka dengan kudrat dan iradat-NYA diciptakan alam nyata mulki, langit dan bumi kemudian diciptakan makhluk yang berjasad yaitu "ADAM" dari tujuh tanah berbeza dari bumi.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a bahwa Allah s.w.t menciptakan Adam a.s dari tujuh jenis Tanah Bumi, satu dari Tanah Urat Bukit Qaf dan satu dari Tanah Wangi Syurga Firdaus.

1- Kepalanya dari Tanah Baitulmuqaddis.

2- Dadanya berasal dari Tanah Dahna

3- Tulangnya dari Tanah Bukit Qaf.

4- Zakarnya dari Tanah Babylon.

5- Hatinya dari Tanah Syurga Jannatul Firdaus.

6- Kedua matanya dari Tanah Hud.

7- Lidahnya dari Tanah Thaif.

8- Kakinya dari Tanah Hindi.

9- Dan bagian belakangnya dari Tanah Arafah.

ORANG DULU VS ORANG SEKARANG

السلام علیکم ورحمةالله وبركاته

{ORANG DULU VS ORANG SEKARANG}

# Orang dulu kuat beramal, orang sekarang takut bid'ah nak amal..

# Orang dulu mengaji kitab kecil tapi fahamnya jelas, orang sekarang baca kitab besar-besar tapi istilah asas pun tak lepas..

# Orang dulu pegang akidah sifat 20 penjajah datang mereka lawan, orang sekarang tolak sifat 20 tapi McD, KFC mereka baham..

# Orang dulu mengaji nak beramal, orang sekarang mengaji nak buat teking dan bahas hok org.

# Orang dulu tiada sijil tinggi tapi adab ulama' mereka cermati, orang sekarang mengaji sampai PHd tapi ulama' dia tolak dok tepi sekali.

# Orang dulu cari ilmu kenal Tuhan, orang sekarang Tuhan pun berkaki bertangan serupa orang.

# Orang dulu zikir tidak lekang, orang sekarang bid'ah memanjang..

# Orang dulu mengaji tasawwuf nak bersih hati, orang sekarang tolak tasawwuf hati pun mati..

# Orang dulu berjuang agama berhabis harta, orang sekarang guna agama kumpul harta..

# Orang dulu mengaji lama, 20 tahun tegal biasa, orang sekarang umur muda, cakap besar mendabik dada tahu belako..

# Orang dulu tulis kitab untuk bekalan mati, orang sekarang tulis buku nak dapat royalti..

Sekian😊

Cnp dr grup salik

Ilham Rabbani Di kalangan Para Sahabat (Selawat Atas Nabi SAW)

Ilham Rabbani Di kalangan Para Sahabat (Selawat Atas Nabi SAW)

Telah disentuh sebelum ini sedikit tentang keharusan berdoa dengan apa yang diilhamkan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Terdapat banyak dalil bahawa ianya diharuskan oleh syariat. Hal ini telah dikupas oleh al-’Allamah al-Muhaddith Syeikh Muhammad al-Hafiz al-Tijani dalam kitabnya (أهل الحق العارفون بالله) (hal. 242). Di dalam kitab (السنة والبدعة) oleh al-Habib ‘Abdullah bin Mahfuz al-Haddad juga menyebutkan banyak hujah-hujah yang berhubung dengan perkara ini. Apa yang menjadi batasan ialah ianya tidak mengandungi sesuatu yang terkeluar daripada syarak.

Lihatlah bagaimana Nabi SAW menegur seorang Arab badwi yang berdoa dari ilhamnya secara salah, namun baginda SAW hanya menunjukkannya cara yang betul dan tidak melarangnya berdoa dari ilhamnya. Dari Abu Hurayrah RA katanya: Pernah Rasulullah SAW berdiri dalam satu solat dan kami juga berdiri bersamanya. Lalu seorang Arab badwi berdoa dalam solatnya: (اللَّهُمَّ ارْحَمْنِى وَمُحَمَّدًا ، وَلاَ تَرْحَمْ مَعَنَا أَحَدًا) “Ya Allah, rahmatilah aku dan juga Muhammad, dan jangan Engkau rahmati bersama kami seorang pun”. Maka di kala Nabi SAW memberi salam baginda pun berkata kepada Arab badwi berkenaan: “Sesungguhnya kamu telah menyempitkan yang luas”, maksud baginda rahmat Allah. [HR al-Bukhari (6010), Abu Dawud, al-Nasa’i dan al-Tirmizi]

Ilham Rabbani Dalam Berselawat

Keharusan tersebut juga termasuk dalam berselawat ke atas Nabi SAW. Hujahnya, ada diriwayatkan daripada Sayidina 'Ali RA, ‘Abdullah bin ‘Umar RA, ‘Abdullah bin ‘Abbas RA dan ‘Abdullah bin Mas’ud RA selawat-selawat yang diilhamkan oleh Allah SWT kepada mereka. Maka jelas bahawa ianya bukan suatu perkara bidaah. Berikut adalah keterangannya:

1. Selawat Sayidina 'Ali RA

Ibn Kathir dalam Tafsirnya meriwayatkan satu athar dari Salamah al-Kindi katanya; bahawa ‘Ali RA pernah mengajarkan orang ramai doa (selawat) berikut, dengan diselitkan oleh penulis lafaz Ibn Jarir al-Tabari dan lafaz al-Tabarani bagi menunjukkan perbezaan riwayat atau manuskrip:

اللهم داحي المدْحُوَّات، وبارئ المسموكات، وَجَبَّار القلوب على فطْرَتها شقيها وسعيدها. اجعلْ شرائف صلواتك، ونوامي بركاتك، ورأفة تحننك، (الطبراني: ورافع تحيتك) على محمَّد عبدك ورسولك، الخاتم لما سبق، والفاتح لما أغلق، والمُعلن (الطبراني: والمعلوم) الحق بالحق، والدامغ جيشات الأباطيل، كما حُمِّل (الطبراني: كمل) فاضطلع بأمرك لطاعتك مستوفزاً (الطبراني: مستوفرا) في مرضاتك، غير نَكل (ابن جرير: لغير نَكل، الطبراني: بغير ملك) في قَدَم، ولا وهن في عزم، واعياً (الطبراني: داعيا) لوحيك، حافظاً لعهدك، ماضيا على نفاذ أمرك حتى أورى قبساً (الطبراني: تبسما) لقابس، آلاء الله تصل بأهله أسبابه، به هديت القلوب بعد خوضات (الطبراني: خرصات) الفتن والإثم، وأقام مُوضحات (ابن جرير: موضحات، الطبراني: بموضحات) الأعلام، ومُنِيرات (الطبراني: ومسرات) الإسلام، ونائرات (ابن جرير: وثائرات، الطبراني: وماثرات) الأحكام، فهو أمينك المأمون، وخازن علمك المخزون، وشهيدك يوم الدين، وبَعيثُك (الطبراني: ومبعوثك) نعمة، ورسولك بالحقّ رحمة، اللهمّ أفسح له مُفسحَات (ابن جرير: مفتسحا) في عدلك، واجزه مضاعفات الخير من فضلك، مهنَّآت له (ابن جرير: له مهنيات) غير مكدرات، من فوز ثوابك المعلول (الطبراني: المعلوم)، وجزل عطائك المحلول (ابن جرير: وجزيل عطائك المجمول، الطبراني: وجزيل عطائك المجلول)، اللهم أعل على بناء البانين بنيانه (ابن جرير: عل على بناء البنائين بناءه، الطبراني: أعل على بناء الباقين بناءه)، وأكرم مثواه لديك ونزله، وأتمم له نوره، واجزه من ابتعاثك له مقبول الشهادة، مرضي المقالة، ذا منطق عدل، وخُطَّة فصل (ابن جرير: وخطة فضل، الطبراني: وكلام فصل)، وحجة وبرهان عظيم.

Kata Ibn Kathir dalam Tafsirnya: Ia masyhur dari kata-kata ‘Ali RA.. tetapi pada sanadnya ada masalah. Kata syeikh kami, al-Hafiz Abu al-Hajjaj al-Mizzi: Salamah al-Kindi ini tidak dikenali, dan tidak pernah bertemu ‘Ali.

Athar ini telah diriwayatkan oleh Ibn Jarir al-Tabari dalam Tahzib al-Athar (352 - juz’ mafqud), Abu Nu’aym dalam ‘Awali Sa’id bin Mansur (18), dan al-Tabarani dalam al-Awsat (9089). Kata al-Haythami dalam Majma’ al-Zawa’id (10/164): Salamah al-Kindi riwayatnya dari ‘Ali adalah mursal dan baki para perawinya adalah para perawi al-Sahih. Juga diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam Musannafnya (28940), namun disebut dari seorang lelaki - tanpa disebutkan nama - dari ‘Ali RA, dan tidak disebut Salamah al-Kindi. Zahirnya, athar ‘Ali RA ini adalah daif. Namun, boleh diamalkan dalam bab fada’il amal. Malah ianya sudah pun masyhur sepertimana kata Ibn Kathir pada zaman beliau.

Berikut adalah riwayat Ibn Abi Syaibah, juga terdapat perbezaan lafaz serta sedikit tambahan di akhirnya:

اللَّهُمَّ يَا دَاحِيَ الْمَدْحُوَّاتِ، وَيَا بَانِيَ الْمَبْنِيَّاتِ، وَيَا مُرْسِيَ الْمُرَسِّيَاتِ، وَيَا جَبَّارَ الْقُلُوبِ عَلَى فِطْرَتِهَا، شَقِيِّهَا وَسَعِيدِهَا، وَيَا بَاسِطَ الرَّحْمَةِ لِلْمُتَّقِينَ، اجْعَلْ شَرَائِفَ صَلَوَاتِكَ، وَنَوَامِي بَرَكَاتِكَ، وَرَأْفَاتِ تَحِيَّتِكَ، وَعَوَاطِفَ زَوَاكِي رَحْمَتِكَ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ، الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ، وَالْخَاتَمِ لِمَا سَبَقَ، وَفَاتِحِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَدَامِغِ جِيشَاتِ الْأَبَاطِيلِ كَمَا حَمَّلْتَهُ، فَاضْطَلَعَ بِأَمْرِكَ مُسْتَنْصِرًا فِي رِضْوَانِكَ، غَيْرَ نَاكِلٍ عَنْ قَدَمٍ، وَلَا مُئِنٍّ عَنْ عَزْمٍ، حَافِظٍ لِعَهْدِكَ، مَاضٍ لِنَفَاذِ أَمْرِكَ، حَتَّى أَرَى أَنْ أَرَى فِيمَنْ أُفْضِي إِلَيْكَ تَنْصُرُ بِأَمْرِكَ، وَأَسْبَابِ هُدَاةِ الْقُلُوبِ، بَعْدَ وَاضِحَاتِ الْأَعْلَامِ إِلَى خَوْضَاتِ الْفِتَنِ، إِلَى نَائِرَاتِ الْأَحْكَامِ، فَهُوَ أَمِينُكَ الْمَأْمُونُ، وَشَاهِدُكَ يَوْمَ الدِّينِ، وَبَعِيثُكَ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، اللَّهُمَّ فَسِّحْ لَهُ مُفْسَحًا عِنْدَكَ، وَأَعْطِهِ بَعْدَ رِضَاهُ الرِّضَى مِنْ فَوْزِ ثَوَابِكَ الْمَحْلُولِ، وَعَظِيمِ جَزَائِكَ الْمَعْلُولِ، اللَّهُمَّ أَتْمِمْ لَهُ مَوْعِدَكَ بِابْتِعَاثِكَ إِيَّاهُ مَقْبُولَ الشَّفَاعَةِ، عَدْلَ الشَّهَادَةِ، مَرَضِيَّ الْمَقَالَةِ، ذَا مَنْطِقٍ عَدْلٍ، وَخَطِيبٍ فَصْلٍ، وَحُجَّةٍ وَبُرْهَانٍ عَظِيمٍ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا سَامِعِينَ مُطِيعِينَ، وَأَوْلِيَاءَ مُخْلِصِينَ، وَرُفَقَاءَ مُصَاحِبِينَ، اللَّهُمَّ بَلِّغْهُ مِنَّا السَّلَامَ، وَارْدُدْ عَلَيْنَا مِنْهُ السَّلَامَ.

2. Selawat ‘Abdullah bin ‘Umar RA

Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’ sebagaimana dalam al-Matalib al-‘Aliyah oleh al-Hafiz Ibn Hajar (3332) dan mengisyaratkannya sebagai sahih, dari Thawbah/Thuwayr mawla Bani Hasyim katanya: Aku bertanya Ibn ‘Umar RA: Bagaimana berselawat ke atas Nabi SAW? Maka jawab Ibn ‘Umar RA:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ صَلَوَاتِكَ وَبَرَكَاتِكَ وَرَحْمَتَكَ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِينِ، وَإِمَامِ الْمُتَّقِينِ، وَخَاتَمِ النَّبِيِّينَ، مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ، إِمَامِ الْخَيْرِ، وَقَائِدِ الْخَيْرِ، اللَّهُمَّ ابْعَثْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَقَامًا مَحْمُودًا يَغْبِطُهُ الْأَوَّلُونَ وَالْآخِرُونَ، وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

Kata al-Busiri: Ia mempunyai sokongan dari hadis Ibn Mas’ud RA (lihat no. 4) yang diriwayatkan oleh Ibn Abi ‘Umar, Abu Ya’la dan Ibn Majah dengan isnad yang hasan.

3. Selawat ‘Abdullah bin ‘Abbas RA

Diriwayatkan oleh ‘Abd al-Razzaq, ‘Abd bin Humayd dan Isma’il al-Qadi dalam Fadl al-Solat ‘ala al-Nabi SAW (52) dari Ibn ‘Abbas RA beliau mengucapkan:

اللهم تقبل شفاعة محمد الكبرى، وارفع درجته العليا، وأعطه سُؤْلَه في الآخرة والأولى، كما آتيت إبراهيم وموسى، عليهما السلام.

Kata Ibn Kathir dalam Tafsirnya: Suatu isnad yang baik, kuat lagi sahih.

4. Selawat ‘Abdullah bin Mas‘ud RA

Diriwayatkan oleh ‘Abd al-Razzaq, ‘Abd bin Humayd, Ibn Marduyah, Ibn Majah (906) dan al-Tabarani (8594) dari Ibn Mas’ud RA katanya: “Jika kamu berselawat ke atas Nabi SAW maka perelokkanlah berselawat ke atasnya. Sesungguhnya kamu tidak tahu kemungkinan ianya dipersembahkan kepadanya”. Jawab para pendengar: Maka ajarkanlah kami. Kata beliau: Ucapkanlah

اللهم اجعل صلواتك ورحمتك وبركاتك على سيد المرسلين، وإمام المتقين، وخاتم النبيين، محمد عبدك ورسولك، إمام الخير وقائد الخير، ورسول الرحمة. اللهم ابعثه مقاماً محموداً يَغْبِطُه به الأولون والآخرون، اللهم صل على محمد وعلى آل محمد، كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم، إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.

Kata al-Busiri dalam Zawa’id Ibn Majah (1/311): Isnad ini para perawinya thiqah kecuali al-Mas’udi dan namanya ‘Abd al-Rahman bin ‘Utbah bin Mas’ud, telah bercampur ingatan beliau di akhir hayatnya dan tidak dapat dibezakan hadisnya yang awal dengan yang akhir, maka beliau layak ditinggalkan menurut kata Ibn Hibban. Tetapi al-Mas’udi tidak berseorangan dalam meriwayatkannya dari ‘Awn bin ‘Abdullah kerana beliau diikuti (mutaba’ah) oleh Abu Salamah sebagaimana dalam riwayat ‘Abd al-Razzaq. Kata al-Hafiz al-Munziri: Diriwayatkan oleh Ibn Majah secara mawquf dengan isnad yang hasan.

Selawat yang hampir serupa juga diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amru atau ‘Abdullah bin ‘Umar menurut syak si-perawi, sebagaimana dalam riwayat Isma’il al-Qadi dalam Fadl al-Solat ‘ala al-Nabi SAW (62). Jika ianya dari ‘Abdullah bin ‘Amru, maka itu adalah sahabat yang ke-5 dalam penjelasan ini.

Juga ada diriwayatkan oleh al-Syirazi dalam al-Alqab dari Ibn Mas’ud RA katanya: Wahai Zayd bin Wahb, jangan kamu tinggalkan pada hari Jumaat berselawat ke atas Nabi SAW sebanyak seribu kali, kamu ucapkan: (اللهم صل على النبي الأمي).

Penutup

Berdasarkan dalil-dalil ini dan lainnya, ulama berpendapat harus menggubah selawat ke atas Nabi SAW, meskipun secara sepakatnya mereka menyatakan bahawa Selawat Ibrahimiyyah adalah selawat yang paling afdal. Perintah ayat al-Quran dan juga hadis-hadis yang memerintahkan berselawat secara umum turut menguatkan keharusan hukumnya. Ini kerana Selawat Ibrahimiyyah itu diajarkan oleh Nabi SAW di atas pertanyaan sahabat-sahabatnya dan tidak pula dinyatakan oleh baginda SAW supaya jangan berselawat dengan lafaz-lafaz yang lain. Dengan syarat ianya tidak terkeluar dari batasan syarak. Namun, para ahli tasawuf lebih cenderung mengamalkan selawat-selawat yang sudah pun masyhur dan mujarab.

Inilah pegangan ahli tasawuf mengenai keharusan mengamalkan doa-doa dan selawat-selawat yang diilhamkan oleh Allah SWT kepada imam-imam mereka yang telah dihimpunkan dalam banyak karangan. Antara istilah-istilah yang digunakan dalam disiplin kesufian ialah wirid seperti al-Wird al-Latif oleh Imam al-Haddad, awrad seperti Awrad Sayyidi Ahmad bin Idris, hizib seperti Hizb al-Bahr oleh Imam al-Syazili, wazifah seperti al-Wazifah al-Zarruqiyyah dan ratib seperti Ratib al-’Attas. رحمهم الله ورضي عنهم

Wallahu a’lam.

http://sawanih.blogspot.my/2011/10/ilham-rabbani-di-kalangan-para-sahabat.html?m=0

Rabu, 2 Mac 2016

Kesan zikir kpd otak

Kesan Zikir Terhadap Otak Manusia
1) Otak hanyalah aktiviti-aktiviti bio-elektrik yang melibatkan sekumpulan saraf yang dipetanggungjawabkan untuk melakukan tugas-tugas tertentu bagi membolehkan ia berfungsi dengan sempurna.

Kesan Zikir Terhadap Otak Manusia

2) Setiap hari 14 juta saraf yang membentuk otak ini berinteraksi dengan 16 juta saraf tubuh yang lain. Semua aktiviti yang ita lakukan dan kefahaman atau ilmu yang kita perolehi adalah natijah daripada aliran interaksi bio-elektrik yang tidak terbatas.

3) Oleh itu, apabila seseorang itu berzikir dengan mengulangi kalimah-kalimah Allah seperti subhanallah, beberapa kawasan otak yang terlibat menjadi aktif. Ini menyebabkan berlakunya aliran bio-elektrik di kawasan-kawasan saraf otak tersebut.

4) Apabila zikir itu berulang-ulang kali, aktiviti saraf menjadi bertambah aktif dan turut menambah tenaga bio-elektrik. Lama-kelamaan kumpulan saraf yang sangat aktif ini mempengaruhi kumpulan saraf yang lain untuk turut sama aktif.

5) Dengan itu otak menjadi aktif secara kesluruhan. Otak mula memahami perkara baru, melihat dari perspektif berbeza dan semakin kreatif dan kritis, sedangkan sebelum berzikir ianya tidak jadi begini. Otak yang segar dan cergas secara tidak langsung mempengaruhi hati untuk melakukan kebaikan dan menerima kebenaran.

6) Hasil kajian makmal yang dilakukan terhadap subjek ini dimuatkan dalam majalah Scientific American, keluaran Disember, 1993. Satu kajian yang dilakukan di Universiti Washington di mana ujian ini dilakukan melalui ujian imbasan PET yang mengukur kadar aktiviti otak manusia secara tidak sedar.

7) Dalam kajian ini, sukarelawan diberikan satu senarai benda. Mereka dikehendaki membaca perkataan tersebut satu-persatu dan mengaitkan perkataan dengan katakerja yang berkaitan.

8) Apabila sukarelawan melakukan tugasan mereka, beberapa bahagian berbeza otak menunjukkan peningkatan akitiviti saraf termasuk di bahagian depan otak dan korteks.

9) Menariknya, apabila sukarelawan mengulangi senarai perkataan yang sama berulang-ulang kali, aktiviti saraf otak merebak kepada kawasan lain dan mengaktifkan kawasan saraf lain.

10) Apabila senarai perkataan baru diberikan kepada mereka, aktiviti saraf kembali meningkat di kawasan pertama. Ini sekaligus membuktikan secara saintifik bahawa perkataan yang diulang-ulang seperti perbuatan zikir terbukti meningkatkan kecerdasan otak dan menambah kemampuannya.

11) Oleh itu, saudara-saudara seIslam, ketika saintis barat baru menemui mukjizat ini, kita umat Islam iaitu umat terpilih ini telah lama mengamalkannya dan menerima manfaatnya. Malang bagi mereka yang masih memandang remeh tentang kepentingan berzikir dan secara nyata mengabaikannya.

Wallahu'aklam.
Sumber: penawar. com

Selasa, 1 Mac 2016

Bykkan selawat

Wahai ikhwan,kehidupan hari ini cukup meruncing, mengenali kebenaran begitu sukar lantaran kebatilan lebih terserlah,ilmu sekadar menjadi perbahasan,mengenali Syeikh mursyid hampir2 tiada umpama belerang merah yg payah didapati.Oleh itu kita perlu kembali kpd Allah.Bagaimana caranya,ada mengatakan kembali pada Al Quran dan As Sunnah. Ya benar tapi bagaimana kita nak kembali kpd keduanya tanpa bimbingan guru mursyid,carilah guru mursyid jika tidak ketemu banyakkan selawat pada baginda s.a.w. ianya akan menjadi pengganti pada mursyidmu.

Jaga2

Wahabi itu dilahirkan oleh orang putih. Mereka gunakan seorang ulama bernama Muhammad Abdul Wahab. Kebetulan nampak Muhammad Abdul Wahab menyokong mereka. Muhammad Abdul Wahab ini orang asli Arab. Orang Arab kata Badwi. Kita kata orang asli.
Orang-orang Badwi diberi senjata oleh penjajah Inggeris untuk menjatuhkan kerajaan Othmaniah. Masa itu kerajaan Othmaniah menguasai Mekkah dan Madinah. Nampaklah orang putih itu bermusuh dengan kerajaan Othmaniah.

Maka untuk jatuhkan kerajaan Othmaniah, mereka  mendidik orang-orang Badwi main senjata. Orang putih bijak. Supaya orang tidak nampak mereka itu kejam maka mereka lakukan seolah-olah penentangan itu bukan dari mereka. Direkakan satu kumpulan Islam sendiri untuk menentang iaitu kelompok muda atau kelompok baru untuk menjatuhkan kerajaan Othmaniah. Tokohnya ialah Muhammad Abdul Wahab. Mereka mengatakan Abdul Wahab ini mujaddid. 

Orang putih faham kekuatan umat Islam itu kerana dia fanatik dengan Rasulullah. Kerana dia selalu ingat Rasulullah dan hatinya berpaut dengan Rasulullah. Ini kekuatan. Dari Rasulullah pergi kepada Allah. Maka mereka memikirkan bagaimana hendak buang kekuatan ini.
Jadi maka diciptalah ajaran baru yang menganggap siapa yang menyambut hari lahir Rasulullah, itu bidaah. Bidaah dhalalah. Sesat. Dia hendak tanggalkan kasih sayang umat Islam terhadap Rasulullah. Supaya orang nampak Muhammad Abdul Wahab. Ini memang ditaja oleh orang putih.
Ini satu strategi yang sangat bijak yang mana mereka  boleh campur tangan dalam ajaran agama Islam. Yang menerima itu adalah orang-orang Badwi yang tidak ada ilmu dan hanya tentang kambing, unta mereka sahaja. Bila dengar Muhammad Abdul Wahhab itu tokoh besar dan mujaddid, mereka lupa Rasulullah. Hati terpaku dengan Muhammad Abdul Wahhab. Ini memang kejayaan besar tajaan orang putih. 

Apa yang berlaku di Saudi seratus tahun yang lalu ialah orang putih menawan negara itu dari kerajaan Islam Othmaniah yang berkuasa di sana. Mereka telah menggunakan taktik memberikan senjata kepada orang Badwi dan dilatihlah. Bila orang Badwi itu sudah pandai main senjata, orang Putih tampilkan ketua mereka iaitu Muhammad Abdul Wahhab. Maka  digelarkan mujaddid pula. Seronoklah orang-rang Badwi yang kalau di malaysia ini ibarat orang-orang Asli itu, sebab ketua mereka mujadid rupanya. Ertinya keturunan Raja di Saudia hari ini adalah dari keturunan orang Asli Arab yang sebenarnya bukan dari keturunan Raja. Dilantik oleh orang Inggeris yang hendak menjatuhkan kerajaan Islam Othmaniah. 

Lihat bagaimana orang putih menaja satu mazhab. Dengan diberi satu kelompok itu, kekuatan. Ajaran itu tidak akan kuat kalau tidak dikuatkuasakan. Kalau hanya ada kefahaman sahaja tetapi tidak ada kuasa dan dikuatkuasakan, tidak ada negara, tidak ada pemerintah, siapa hendak mengamal ajaran itu. Musuh Islam itu bijak. Mereka tahu, untuk dihalang tidak boleh. Jangka panjang,  penjajah akan pulang juga maka sebelum mereka balik, mereka letak racun dahulu untuk merosakkan agama Islam.

Ditajanya satu ajaran, dengan ditonjolkan seorang ulama waktu itu dan digembar-gemburkan bahawa orang itu adalah mujadid. Orang putih faham ini ajaran yang mereka reka itu tidak kuat kalau tidak diberi kuasa. Maka mereka pun carilah Badwi-badwi, beri senjata, latih berperang, minta mereka membesarkan Muhammad Abdul Wahhab. Orang Badwi itu bukan faham apa-apa. Bila orang putih tonjolkan seseorang, maka dia dipandang besar lah. 

Salah satu kekuatan umat Islam hilang apabila ajaran wahabi ini dikuatkuasakan. Mereka menghilangkan Rasulullah, agar jangan disebut lagi.
Padahal bila sebut Islam, orang faham otomatik nampak Rasulullah, sebab Allah beri Islam itu kepada Rasulullah. Itu dari segi psykologi. Tapi kalau lama-lama dibuat, yakni melupakan Rasulullah, ertinya orang tidak tahu Islam ini diberi pada siapa. Jadi ditarik satu kekuatan. Kalau ada Maulidur Rasul, orang teringat-ingat balik kepada Rasulullah.
Bila itu dihapuskan, orang langsung tidak ada sebab, tidak ada kesempatan untuk teringat kepada Rasulullah. Kalau ada Maulidur Rasul, paling tidak, sesekali teringat balik. Padahal itu pun tidak cukup.

Mutiara

Kalam Sufi " Ramai guru yang Allah rahsiakan dari umum, mutiara yang paling berharga ,hanya pencari yang ikhlas akan dipertemukan oleh Allah ,hanya penyelam yang bersungguh2 akan menemui mutiara yang tersembunyi "
Allah Hu Allah