Sabtu, 7 Mei 2016

Kata Sayyidi

Telah berkata Guruku, al Allamah Sayidi Ahmad Al Hadi Al Hasani;

Hamba yg dtg kpd Allah dgn berhajat kpd balasan dan habuan, adalah hamba yg tamak. Hamba yg terhijab itu juga, adalah yg dtg kpd Allah kerana takut akan azab dan balasan dari Allah.

Datanglah kpd Allah dgn ikhlas tanpa ada tujuan tujuan tertentu dan menginginkan maksud maksud yg terbaik, kerana itulah jalan iblis utk merosakan tujuan ikhlas seseorang hamba.

Kita dtg kpd Allah dgn mutlaqnya hak Allah atas diri kita.

# Petikan Tausiyyah beliau 2014

Semoga Allah SWT memberkati dan merahmati Sayidi Ahmad Al Hadi, dan menempatkan beliau dikalangan kekasih²Nya yg terpuji, yakni disisi Sheikh Ahmad at Tijani r.a dan disisi Sayidul Wujud Sayidina Wamaulana Muhamad SAW. Aamiinnn...

Satu cerita dr Sayyidi

Bila tiba di Homs, Syria, Raja Rom (Caeser)  tahu bhw akan dibangkitkan Nabi akhir zaman dr bangsa yg berkhatan, Arab atau Yahudi, maka terdgr dr Arab

Bila kafilah Arab dr Makkah dtg ke Syria maka dipgl diketuai oleh Abu Sufyan

Raja Rom suruh Abu Sufyan berada di hadapan dan yg lain berbaris di belakang, sekiranya Abu Sufyan berkata benar, barisan belakang membenarkan, begitulah sebaliknya

Soalan pertama : bagaimana nasab keturunan Nabi

Ya, sebaik keturunan, kata Raja Rom begitulah Nabi2 terdahulu

Adakah dr keturunan raja? Tidak

Adakah dia pernah menipu? Tidak

Adakah pengikutnya org2 miskin dan hamba? Ya

Bagaimana keadaannya? Kadang2 menang, kadang2 dikalahkan

Adakah sahabat2nya berpaling drnya? Tidak

Kesemua soalan membenarkan kenabian

Lalu Abu Sufyan tidak puas hati dgn Raja lalu kata nabi itu dakwa naik ke langit (isra dan mikraj)...ini pelik

Lalu bangun seorg pope kristian, kata tarikh yg dinyatakan bhw paderi mengatakan berlaku satu peristiwa pelik di Masjidil Aqsa iaitu pintu masjid tidak boleh ditutup spt sediakala

Bila subuh, kami dapati ada kesan2 najis tempat kebiasaan para nabi mengikat tunggangan mereka, iaitu tempat yg Jibril buat khusus utk tambat buraq

Dan mendapati pintu boleh ditutup spt biasa, maka fahamlah mrk bhw Allah mahu pintu itu terbuka.

Wp dipgl tukang kayu, pintu tu masih x mampu dibaiki

Raja kata kalu aku boleh sampai kpd nabi, aku akan pergi

Slps itu, dtg yg lain tanya kenapa kamu Abu Sufyan tidak menipu? Dia kata aku tidak pernah menipu walau sekali, aku takut org kata Abu Sufyan tipu satu kali ...lihatlah akhlaknya sblm Islam

......
Isra dan Mikraj

Perjalanan nabi dr Masjidil Haram yg masyhur dlm bulan Rejab, nabi byk kali shg ada pendapat kata lebih 30x

Didtgkan buraq, kenderaan para nabi, warnanya putih, bersayap

Bukan makhluk dr syurga, bukan dr cahaya, tp makhluk yg Allah ciptakan khusus utk kenderaan para nabi, satu langkah sejauh mata memandang...

Jumaat, 6 Mei 2016

Mi'raj

Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki mengatakan bahwa pertemuan Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam dengan Nabi-nabi 'Alaihissholatu Wasallam di berbagai tingkatan langit pada malam Mi’raj bukan semata pertemuan biasa, namun memiliki makna yang menunjukan fase kehidupan Rasulullah sendiri setelah terjadinya Mi’raj.

Pertemuan dengan Nabi Adam di langit ke-1 menunjukan Hijrah Rasulullah sebagaimana Hijrahnya Nabi Adam dari surga ke bumi, dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya di langit ke-2 menunjukan keadaan Rasulullah yang akan menghadapi kejahatan kaum Yahudi sebagaimana yang terjadi pada kedua Nabi tersebut. Lalu dengan Nabi Yusuf di langit ke-3 menunjukan kemenangan Rasulullah atas kaum musyrik, yakni pada perang Badar, sebagaimana menangnya Nabi Yusuf dengan ditandai keluarnya beliau dari penjara dan pengangkatan beliau sebagai Wazir.

Kemudian dengan Nabi Harun di langit ke-4 menunjukan kemurahan dan kelembutan Rasulullah sehingga umat mencintainya dibanding yang lain, seperti halnya Nabi Harun yang amat dicintai kaumnnya melebihi siapapun, bahkan melebihi Nabi Musa sendiri. Kemudian dengan Nabi Idris di langit ke-5 menunjukan Rasulullah akan menyebarkan agama Allah dengan tulisannya ke berbagai penjuru dunia, yakni dengan menulis surat kepada raja-raja kala itu sebagaimana Nabi Idris yang merupakan manusia pertama yang menulis.

Selanjutnya dengan Nabi Musa di langit ke-6 menunjukan kemenangan Rasulullah atas orang Yahudi, yakni pengusiran terhadap orang-orang Khaibar, Fad’aq dan semua Yahudi munafik lainnya dari kota Madinah, sebagaimana halnya Nabi Musa yang mengusir kaumnya yang membangkang ketika diperintahkan memasuki tanah Palestina. Terakhir dengan Nabi Ibrahim di langit ke-7 menunjukan ketenangan Rasulullah seusai Haji Wada dimana beliau bersandar kepada Ka’bah saat berkhutbah, sebagaimana Nabi Ibrahim yang tengah bersandar pada Baitul Ma’mur.

Adapun Mi’raj beliau ke Sidratul Muntaha di atas langit ke-7 menunjukan Fathul Makkah, ke Mustawa di atas Sidratul Muntaha yang merupakan tempat terlapang di semesta ini menunjukan keberhasilan dakwah Rasulullah, terakhir berjumpa Dzat Allah Yang Mana Agung menunjukan kembalinya (wafat) beliau kepada Allah.

(Dinukil dari buku “Semalam Bersama Jibril AS” terjemah kitab “Wa Huwa Bil ‘Ufuqil A’la” hal. 214-222 karya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani)

Khamis, 5 Mei 2016

Fitnah

الفتن إذا أقبلت عرفها كل العالم وإذا أدبرت عرفها كل الجاهل

(Fitnah itu apabila ia datang, maka sudah diketahui oleh setiap yang alim. Dan jika ia sudah pergi, maka baru diketahui oleh setiap yang jahil)

Hassan Al-Basri Rahimahullah Taala

Kasih kpd wali2 asas permulaan kasih kpd Rasulullah SAW

Kasih kpd wali2 asas permulaan kasih kpd Rasulullah SAW...
Maghribi adalah pusat utama para wali2 ..

أرض المغرب ..أرض اﻻقطاب ...
وأكثر علماء الغرب تقريبا من رجال الطريق...
وارض المغرب هى مركز اﻻولياء ...
لكون ختم الوﻻية المحمدية منها...
وبختم الوﻻية المحمدية.. تختم كل اﻷولياء واﻷقطاب على كونهم أولياء ...

-Bumi Maghribi adalah bumi para wali2 Qutub..
-Dan kebanyakan ulama2 maghribi dari kalangan pimpinan toriqah...
-Dan bumi Maghribi ini juga dinamakan sebagai markaz kewalian...
-Kerana khotmul auliya Almuhammadi adalah berasal dr maghribi...
-Dan dengan sebab khotmul auliya Akbar ..,Para auliya dan Qutub2 dichop sebagai wali2....
-Tidak hairanlah jika kita lihat kpd pengasas2 Toriqah dan wali2..kebanyakan dr bumi Maghribi...
Seperti Syeikh Ahmad Tijany RA (khotmul auliya Akbar)..
imam Abu Hasan As-syazili
Sidi Ahmad bin ldris...
Sidi Ahmad AlBadawi ..
Sidi Ahmad Rifaie
Imam jazuli....
imam Qustullani...
Qadhi lyadh...
Imam Ajrumiyyah (matan jurumiah)
Imam sunusiyyah (kitab ummul- barahin)
dan lain2 lagi..
Kebanyakkan jalan dan tarbiah yg datang dr bumi Maghribi kpd masyarakat adalah melalui jalan syukur dan mahabbah akan Rasulullah SAW ..

# Via sidna ustaz Bakri

Sanjungan Ulama pada Tarekat Tijaniyah

Sanjungan Ulama pada Tarekat Tijaniyah

Para Ulama yang memuji Syekh Ahmad At-Tijani antara lain yaitu:
1. Syekh Abi Ali Hasan bin Muhammad bin Qasim al-Kuhin al-Fasi al-Maghribi dalam kitabnya
Thobaqat as Syadziliyah al Kubro,
diterbitkan oleh Dar al-Kutub al-Ilmiah – Beirut, cetakan ke- 2, tebal 248 Halaman, tahun 2005:
Pada halaman 154 disebutkan: “Sidi Ahmad Tijani berkata: Semua Tarekat masuk dalam wilayah tarekat Syadziliyah, kecuali Tarekatku karena berdiri sendiri”. Hal ini disebabkan karena Allah SWT memberinya anugrah seperti derajat Imam Syadzili. Perkataan ini merupakan bagian dari rasa syukur beliau (tahaduts bi ni’mat ).
2. Sidi Prof. Muhammad bin Alawi al Maliki al Hassani dalam kitabnya Abwabu al Faraj, diterbitkan oleh Dar al-Jakfari – Cairo, tebal: 394 halaman:
Pada halaman 250 dituturkan: “Faedah Agung dari Imam Syekh Ahmad Tijani; Syekh Arobi bin Sayih (W. 1309 H) penulis kitab Bughyatul Mustafid li Syarhi Munyatil Murid berkata: Obatnya penyakit susah adalah dengan cara membaca 'Yaa Lathif' 1.000x setelah wirid lazimah dan ditutup dengan Salawat Fatih”.
3. Syekh Abdullah bin Abdul Qadir at Talidi dalam kitabnya Al- Muthrib bi Masyahir Awliya Al-Maghrib
diterbitkan oleh Dar al-Aman – Rabat, cetakan ke- 3, tebal 256 halaman, tahun 2003:
Pada halaman 244 dikisahkan: >>
Syekh Muhammad bin Shidiq al-Ghumari (W. 1354 H)<< “Pertanyaan Waliyullah Sidi Ahmad Bouzaid kepada Gurunya tentang Sidi Ahmad Tijani: lalu dijawabnya: Pernah sekali aku berada di Zawiyah Tijaniyah, setelah shalat Isya aku melihat Rasulullah SAW dengan keadaan terjaga (bukan mimpi) keluar dari Mihrab, kemudian aku berdiri dan menyalami beliau SAW, lalu dari belakang muncul Sidi Ahmad Tijani, aku pun menyalaminya …”.

Waliyullah dari Kota Rabat

Waliyullah dari Kota Rabat

Syekh al-Qutb Arobi bin Sayih

Adalah Syekh Arobi bin Muhammad bin Muhammad Sayih bin Muhammad bin Dawud bin Muhammad bin Abdul Qadir bin al-Qutb Muhammad as-Syarqi al-Umari. Nasabnya berujung kepada Khulafaur Rasyidin ke- 2 Sayyidina Abu Hafs Umar bin Khattab RA.

 Ia lahir pada paginya hari raya Idul Adha tahun 1229 H/1813 M. dirumahnya yang terletak disebelah Masjid Agung kota Meknes - Maroko. Saat ia dilahirkan, ayahnya merasa sangat bahagia dengan kelahirannya, pasalnya karena usianya sudah menginjak 75 tahun. Allah SWT mengabulkan doanya supaya dianugrahi seorang putra yang saleh. Hal ini mirip dengan cobaan yang dialami oleh Nabi Zakaria AS.

Awal masa pendidikannya ia belajar Alquran dan menghafalnya dengan lancar, kemudian baru mengenyam pendidikan berbagai disiplin ilmu agama seperti Fiqih, Gramatika arab, Linguistik dan lain sebagainya kepada ulama Meknes di Madrasah setempat seperti: Syekh Muhammad Badi bin Syafi’i Badu, Syekh Muhammad bin Muhammad Faqirah al-Miknasi, al-Qadhi Sidi Abbas Benkiran dan lain-lain. 

Setelah itu, ia meneruskan belajar kepada para ulama kota Fes, diantaranya kepada Sidi Walid al-Iraqi al-Fasi, Sidi Muhammad Badruddin al-Hamumi al-Fasi, Ahli Hadits Sidi Abdul Qadir bin Abi Jidah yang lebih akrab disebut al-Kuhin. Di Fes ia belajar dengan kesungguhan hingga berhasil dan tercapai cita-citanya. Kemudian, ia kembali ke kampung halamannya. Dan disanalah ia mulai mengajar dan membuka majlis pengajian. 

Pada tahun 1256 H., ia mulai berpegang teguh dengan Tarekat Tijaniyah dibawah bimbingan Sidi Muhammad Belqasim Basri. Nah, apa penyebab ia masuk dalam ajaran tasawuf Tarekat Tijaniyah? 

Mulanya ia merasa rindu ingin bertemu dengan Rasulullah SAW diusianya ke- 27. Ia pun mengerti hanya dengan memperbanyak salawat kepada Nabi SAW jalan agar bisa bertemu kekasih Sang Khaliq SWT tersebut. Suatu malam, ia mimpi bertemu sang ayah, dia pun berkata: “wahai anakku, apakah kamu ingin bertemu Rasulullah SAW? Ia menjawab: iya ayah. Kemudian ayahnya memberi isyarat untuk bertemu dengan sekelompok orang yang selalu berdzikir di Masjid”. Seketika itu ia terbangun dari mimpinya, dia pun paham siapa mereka yang diisyaratkan ayahnya, yakni mereka tersebut adalah para muridnya Maulana Syekh Ahmad Tijani yang selalu membaca amalan(wiridan) di Masjid secara berjamaah.

Akhirnya ia mengerti bahwa ini pertanda izin untuk menyelam di dunia tasawuf, ia pun ditalqin oleh seorang Mursyid yang ada di jamaah tersebut.

Pada tahun 1269, Ia pindah dari Meknes ke kota Rabat dan menetap disana hingga akhir hayatnya. Tepat diusianya ke- 40, ia pun menikah dengan Lala Aisyah binti Sidi Muhammad Hafyan as Syarqi. Disana ia terjun di masyarakat sebagai Dai dan membuka majelis pengajian di rumahnya. Adapun karyanya yang paling monumental adalah kitabAl- Bughyatu al-Mustafid li Syarhi Munyati al Murid merupakan penjelas  (syarh) kitabMunyatu al-Murid dan bisa anda dapatkan di berbagai toko buku.

Pada bulan Rajab tahun 1309 H., beliau sakit selama 16 hari, yang akhirnya beliau menghadap kehadirat Yang Maha Kuasa pada tahun tersebut malam Ahad pukul 22.00 waktu setempat bulan Rajab. Demikianlah biografinya, semoga kita mendapat barokah dari ilmu beliau.