Khamis, 27 September 2018

PEGANG ERAT

*FAIDLOH TIJANIYAH*

*PEGANG ERAT THORIQOH TIJANIYAH*

*بِسٔمِ اللّٰهِ الرَّحٔمٰنِ الرَّحِئمِ ،الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩*

فَقُــمْ وَاجْـتَهِدْ وَجِـدَّ فِي الأَحْـــمَـدِيَّــةِ

Bangkit dan bersungguh-sungguhlahlah pada thoriqoh tijaniyah ahmadiyah

وَدَعْ كُـلَّ مَـــا يُلْـــهِي عَنِ الأحْمَدِيَّةِ

Tinggalkan semua perkara yang melalaikan dari thoriqoh tijaniyah ahmadiyah

عَلَـى نَفْــسِكَ الأَمَّـــارَةِ ابْـكِ تَحَسُّـراً

Tangisilah nafsu amarahmu karena merasa rugi...

إِذَا لَــمْ تَـــكُنْ مِـنْ أهْـلِــهَا بِالْمَـشِيئَةِ

Apabila kamu belum menjadi ahli thoriqoh tijaniyah ahmadiyah dengan kehendak Allah swt.

وَطَالِعْ جَوَاهِرَ الْمَعَانِي وَجَامِـعَ ابْـــ

Dan pelajarilah kitab JAWAHIR MA'ANI dan kitab AL JAMI'

ــــنِ مَشْــرٍ فَــفِـيهِمَا مَزَايَا الطَّـرِيقَةِ

Karangan ibnu Almasyri.Didalam ke 2 kitab tersebut terdapat keistimewaan-keistimewaan thoriqoh tijaniyah...

طَرِيقَـتُهُ طَرِيـقَةُ الْفَــضْلِ وَالرِّضَـى

Thoriqoh syekh ahmad attijany adalah thoriqoh fadl (keutamaan) dan ridlo...

مُــؤَسَّـــسَــةٌ عَــلَى الْـكِــتَابِ وَسُـنَّةِ

Didirikan atas dasar kitab dan sunnah...

طَرِيقَتُـــهُ أَعْــلَـى الطَّـرَائِـقِ كُـلِّــهَا

Thoriqoh syekh ahmad attijany adalah thoriqoh yang paling tinggi dari semua thoriqoh...

وَأَقْــرَبُ لِلنَّـبِي بِــحِـسٍّ وَوُصْـــلَــةِ

Dan paling dekat hubungannya dengan nabi saw.

فَمَـــا بَيْنَــهُ وَالْمُصْطَفَى مِنْ وَسِيطَةِ

Tidak ada perantara antara syekh ahmad attijany dan almusthofa saw.

فَكَـانَ كَمِثْلِ الصَّـحْبِ مَعْ طُولِ مُـدَّةِ

Beliau rodliyallah 'anhu seperti para shohabat meskipun jaraknya jauh

لِذَا الْقُـــرْبِ شَـــبَّهَ النَّــبِيُّ بِصَـحْبِـهِ

Oleh karena kedekatan itu nabi saw menyerupakan dengan para shohabatnya.

أَصَـــاحِيــبَ شَيْخِنَـا فَأَعْـظِمْ بِرُتْبَــةِ

Para shohabat (murid-murid)syekhuna ahmad attijany rodliyallah 'anhu,maka jadikanlah hal itu sebuah kedudukan yang besar...

فَقَــالَ لَـــهُ الــنَّبِيُّ سَـاعَـةَ يَـقْــــظَةٍ

Nabi saw bersabda pada beliau rodliyallah 'anhu secara sadar.

أنَـــــا شَـيْخُـكَ الْمُـمِدُّ لُـذْ بِـطَرِيقَتِـي

Aku adalah gurumu yang memberikan madad, bernaunglah pada thoriqohku...

بِلَا حَــرَجٍ ولَا اعْـتِزَالٍ وَكَثْرَةِ اجْــ

Tanpa susah payah,tanpa uzlah dan banyak...

ـــتِهَـــادٍ وَلَا ضَـيْقٍ وَمِنْ غَيْرِ خَلْوَةِ

Mujahadah(bersungguh-sungguh), tanpa kesulitan dan tanpa berkholwat...

فَـدَعْ عَـنْكَ كُـلَّ الأَوْلِيَـا وَالْـمَشَـايِـخِ

Maka tinggalkanlah semua para wali dan para masyaikh...

فَـلَمْ تَـبْــقَ مِـنَّةٌ عَـلَـيْــكَ لِـشِـيـخَـــةِ

Karena tidak ada pemberian seorang guru yang tersisa atasmu...

فَمـِنْ ثَـمَّ لَـمْ يَـبْقَ الْـتِفَـاتٌ لِصَحْــبِهِ

Maka dari situlah tidak ada jalan tersisa bagi beliau untuk berpaling dari berguru dengan Rosulullah saw...

إِلَــى غَـيْرِهِ وَلَا الرَّجَا فِي الْمَشِيـخَةِ

Pada selain Rosulullah saw dan tidak ada harapan pada seorang guru...

فَأحْـمَــدُ رَبِّــي إِذْ هَـدَانِـي بِفَضْـلِــهِ

Maka aku memuji tuhanku karenan IA telah memberikanku hidayah dengan keutamaan-NYA...

وَفَـضْـلِ رَسُـولِهِ إِلَى الأحْـمَدِيَّــــــةِ

Dan keutamaan rosul-NYA pada thoriqoh tijaniyah ahmadiyah...

فَيَــا رَبِّ ثَـبِّـتْـنِـي عَـلَـى الأَحْـمَدِيَّـةِ

Wahai tuhanku tetapkan aku pada thoriqoh tijaniyah ahmadiyah...

بِجَــاهِ رَسُـــولِ اللهِ خَـيْــرِ الـبَـرِيَّــةِ

Dengan sebab kedudukan Rosulullah saw sebaik-baiknya makhluk...

وَإِنْ قِـيـلَ هَـلْ لِلأحْمَـدِيَّـةِ فَـانْصَحَا

Dan jika ditanyakan apakah ada bagi thoriqoh tijaniyah perbandingan...

نَــظِـيـرٌ فَقُـلْ لَا لَا مِـنْ أوَّلِ وَهْلَـــةِ

Maka nasehatilah kemudian katakanlah tidak,tidak ada bandingannya sejak awal...

وَلَا تَـجِـدَنْ فَوْقَ الـتُّرَابِ نَظِـيرَهَــا

Kamu tidak akan menemukan bandingannya diatas muka bumi...

تَـثَـبَّتْ بِـذَيْلِــهَـا وَلَا تَــتَــلَــفَّــــــتِ

Tetaplah pada thoriqoh tijaniyah dan janganlah kamu berpaling...

هِيَ السَّمْــحَةُ الْبَيْضَاءُ  وَالْحَــنِيفِيَّـةُ

Ia adalah thoriqoh yang toleran,putih dan thoriqoh yang lembut...

فَعُـــضَّ بِــأسْـنَــــانٍ وَكُــلِّ ثَـنِيَــــةِ

Gigitlah kuat-kuat dengan semua gigi-gigi seri.

فَلَا شَـــكَّ أَنَّهَا تُـــوَصِّـــلُ كُلَّ مَـنْ

Tidak di ragukan lagi bahwa thoriqoh tijaniyah akan menyampaikan setiap orang...

يُــلَازِمُ عَــهْــدَهَـــا بِـدُونِ شَرِيـطَـةِ

Yang melazimi perjanjiannya(dzikir-dzikir dan aturan dalam thoriqoh) tanpa syarat

مِنَ الــمُسْتَــحِيلِ جَمْعُهَا مَعْ طَرِيقَةٍ

Hal yang mustahil adalah mengumpulkan thoriqoh tijaniyah dengan thoriqoh lain...

وَمَــنْ قَــالَ بِالْـجَوَازِ قَــالَ بِــفِــرْيَةِ

Barang siapa yang mengatakan boleh maka ia telah berkata dusta...

وَأصْــغِ لِــقَوْلِـي إِنَّنِــي لَـكَ نَاصِحٌ

Dengarkanlah ucapanku,sesungguhnya aku menasehatimu...

وَكُـنْ حَـذِراً مِـنْ جَمْعِهَا مَعْ طَرِيقَةِ

Berhati-hatilah kamu dari mengumpulkan thoriqoh tijaniyah dengan thoriqoh lain...

فَطَــابَـعُهَا عَــلَى الطَّـــرَائِقِ دَاخِلٌ

Stempel thoriqoh tijaniyah masuk pada semua thoriqoh

وَلَا عَكْـسَ عَــنْ كُلِّ الْوَسَائِلِ أغْنَتِ

Tidak sebaliknya,thoriqoh tijaniyah tidak butuh pada semua perantara(thoriqoh)...

تَــدُومُ وَتَـــبْــقَى مَـعْ دُهُورٍ طَوِيلَةٍ

Thoriqoh tijaniyah akan tetap dan kekal dalam masa yang panjang...

وَفِــي آخِــرِ الـزَّمَـانِ تَـأْتِـي بِفَيْضَةِ

Dan diakhir zaman thoriqoh tijaniyah datang membawa FAIDLOH...

فَيَــدْخُلُهَا الْوَرَى أفَـاوِجَ رَغْـبَــــةً

Kemudian manusia akan berbondong-bondong untuk memasukinya karena menginginkan...

لِـمَـــا شَــاهَـدُوهُ مِــنْ لَوَائِحِ وُصْلَةِ

Apa yang telah mereka saksikan dari gambaran-gambaran wushul...

تَــعُــودُ إِلَيْـهَا فِـيـهِ كُــلُّ الـوَسَـائِلِ

semua perantara(perantara menuju Allah swt/thoriqoh)kembali pada thoriqoh tijaniyah

كَـمَـا مِلَـلٌ غَــدَتْ إِلَـى الْـحَـنِــيفِـيَّةِ

Sebagaimana semua agama pergi menuju agama islam yang lembut...

فَيَأْخُذُهَا الْمَـــهْدِيُّ عِنْدَ ظُهُـــــورِهِ

Kemudian ketika imam mahdi muncul ia akan mengambil thoriqoh tijaniyah...

لَدَى مَنْ لَهُ الْإِذْنُ الصَّحِيحُ بِـــطَيْبَةِ

Pada orang yang memiliki izin shohih dikota thoibah(madinah)

فَصَـارَتْ لأَهْـــــلِهَا حَـرَاماً وَآمِناً

Sehingga thoriqoh tijaniyah akan menjadi tempat yang terhormat dan aman bagi ahlinya(pengikutnya).

كَمِثْــــــــلِ حَــرَامِ مَــكَّـةَ وَالـمَدِينَةِ

Seperti kehormatan kota mekkah dan madinah.

فَمَــــنْ قَــدْ تَرَادَفَـتْ عَلَيْهِ النَّوَائِبُ

Barang siapa yang telah ditimpa musibah secara beruntun/terus menerus...

فَإِمَّــــا لِمَــحْوِ الـذَّنْبِ أوْ رَفْعِ رُتْبَةِ

Maka hal itu karena 2 perkara,untuk menghapus dosanya atau mengangkat derajatnya...

هَنِــيئاً لَــكُــمْ بِهَا فَـــقُومُوا بِحَقِّهَـا

Maka berbahagialah kalian dengan thoriqoh tijaniyah,kemudian laksanakanlah haknya...

وَلُــوذُوا بِـعَهْـدِهَا الـمَـتِـيـنِ بِـقُــوَّةِ

Berlindunglah pada perjanjian thoriqoh tijaniyah yang kokoh dengan kuat...

فَمَــا أحَــدٌ وَاللهِ فَــــازَ بِمِثْــلِ مَــا

Demi Allah tidak seorangpun yang sukses seperti

ظَــفِــرْتُــمْ بِــهِ مِنَ الْمَعَالِي السَّنِيَّةِ

Kesuksesan yang kalian peroleh dari derajat-derajat yang tinggi...

فَلَــمْ يُـعْـطَ لِلأَقْطَــابِ رُتْبَـتُكُمْ مَعاً

Kedudukan kalian tidak diberikan pada para aqthob(wali kutub) secara bersamaan...

مِنْ أجْلِ أبِي الْفَيْضِ التِّجَانِي عُدَّتِي

Hal itu karena Abul Faidl ahmad attijany rodliyallah 'anhu...

عَلَـيْكُــمْ بِشُـكْرِ اللهِ فِــي كُلِّ لَحْظَةٍ

Hendaklah kalian bersyukur pada Allah swt setiap saat...

عَلَـى نِعَـمٍ فَاضتْ وَعَمَّتْ وَخَصَّتِ

Atas nikmat-nikmat yang telah melimpah,merata dan khusus...

*الله يقبل علينا وعليكم بمحض فضله ورضاه*
=============================

#Achmad #Somady #Aroby
#pekalongan #selasa250918 #15muharrom40 #192

Buang keakuan

Sidi Ali Attamasini Attijani org awam 100%, tak pandai menulis langsung

Tapi Syeikh Tijani sebut sehelai rambut Sidi Ali Attamasini Attijani lebih berat dr 40 wali kutub

Jalan tijani bukan jalan byk ilmu, byk amal tp buang keakuan, tinggal diri sendiri, suhbah dgn ahlillah

Sayyidi

Rabu, 26 September 2018

SHOLAWAT FATIH PENYELAMAT DR SIKSA KUBUR

*SHOLAWAT FATIH PENYELAMAT DR SIKSA KUBUR*

Sayyidi Assyekh qutb alaqthob Ahmad bin Muhammad Attijany rodliyallah 'anhu berkata:

Ketahuilah bahwa dosa disa  di zaman ini tidak ada seorangpun yang bisa terlepas darinya. Karena  dosa dosa tersebut menimpa manusia seperti hujan lebat,akan tetapi perbanyaklah melakukan sesuatu yg bisa menebus dan melebur dosa dan yg paling dikuatkan adalah *SHOLAWAT FATIH* krn sholawat fatih tdk akan meninggalkan dosa sedikitpun.

Sayyidi Assyekh Ahmad Assukairij jg menceritakan dari Sayyid 'Alal Aljabiri bhw beliau(Sayyid 'Alal)bermimpi melihat dirinya tlh mati kemudian orang orang memandikan, mengkafankan dan menguburkannya.

Tatkala beliau berada didlm kubur, tiba2 dua malaikat penanya masuk dan duduk disisinya, kemudian salah satu dr kedua malaikat trsbt bertanya pdnya ttg siapa tuhannya, nabinya dll.

Ketika beliau(Sayyid 'alal) bersiap2 utk menjawab,tiba2 slh satu malaikat yg lain menciumnya lalu malaikat itu menoleh ke temannya seraya berkata: *"mari kita pergi menuju jalan kita.bgmn kamu akan menanyainya sdgkan ia adlh ASHHABUL FATIH (org2 yg suka membaca sholawat fatih)."*

Sayyid 'alal berkata :

kemudian kedua malaikat itu berdiri dan pergi dan beliaupun lalu bangun dr tidurnya.

*(KASYFUL HIJAB oleh SAYYIDI ASSYEKH AHMAD SUKAIRIJ ATTIJANI RODLIYALLAH 'ANHU)*

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩

سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين.

Selasa, 25 September 2018

MARTABAT ALKATMIYAH DAN KHATMIYAH

🌹EDARAN ZAWIYAH IRAAH 25🌹
🌹TORIQAH FADHLUL ILAHI🌹🌹MARTABAT ALKATMIYAH DAN KHATMIYAH🌹
وَسُئِلَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ مَا مَعْنَى الْمَكتُومُ؟ فَقَالَ هُوَ الَّذِي كَتَمَهُ اللهُ عَنْ جَمِيْعِ خَلْقِهِ حَتَّى الْمَلاَئِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ إِلاَّ سَيِّدُ الوُجُودِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّهُ عَالِمٌ بِهِ وَبِحَالِهِ وَهُوَالَّذِي حَازَ كُلُّ مَاعِنْدَ الْأَولِيَاءِ مِنَ الكَمَالاَتِ الإِلَهِيَّةِ, وَاحْتَوَى عَلَى جَمِيْعِهَا(رماح: 2 \495)
‏Dan ditanya Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu tentang apa maksud / makna Al Maktuum?... Beliau menjawab: Dia (adalah wali) yang dirahasiakan oleh Allah dari (pandangan dan pengetahuan) seluruh  mahluk-Nya. Bahkan para malaikat dan para nabi (tidak diberi tahu). Kecuali Sayyidul Wujud Rasulullah SAW. Sesungguhnya beliau mengetahui (siapa wali Al Maktum) itu dan juga tahu tentang hal Ahwalnya. Dan Dialah (Al Maktuum) yang menghimpun semua kesempurnaan sifat ilahiyah yang ada pada  para wali dan menjadi penjaga bagi semuanya. ".
(Rimah (cetakan terbaru) Jilid 2: 495).

قَالَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ: أَنَا سَيِّدُ الأَولِيَاءِ كَمَا أَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ سَيِّدُ الأَنْبِيَاءِ. (رماح: 2 \495)
‏Berkata Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu:
"Aku adalah penghulu bagi para wali sebagaimana Rasulullah SAW sebagai penghulu bagi para nabi. (Rimah (cetakan terbaru) Jilid 2: 495).

قَالَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ وَأَرْضَاهُ: لاَيَشْرَبُ وَلِيٌّ وَلاَيَشْقَى إلاَّ مِنْ بَحرِنَا مِنْ نَشَأَةِ العَالَمِ إِلَى النُّفِخُ فِى الصُّورِ. (رماح: 2 \495)
‏Berkata Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu wa ardhaahu: "Tak seorang walipun yang minum atau mengambil ilmu kewalian, kecuali ia mengambil dari lautan ilmu kewalianku, sejak permulaan alam diciptakan sampai ditiupnya sangkakala". (Rimah (cetakan terbaru) Jilid 2: 495).

وَقَد ثَبَّتَ عَن شَيخِنَا رَضِيَ اللهُ عَنهُ أَنَّ سَيِّدُ الوُجُودِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ أَخبَرَهُ يَقظَةً بِأَنَّهُ الخَتْمُ الْمُحَمَّدِي الْمَعْرُوفُ عِندَ جَمِيْعِ الأَقْطَابِ وَالصِّدِّقِينَ. بِأَنَّ مَقَامَهُ لاَ مَقَامَ فَوقَهُ فِى بِسَاطِ الْمَعْرِفَةِ بِاللهِ تَعَالَى وهَذَا الخَتْمُ هُوَ الْمُتَلَقَّى لِجَمِيْعِ مَا يُفِيْضُ مِنْ ذَوَاتِ الأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ مِنَ الإِمْدَادِ وَهُوَ الْمُفِيْضُ لِتِلْكَ الإِمْدَادِ عَلَى جَمِيْعِ الأَوْلِيَاءِ وَإِنْ لَمْ يَعْلَمُوا بِهِ. وَفَضْلُ سَيِّدُنَا الشَّيْخِ رَضِيَ اللهُ عَنهُ لاَيُحْصِرُ بِالْعَدَدِ وَلاَ يُدْرِكُ بِالقِيَاسِ وَلاَيُحِيْطُ بِهِ الأَقْلاَمُ وَلاَ يَعْلَمُ حَقِيقَةُ فَضْلِهِ إِلاَّ الله اَلَّذِي تَفَضَّلَ بِهِ عَلَيْهِ وَرَسُولِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ. (الخلاصة الوافية: 76)

‏"Dan benar benar telah ditetapkan, (sebuah) kabar dari Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu, bahwa sesungguhnya Sayyidul wujuud SAW memberinya kabar dalam keadaan sadar (bukan mimpi) bahwa dia adalah Al Khatmul Aulia' yang terkenal di kalangan para wali quthub dan para shiddiqiin. Bahwa sesungguhnya maqam beliau adalah maqam yang tidak ada lagi maqam diatasnya dalam maqam makrifah kepada Allah SWT,  dan (pemilik maqam) Al Khatam ini adalah Dia yang menerima langsung (aliran) madaad yang turun dari para nabi alaihimus shalatu was salaam, dan dia pula  yang membagi (aliran madad) tersebut kepada para setiap wali (quthub) walaupun mereka tidak tahu (hal tersebut). Dan keutamaan Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu tidak terhitung lagi jumlahnya, dan tidak bisa dijangkau dengan berbagai perumpamaan, dan tidak akan mampu ditulis dengan pena, dan tidak ada yang tahu hakekat keutamaannya kecuali Allah SWT yang memberikan keutamaan tersebut dan Rasulullah SAW".
(Al Khalashatul Waafiah :76).

Hakikat Hamba

Hakikat Hamba

Hamba (manusia) itu milik Tuannya (Allah)
Maka dia tak memiliki sesuatu apapun hatta dirinya sendiri
Hamba itu tidak meminta, menanti, mengharapkan ganjaran atau pembukaan kerna meminta pembukaan itu penghalang kepada pembukaan atau kurniaan

Hamba itu tidak mengharapkan ganjaran daripada tuannya
Dia tiada kehendak sendiri, hanya menurut kehendak tuannya
Dia tiada habuan sendiri
Dia memperkemaskan amalan namun tidak memandang kepada amalan tetapi memandang (syuhud) kepada tuannya

Hidupnya hanya untuk mengesahkan kehambaan kepada tuannya
Dia tak rasa amalnya sempurna
Dia tidak menisbahkan amalnya kepada dirinya kerana dia dan amalnya adalah milik tuannya
Dia tiada keakuan diri
Dia tiada menzahirkan ketuanan
Dia tidak mendakwa kelayakan atas amalnya untuk mendapat apapun kurniaan tuannya

Hamba itu tiada tujuan dengan tuannya
Dia tidak meminta-minta kepada tuannya kerna dia tahu tuannya pasti menguruskan halnya
Dia malu dengan taatnya seperti orang yang malu dengan maksiatnya
Dia tidak merasakan dirinya dekat dengan tuannya
Dia rasa hina kotor malu dekat tuannya
Itulah hamba sejati, hamba Allah

"Buang semua, dapat SEMUA"

####

SUBURKAN RASA HAMBA.

Rasa hamba yang subur pada diri seseorang akan  memusnahkan sifat-sifat mazmumah.
1)     Jika sifat dan rasa kehambaan itu amat kuat berlaku pada seseorang muslim itu ia akan menghilangkan @ memusnahkan sifat-sifat mazmumah seperti hilang rasa riak, sum’ah, sombong, pemarah, hasad dengki, dendam dan lain-lain lagi. Tapi apabila rasa sifat kehambaan itu tidak wujud maka akan lahirlah rasa ketuanan. Rasa ketuanan itulah yang melahirkan rasa sombong, riak, sum’ah, pemarah, hasad, minta dipuji, meninggi diri, dendam, tamak dan lain-lain lagi.

Kemudian jika sifat ketuanan jika dibiarkan subur, dibaja, maka akan lahirlah pada seseorang itu yang mana ia adalah milik Allah swt., maka jatuh dia kepada syirik. Waliyazubillah. Dan kalau dia orang yang berkuasa, maka dia akan menjadi orang yang sangat zalim dan kejam.

Oleh itu kita sebagai hamba, kenalah mempertajam dan menyuburkan rasa kehambaan itu agar segala sifat-sifat mazmumah hilang. Begitulah yang dituntut oleh Allah taala kepada hamba-hamba-Nya. Apabila dari rasa kehambaan itu menghilangkan sifat-sifat mazmumah seperti yang telah disebut tadi, maka automatiknya lahirlah pada diri seseorang itu, hamba yang muslim sifat merendah diri, malu, bertolak ansur, berkasih sayang, bertimbang rasa, mengutamakan orang lain. Bertawakal, sabar, rasa berdosa, rasa kurang, rasa lemah, rasa mengharap, memberi maaf, meminta maaf dan lain-lain lagi hingga merasa diri hina hingga merasa diri bersalah dan berdosa.

2)     Apabila rasa bertuhan benar-benar dihayati dan benar-benar mencengkam hati seseorang muslim di bawa ke mana-mana, maka apa yang akan berlaku pada seseorang itu ialah dia rasa diawasi dan diperhati oleh Allah taala. Rasa malu sentiasa wujud. Rasa takut tidak akan lagi dari seseorang itu. Dia akan benar-benar merasa yang dirinya di dalam kekuasaan Allah. Nasibnya benar-benar ditentukan oleh Allah taala. Maka apa yang akan berlaku pada seseorang itu ialah dia takut membuat dosa. Malu dengan Tuhan. Dia akan menjadi orang yang jujur dan ikhlas. Suka membuat baik. Dia akan menjadi orang yang beradab dan bersopan, berdisplin, menunai janji. Apabila terbuat dosa terseksa jiwanya. Sentiasa muraqabah, jiwanya sentiasa hidup dan terhubung dengan allah taala. Maka mereka itu di dalam keadaan macamanapun tetap tidak lalai. Apatah lagi mereka tidak akan hanyut di dalam arus kemaksiatan dan kemungkaran masyarakat. Mereka tetap dapat mengawal dan menjaga diri.

Dengan kata-kata lain, rasa bertuhan itulah menjadi benteng pada seseorang itu daripada melakukan dosa dan derhaka. Sekaligus ia juga merupakan anak kunci segala kebaikan.Olehitu hendaklah kita sentiasa tajamkan @ hidupkan rasa bertuhan di dalam hati kerana dengan rasa bertuhan itulah kita akan menjadi orang baik di dunia ini.

3)     Sebagai peringatan bahawa sembahyang dan ibadah yang banyak dilakukan oleh seseorang itu kalau tidak dapat dihayati, maka rasa kehambaan pada seseorang itu tidak akan lahir. Rasa bertuhan tidak akan tumbuh. Maka ibadah yang semacam bukan sahaja tidak dapat melahirkan orang merendah diri dan berkasih sayang tetapi akan lahir daripada sembahyang dan ibadahnya yang banyak itu sifat sombong & riak, sum’ah & ingin dipuji. Rasa diri bersih, takut dengan Tuhan tiada.

Oleh itu sembahyang dan ibadah yang sepatutnya menghubungkan diri seseorang hamba dengan Khaliqnya @ Tuhan, tapi ia akan menjadi hijab seseorang hamba itu dengan Tuhannya. Dosa yang semacam itulah biasanya mati tidak berampun, kerana seseorang itu dia tidak tahu atau merasa membuat dosa. Dosa itulah menyebabkan manusia mati di dlam su’ul khotimah kerana manusia, dia merasa membuat baik bukan membuat dosa & derhaka. Rupanya dia membuat dosa di atas saluran yang baik, membuat dosa & derhaka di dalam taat. Lahirnya nampak taat tapi batinnya derhaka. Mereka bersembahyang dan beribadah bukan untuk memusnahkan mazmumah tapi dengan ibadah itulah dia menyuburkan mazmumah.

“Wahai Tuhan! Berilah kami pimpinan! Engkau lihatkanlah diri kami lahir dan batin! Engkau lihatkanlah perkara yang seni-seni di dalam kebaikan dan kejahatan. Agar kami selamat daripada dosa-dosa yang susah hendak difahami. Amin! Ya Rabbal ‘Alamin.

CPF

Tausiyah 8/2017


11.5.17 jawi ms111
Berkata Sidi Ahsan, dan adalah nur mrk mengalahkan kegelapan syaitan, mrk suci dr segala tujuan dan habuan, nur mrk suci dr habuan serta Allah, dan martabat, lihatlah satu kalam ini, mengiringi syaitan dan martabat, disamakan syaitan dan martabat, martabat itu tanda suluk tarikat suluk, apabila martabat menghentikan mrk dr maksud utama mrk iaitu masuk ke dlm hadrat Allah, maka jadilah martabat itu ain syaitan, sbb itu disamakan kegelapan syaitan dan kegelapan syaitan, martabat yg menyibukkan kamu dr Allah, dan martabat itu menjadi habuan, tujuan kamu, ia dikira diri syaitan, yg tidak memahami akannya iaitu masalah tajarrud dr habuan dan martabat mrk tidak akan mencapai fitnah martabat, martabat sebesar hijab dr memandang akan Allah, ia menempati ujian dr Allah, yg diletakkan di atas jalan2, barangsiapa menganggap manis martabat2 serta terhenti di sana, jadilah martabat itu ain diri hijab/penghalang dan halak/binasa, maka yg dicela bukanlah diri martabat itu tp disebabkan niat yg masuk dlm martabat, spt mana seseorang yg hendak musafir ke satu2 tempat, lalu melihat tanda isyarat yg ditunjuk di jalanan yg dia ambil manfaat drnya, sesiapa yg berhenti di situ yakni di sisi tanda itu dan menyibukkan diri dgn tanda itu dan menganggap itulah tujuan safarnya, maka tanda itu telah menghalangnya dr sampai ke tujuan asalnya, cth lihat dan baca tanda kl 230km, terhenti di sana, bc tanda ulang lg, shg lama masanya di situ, adakah ia sampai ke tujuan asalnya, nescaya tidak, maka ingatlah bhw tanda (martabat) itu bukanlah utk menghalang kamu bahkan hendak menunjukkan maksudukum amamakum (tujuanmu di hadapanmu), jadi tanda itu yg di jalan Allah dinamakan martabat, makam2, faman wakofa halaka, sapa terhenti disitu shj maka binasalah ia, sepertimana dinyatakan bhw martabat itu bukanlah dicela pd asalnya, bahkan yg dicela ialah niat yg dimasukkan pd martabat itu, maka sesiapa yg zuhud dr memandang kpd martabat2, dia akan dilimpahkan sekalian martabat kpdnya, sbb itulah dlm tarekat naqsyabandiah ada amalan yg mengejutkanku yg bertepatan dgn masyrab kita, tatkala mrk tenggelam dlm zikir mrk, wakaf adadi, wakaf anfas, istilah dlm tarekat mrk, selalunya mrk ulang kalimah ini slps zikir, ilahi anta maksudi wa redhaka matlubi, tuhanku engkaulah maksudku dan redhamu tujuanku, kenapa syeikh maulana bahauddin naqsyabandi letak zikir ini dlm tarekatnya, adalah utk tazhid muridnya drpd terhenti pd apa yg terlihat ia pd ketika suluk itu, sbb dlm suluk itu akan terkasyaf kpd mrk rahsia2 alam, maka zikir itu memperingatkan mrk akan maksudnya adalah Allah, bukan selainNya, dan setiap perkara yg muncul yg berlainan dr haq (Allah) maka ia adalah hijab, wajiblah membuangnya, itulah maksud anta maksudi, x kira semua, x rai semua, aku tidak berpaling kpd selain Kamu.

Mutohhir (mukhlis) mutatohhar (mukhlas)

Maka diikhlaskan mrk, Allah mengikhlaskan mrk, perbezaan antara ikhlas dan mukhlas, jauh beza antara bumi dan langit, syuhud mrk (yg nak ikhlas) kpd ikhlas itulah ain hijab, adapun mukhlas itu tiada usaha ttp Allah yg mengikhlaskan mrk, kalaulah mrk bersungguh2 utk melakukan syirik iaitu menghadirkan selain Allah maka xkan menjadi krn mrk dipaksa ikhlas (maqhurun alal ikhlas), manakala org yg ikhlas itu ialah mrk yg berusaha utk ikhlas, perbezaan yg jauh sekali, iyyaka nakbudu waiyyaka nastaiin, mukhlas itu penghujung kpd muskhlis, khalas itu pemberian kurniaan Allah semata2, mukhlis dihalang dr khalas sbb syuhud mrk ikhlas, susah keluar dr hadrat ikhlas itu, maka mrk yg khalas kpd tuannya itulah mukhlas, taharah syarif asli, kesucian yg lain kasbi, lihatlah beza ketara antara asli dan kasbi, spt beza antara jauhar dan arad, dan satu kelompok drpd org yg terkemudian yg diserupakan mrk dgn org terdahulu iaitu salaf, kelebihan para sahabat bukanlah sbb byk amalan, dikhususkan dgn inayah Allah, spt matahari hadrat haq ttp di sisi Allah perumpamaan yg lebih tinggi, adapun ungkapan, umpama, keilmuan, kefahaman, dalil ketinggian kita itu hadis(baru) tiada syak lg, petunjuk kpd mrk yg berakal bukan yg lain, memadalah org yg bijak pandai itu kpd isyarat shj x perlu huraian yg panjang

Dan perumpamaan hijab2 100 ribu umpama habuan nafsu yg tidak menyukai kecuali hendak memakai pakaian tuannya, maka nafsu dicipta secara secara paksa serupa dgn empunya iaitu Allah, sbb itulah nafsu berusaha kpd ananiyyah iaitu keakuan, lihatlah kebesaran kurniaan Allah, keagungannya krn ia menanggung sifat ketuhanan, sbb itu dicipta segala kebaikan keseluruhannya iaitu mengembalikan nafsu kpd akhlak kehambaan iaitu menyalahi sifat yg ia hendak, maka pakaiannya itu pakaian ubudiah, mengapa nafsu berusaha utk menyerupai sifat ketuhanan? krn ruh itu makhluk yg diciptakan drpd kemurniaan nur Ilahi dan menanggung akan sifat ketuhanan, ada hadis nabi dlm hadia bukhari khalaqa Allah adam ala suratihi, diciptakan nabi adam dlm gambaranNya, maksudnya dia menanggung akan sifat2 ketuhanan, maka sbb itulah nafsu secara semulajadi (khilqatan) hendak menyerupai akan tuhannya, maka maksud dr ilmu tazkiyah dan tasawuf, iaitu hendak menghalang nafsu dr menyerupai tuhannya, dan pakaiannya pakaian kehambaan, maka apabila dia telah memperkemaskan kehambaannya, Allah akan mengizinkan nafsu tersebut utk menzahirkan sifat ketuhanan dan akan jadi nafsu sempurna, nafsu kamil, nafsu rabbani khalisatun, ttp dr bab ubudiyyah, dgn sbb kehambaan itulah maka ia kekal dgn sifat kehambaan, dipenuhi dalamannya dgn sifat uluhiyyah, itulah hamba yg sempurna, yg mana batinnya ketuhanan, dan zahirnya hamba, maka sekadar mana dia menzahirkan kehambaan sekadar itulah sifat rabbani tertanam dlm dirinya, ini timbangan ilahi, ala kadari itqanu sifatul ubudiyyati zohiran, ala qadri imtila'i sifatul ilahiyyatu batinan, sekadar mana bg hamba menzahirkan sifat kehambaan itulah petunjuk bhw diabadalah seirang hamba rabbani, mengikut arah ini,

Tidak terlihat di kalangan sahabat byk menzahirkan sifat rabbani, iaitu perkara yg mencarik adat, terbang dll mcm ahwal sufi, tidak terlihat di sisi mrk itu, jikalau kita menghimpunkan apa yg zahir pd sahabat, kumpulan semua sahabat, tidak sampai apa yg dizahirkan oleh seorang wali, ada seorang wali lebih keramat dr sekalian sahabat, krn sahabat mrk tersangatlah sempurna, tidak menzahirkan sifat ketuhanan, menyembunyikan akannya, pegang, tidak membiarkan ia keluar

Tausiyah 7/2017


Ms 22, Berkata Sidi Ahsan, maka syeikh tijani telah ambil zahirnyabdan batinnya dan batin batin, dan apa yv telah dizahirkan dan tersembunyi secara juzuk atau keseluruhan dr Nabi, dan syeikh adalah noktah hikmah, iaitu terhimpun pdnya setiap sesuatu, kesimpulan/ keseluruhan hokmah, krn syeikh telah mewarisi ahli nubuwwah, dr satu pihak bila mewarisi dr nabi muhammad, maka dia mewarisi sekalian dr nabi2 lain, satu pihak yg lain bhw khatmul wilayah adalah kolam terhimpun semua saliran anbiya yg dilimpahkan kpd wali2, sbb itu dinamakan pewaris sempurna nabi, perantara antara hadrat kenabian dan kewalian, merangkumi seluruh makam, meliputi atas rahsia mereka, telah mewarisi drpd penghulu nabi, dan berakhlak dgn akhlak ketuhanan dan kenabian, merangkumi segala rahsia qutub, iaitu terkumpul seluruh wali qutub yg lain, terdahulu atau terkemudian, beliaubadalah khatmul auliya, terhimpun segala saluran kenabian dan kewalian, tidak ada kewujudan bg nabi lain kecuali mazhar kpd nabi, begitu juga wali2 lain adalah mazhar (bayang) kpd khatmul auliya, sptmana dikatakan di sisi ahli tahkik bahawa kenabian itu jauhar fard nubuwwah yg tidak terima selainnya, begitu juga khatmul wilayah, huraian ini secara hakikat bukan personal/individu, bhw syeikh adalah jauharul fard wali2, hakikat hadrat tuhan juga jauharul fard, hakikat satu mazhar byk, maka syeikh merangkumi semua wali, wali2 lain bekas shj yg menanggung khatmul wilayah, sbb itu bekas berbeza2, umpama air hanya satu, bekas berbeza2

Dan merangkumi atas kewalian siddiqiyyah dan iman sekalian org mukmin, dan ihsan setiapbyg muhsinin,

Jauhar fard bukan atom, tp nukleus

Maka sempurnalah salinan kenabian, nusbah zat, diri, akjlak dan ciptaan, dan Allah telah sulukkan syeikh dlm daerah fadhl, Allah ada satu daerah luar daerah keadilan yg buat dpt, jika baik baik, yg Allah muamalah manusia, ada satu daerah asing yg luar daerah keadilan, iaitu daerah fadhl, jika ALLAH campakkan dia tiba2 dlm daerah ini, sempurnalah bgnya kejadian dunia dan akhirat, tarekat lain ada daerah fadhl iaitu daerah sayyidah fatimah azzahra, iatu keturunan ahlil bayt, mereka dicampakkan dpm daerah fadhl wp mrk ahli maksiat, spt ahli badar yg Allah berfirman, buatlah apa yg kamu suka krn kamu telah diampunkan, ini jaminan Allah, maksiat mrk tidak mengotori hakikat mrk, fatama maksudnya sekat keturunan dr api neraka, dan daerah fadhli itu intipati dr daerah fadhl, zubdah, plg ramai ahli hadrat tijani dr zuriat sayyidah fatimah, dan ada yg lain dr zuriat tp spt kaedah sayyidina salman dr ahlul bayt, kamu tenggelam lemas dlm perkara ini wp kamu tak tahu, awas, ini adalah kurniaan, ubat kpd syuhud kelayakkan adalah kurniaan, diberi wp x layak, kalu layak tidak dinamakan fadhli tp ata (balasan), sbb itu tijani bukan jalan amalan, tp seni muamalah dgn Allah, ahli fadhl perkemaskan lebih dr daerah fadhl sbb dia rasa malu dr fadhl, baok muamalah dgn tuhan, malu lebih dr ahli adil, ahli adil takut azab atau rugi,

Apabila kami tahu ini, maka ketahuilah bhw makam pengikut juga sama pd puji Allah, dan ketinggian hikumbyg tinggu, sesungguhnya makam ketinggian layak bg mrk iaitu makam tajrid, sekiranya ada kekurangan pd pengikut, dhn sekira2 suka pangkat, hadrat akan tarik dia jyga akhirnya krn ketuanan itu berlawanan dgn kehambaan, hasil tarbiah tijani adalah kerendahan, tp ahli Tijani dpt pangkat juga tp secara paksa, maka tidak terkesan mrk dgn kekurangan itu, karamah yg besar dlm tijani ialah iktikad yg baik kpd syeikh tijani, ramai mana wali x percaya kpd syeikh tijani, kenal syeikh tijani itulag kanz yg agung, spt lebihnya Islam bukan sbb quran, tp sbb nabi, syeikh adalah wali sempurna dr dulu shg tiup sangkakala,

Sarang ahli tijani adalah hadrat tijani, akan kembali ahli kpdnya wp mereka ahli maksiat, tarekat kita fadhlun min Allah, syukur dr hamba, tarekat fahdl wa syukur, rahsia tarekat ini adalah tajrid, jauh dr habuan dan tujuan

Ms 23, berkata sidi Ahsan, dan maksud kami hendaklah kamu tahubapa yg dibina atasnya oleh tarekat iaitu terhenti hamba di pintu tuannya dan pintu nabinya, walinya dgn Allah bikan dgn diri kamu, dgn amalan yg kamu disuruh aknnya, tajridlah dr amalan itu, sucilah lamu dr nisbah amalan kpd kamu wp kamu yg buat amal itu, tiada sesuatu apa pun kamu dgn amalan, kamu tempat penzahiran amalan tersebit, yg mana Allah telah perjalankan kamu dgn amalan itu bukan maksiat, kamu tahu bhw telah menjntit akan wazifah akan asbab dinia dan akhirat dr taat bhw Allah yg bertanggungjawab dgn ketuhanan beri buah asbab dr untung, pahala, syurga, ridwan, kasyaf dr natojah amalan, maka adab kita perkemaskan amalan dan tiada menanti natijah, krn ia natijah pengkhususan hadrat Allah, tiada berniat dlm beramal apa2 pun, maka tinggalkanlah tugas Allah, wp khatir dlm hati sekalipun, Allah yg beri taufik kpd kamu utk beramal, lihatlah 2 perkara tp yg lbh afdal tinggal juga, hendaklah kamu nemmandang bhw kamu beribadah supaya Allah cinta kamu krn Allah bila ia cinta kamu maka akan tajrid kamu dr selainNya, wp ada tujuan muhabbah tp bw kpd tajrid, sidi ahsan jg kata mahabbah jg gharad, sbb mahabbah itu dakwa kelayakan, tp tujuan ini dimaafkan, sebaiknya ditinggalkan takut murid masuk pintu kelayakan, siapa kamu utk Allah sayang, keduanya kamu menyembah Allah supaya dpt lihat Allah, dua tujuan ini terlebih rendah dr jalan kita, dan plg tinggi tajrid dr semua tujuan serta Allah, jalan kita buang niat sbb niat juga tujuan, mcm robot dpn tuhan, lihat tangan Allah yg menggerakkannya, sbb itulah perbuatan Allah, dia x campur urusan Allah, tarekat ini terbina atas dasar ukhuwwah antara murid dan guru,

Gharad benar ialah jd hamba benar kpd tuhan, nak jd ini kena buang gharad

Syuhud minnah/kurniaan = takut hilang minnah dan malu dpt minnah tanpa sbb, bukan syuhud diri sendiri

Yg halang kamu adalah tuhanmu, yg beri kamu juga tuhanmu, yg halang org kpd juga tuhanmu tuhan ada kekayaan mutlak,
Rasa Allah terima kita sbb org lain

Kamu spt kerusi, bolehkah kerusi cinta tuannya? X boleh,

Jabal massah, dkt tiznit, tpat keluar imam mahdi,

Dajjal keluar dr hullah, tempat antara syam dan iraq

Sayyidul wujud - syeikh tijani - sidi muhammad alghali - sidi ahmad muhammad alkansusi aljaafari alhasyimi - sidi alhaj alhusin alyifrini alhasani- mujaddid millah sudi alhaj alahsan alba'qili alhasani - sidi muhammad alhabib alba'qili alhasani - sidi abdulaziz AlBa'qili alhasani / sidi AlAhsan alyifrini alhasani

Sayyidul wujud - syeikh tijani - sidi ali attamasini alhasani - sidi muhammad alarabi assaihi alumari alqurasyi - sidi alhaj alhusin alyifrini

Dan pd wasiat syeikh dlm tarekat, bertaqwa kpd Allah, taqwa satu makam yg mengiringi suluk seseorang sehingga sampai ia, 9 makm dlm suluk boleh tinggal kecuali takwa, takwa mengikut martabat seseorang, taqwa martabat islam iaitu bertaqwa pd anggota, menjauhkan diri dr perkara yg haram, keduanya taqwa iman, jaga hati dr sifat syaitani, khuatir dr perkara yv Allah x suka, taqwa ihsan, iaitu menolak selain tuhan, dan termasuk selain tuhan adalah diri kamu, makma taqwa ini tidak meninggalkan anak murid selamanya, makam lain boleh tinggal spt zuhud, qabd dll, setelah itu telah ijmak ulamak atas taqwa ini, ada ahli suluk lunjur kaki bertaubat selama 40 tahun, hias taqwa krn Allah, sekadar kemampuan, ikhlaskan amal krn Allah, bagaimana nak ikhlas, bhw amalan itu dr Allah, Allah yg buat, kamu kartun, fana diri kamu, hancur diri kamu, nisbah amalan kpd Allah, melihat selain kamu memperlalukan atas diri kamu, Allah yg laku, maka dgn ini tiada takabbur, ujub, tiada ikhlas penuh selain ini, bukan mukhlis tp mukhlas iaitu Allah mengikhlaskannya, ikhlas dlm getak atau diam, kalu 99% krn Allah, ada 1% krn selainNya, maka Allah x rai amalan itu, krn itu syirik, kalu buat jrn diri sendiri juga selain Allah, fana makna hilang zat diri kamu, fana maknanya keluar dr kamu, fana a'zam keluar dr selain Allah dan dirinya sendiri, kalu x fana x boleh ikhlas, ikhlas sekadar mampu, dan hendaklah menjauhkan amalan dgn khasiat, krn itu memusnahkan amalan, ini utk ahlillah, kalu awam xpa lg, lihat perbuatan Allah pd diri kamu sbb itu xboleh masukkan tujuan sendiri, lihat kurniaan Allah = syuhud minnah, dan tidak meraikan habuan dlm setiap ibadah kamu, krn ia adalah sebesar2 halangan dr maksud yg sebenar iaitu jd hamba sebenar kpd Allah(tujuan yg dibolehkan), tujuan selain itu penghalang cahaya limpahan dr ilahi, kpd nabi, kpd wali, kpd kita, spt raja kalu nak suruh sesuatu x suruh direct kpd pengawal pintu, susunan hadrat ilahi, kalu nak masuk hadrat tanpa susunan maka umpama nak jumpa raja tanpa perantaraan, ini suul adab dgm Allah, tartib hadrah, rahsia agama ini adalah perantaraan, dan plg byk sbb xdtg kurniaan Allah sbb ada tujuan selain Allah, tujuan junjung perintah, membesarkan Allah, rasul, dan tidak lupa melihat kurniaan Allah pdnya, (syuhud minnah) adalah ubat keakuan, mcmana kita nak tahu? Allah yg beri dan Allah jg yg halang, ada yg lbh layak tp xdpt tp kita dpt, hanya ia layak terima kemurkaan, dilucutkan dan dihumban dr hadrat, semata2 kurniaan Allah, tiada yg lain, inilah wasiat intipati jalan ini, atas asas ini dikarang kitab ini, lihat juga kpd kitab sauqul asrar, utk rasa kehambaan, jgnlah bercita2 atas Allah sesuatu di penghujung ihsan dan itqan

Naiklah syariat dan minum i intipati, disyariatkan utk diguna, tauhid wujhah tanpa gharad, doa secara lisan, hati kpd Allah, ada yg tinggal doa mutlak, ini jalan suluk, yg sempurna doa lisan, hati kpd Allah, spt nabi, menzahirkan hajat, hati dgn Allah, menzahirkan kehambaan, tuan suka hambaNya menzahirkan kelemahan, doa dpt xdpt sama, tiada gusar hati, tiada tamak, Allah yg tahu maslahat diri kita lebih dr diri kita, tinggalkanlah tadbir diri kamu,

Org yg sakit itu suka kpd mudarat, maka itulah adat kamu tinggal lisan ubudiyah,

Kehambaan mmg berhajat kpd tuannya, itulah lisan kehambaan, kehambaan terbina atas ihtiyaj /berharap kpd tuhan,

Ahli tarikat pertama menguasai hal mereka dan hal tidak mengusai mereka, dan tidak terikat dgn kejadian alam, krn mereka berpaling drpdnya, dan dr yg berkait dgn iradat dan org2 yg ada iradat sendiri dr rasa2 makam, dan kedudukan, krn tarekat iradat membuay satu rumus khas utk rasa2 mrk supaya tidak diketahui oleh org lain, berbeza dgn tarikat pertama yg sama hal mrk jika diketahui umum, krn mrk tidak nyata pd mrk dgn rumus2 rahsia dan kewalian bahkan mrk spt awam yg suci batin2 mrk dgn Allah, maka mrk bergerak dan diam dgn Allah secara paksa

Jadilah spt kapak yg tertakluk di bwh hukum takdir Ilahi, pd keadaan spt mayat yg hidup yg tiada ikhtiar, kapak yg tiada ikhtiar bgnya tp bwh hukum sapa yg pegang, yg tiada iradat yg disediakan tertakluk di bwh hukum, jadilah engkau seorang yg arif, apabila engkau telah mengenali diri engkau dengan kelemahan, kehinaan, dan semua kekurangan kemanusian, engkau akan mengenali tuhan engkau dgn sifat kekayaan dan kemuliaan, dan paksaan dan kesempurnaan zat, maka ketahuilah setiap kesempurnaan tiada tempat bg hamba, apabila nyatalah kesempurnaan pd hamba maka sesungguhnya zahirlah kesempurnaan tuannya, kesempurnaan pd hamba bukanlah asal, tp hanyalah pinjaman, bukanlah zat, dan makna berkata engkau Alhamdulillah maknanya itu kesempurnaan zat asli itu hanyalah Allah, dan yg ada pd  selainNya dr kesempurnaan itu hanyalah sementara, hanyalah anugerah, bukanlah dgn amal,

Kasbun = kita tempat zahir ciptaan/takdir Allah, bekas shj, tiada usaha atau amal sendiri, adapun usaha, kuasa, dan amal itu anugerah dr Allah,

Jabariyah nisbah semua kpd Allah, baik atau buruk, ini buruk adab dgn Allah

Mujtazilah lwn jabariyah nisbah semua baik atau buruk kpd manusia, org cipta amalan sendiri, bila Allah tahu kita buat?  Slps org itu buat, baru Allah tahu, mrk menafikan ciptaan Allah pd amalan manusia.

Jabariyah letak aib kekurangan kpd Allah

Muktazilah kata kita cipta amalan sendiri, menafikan khaqul Allah pd af'al, kata bila kita buat baru Allah tahu, maka sifat Allah baharu, maka mrk beza antara zat dan sifat Allah, kalamullah? Zat atau sifat? Muktazilah kata kalamullah itu sifat, maka quran itu baru,

Muktazilah nak satu neraca keadilan lalu tidak menisbahkan amalan bukan dr tuhan, mustahil bg tuhan hukum jika amalan/takdir dosa dr tuhan, guna logik akal, kita yg buat salah bukan tuhan, tapi agama ini bukan neraca akal shj, wp niat asal baik tp terjerumus dlm kesesaran akhirnya
Maka, mrk termasuk dlm masalah mujbar atau muasayyar, kita dipaksa atau diberi pilihan,
Satu kisah ada
Maka rasulullah larang umatnya bicara secara mendalam dlm hal ini,
Muktazilah xikut amaran nabi ini, wasil ibn ata anak murid syeikh hasan albasri iktizal dr gurunya, satu masalah, iaitu kita dipaksa atau ikhtiar sendiri, mcmana dihukum kalu semua dr Allah, jd mrk berpendapat bhw tuhan hanya lihat tiada kuasa sblm kita buat,

Qadariyah majusi umatku, menafikan kuasa Allah atas makhluk, wasil dr parsi,