Ini adalah blog pengenalan kepada maksud kehambaan sebenar kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Semoga Allah memberikan kefahaman kepada kita semua.
Selasa, 11 Disember 2018
Sultan Muhammad Al Fatih bukti benarnya Aqidah Imam Asy'ari
SHOLAWAT MENARIK PERHATIAN DAN FADL ALLAH
#FAIDLOH #TIJANIYAH
#SHOLAWAT #MENARIK #PERHATIAN #DAN #FADL #ALLAHSWT
*بِسٔمِ اللّٰهِ الرَّحٔمٰنِ الرَّحِئمِ ،الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩*
*SYEKHUNA AHMAD BIN MUHAMMAD ATTIJANY RODLIYALLAH 'ANHU BERKATA :*
Dan bahwa Allah swt sangat besar kecintaan dan perhatiannya pada Rosulullah saw,maka barangsiapa yang Allah swt melihatnya bertawajjuh dengan SHOLAWAT pada kekasih-NYA saw,niscaya Allah swt akan memperhatikan nya karena kecintaan orang tersebut pada kekasih-NYA dengan bersholawat padanya.
Bentuk kecintaan dan perhatian dari Allah swt pada orang yang bersholawat,apabila orang tersebut menekuni sholawat atas Nabi saw adalah seandainya orang tersebut datang menghadap Allah swt dengan membawa dosa semua penghuni bumi mulai dari wujud nya alam semesta sampai akhir dengan dosa yang berlipat-lipat,niscaya Allah swt akan memasukkan semua dosa tersebut dalam lautan maaf dan fadlnya dan Allah swt akan menghadapkannya dalam mencapai angan-angan nya diakhirat dengan menyampaikan nya pada martabat keridloan-NYA yang paling tinggi...dan hukumnya dialam ghoib : setiap kali malaikat naik pada Allah swt dengan membawa shohifah(lembaran)amalnya yang penuh dengan dosa,Allah swt berfirman pada malaikat : sesungguhnya ia memiliki perhatian pada kekasih kami saw,dosa-dosanya tidak seperti dosa-dosa orang lain...ia tidak akan terkena siksa seperti para pendosa lainnya...
Dikutip dr kitab :
*(JAWAHIRUL MA'ANI)*
*الله يقبل علينا وعليكم بمحض فضله ورضاه*
=============================
#Achmad_Somady_Aroby#
#Brebes_selasa111218_04robiulakhir40_211#
Ahad, 9 Disember 2018
Kisah Sultan Ahmad l yang kasihkan Rasulullah
Sabtu, 8 Disember 2018
MENGENAL MARTABAT SYEIKH AHMAD TIJANI رضي الله عنه
MENGENAL MARTABAT SYEIKH AHMAD TIJANI رضي الله عنه.
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على سيدنا محمدن الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم..
Pernyataan Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijani ra bahwa dia adalah Al Khatmul Auliya' Al Quthbul Maktum,
Diceriterakan dalam kitab Rimah (cetakan terbaru) jilid: 2 halaman 496, bersumber dari ceritera Sayyidi Muhammad Al Ghali Abu Thalib ra.
bahwa pada suatu malam di hadapan para murid murid beliau yang berkumpul di zawiyahnya,
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani ra, memanggil Sayyidi Syeikh Muhammad Al ghali Abu Thalib ra. dia adalah salah satu sahabat besar beliau yang terkenal kealiman dan ketinggian pangkat, himmah serta kewaliannya.
Dia juga tergolong syurafa' (kata tunggalnya syarif), yaitu sebutan bagi mereka yang tergolong keturunan Rasulullah SAW dari Sayyidah Fathimah Az Zahra Al Batuul ra. dengan suaminya Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallaahu wajhahu.
Dia juga termasuk sahabat Sayyidi Syeikh yang berani bertanya jika ada hal hal yang memang perlu untuk ditanyakan.
Ketika beliau sudah hadir dan para sahabat besar yang lain juga berkumpul, Sayyidi Syeikh minta persaksian dan mengatakan:
قَدَمَايَ هَتَانِ عَلَى رَقَبَةِ كُلِّ وَلِيِّ للهِ تَعَالَى
"Kedua kakiku ini berada diatas pundak semua Wali Allah SWT"
Sayyidi Syeikh Muhammad Al Ghali Abu Thalib ra bertanya, "Ya Sayyidi, apakah tuan berada dalam keadaan tetap sadar atau dalam keadaan tidak sadar dan hilang akal?"..
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani ra, menjawab:
بَلْ أَنَا فِى الصَّحَو وَالبَقَاءِ وَكَمَالُ العَقْلِ, وَللهِ الحَمْدُ وَالْمِنَّةِ
"Bahkan saya berada dalam keadaan sehat dan tetap sadar serta akal yang sempurna, dan bagi Allah segala puji dan karunia".
Lalu Sayyidi Muhammad Al Ghali ra bertanya lagi: lalu bagaimana pendapat Tuan tentang pernyataan Sayyidi Syeikh Abdul Qadir Al Jailani ra yang menyatakan:
قَدَمِي هَذِهِ عَلَى رَقَبَةِ كُلِّ وَلِيِّ للهِ تَعَالَى
"Satu kakiku ini berada diatas pundak semua Wali Allah SWT"
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani radliyallaahu anhu menjawab:
صَدَقَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ يَعْنِي أَهْلُ عَصْرِهِ,وَأَمَّا أَناَ فَأَقُولُ قَدَمَايَ هَتَانِ عَلَى رَقَبَةِ كُلِّ وَلِيِّ للهِ تَعَالَى مِنْ لَدُنَّ أَدَمَ اِلَى النُّفِخَ فِى الصُّوْرِ
"Benar (pernyataan) Syeikh Abdul Qadir Al Jailani ra itu.
Maksudnya untuk para auliya' yang hidup pada zaman beliau */.
Sedangkan (khusus) aku, maka aku katakan: "Kedua kakiku ini berada diatas pundak semua Wali Allah SWT sejak Nabi Adam as sampai ditiupnya sangka kala (kiamat)".
*/ Maksudnya Sayyidi Syeikh Abdul Qadir Al Jailani ra adalah Sulthanul Auliya' pada zaman beliau masih hidup, adapun setelah beliau wafat maka jabatan itu pindah kepada Wali Quthub berikutnya.
Karena dalam setiap zaman harus ada 124000 wali, dan yang memegang pucuk pimpinan adalah seorang Wali Quthub.
Lalu Sayyidi Muhammad Al Ghali Abu Thalib ra bertanya lagi:
Bagaimana Ya Sayyidi, jika suatu saat nanti ada orang lain berkata seperti yang tuan katakan:
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani radliyallaahu anhu menjawab
لاَيَقُولُهُ أَحَدٌ بَعْدِي
"Tak seorangpun yang akan berkata seperti ini setelahku"
Lalu Sayyidi Muhammad Al Ghali ra bertanya lagi:
Ya Sayyidi, Tuan mempersempit kesempatan atas turunnya rahmat dan karunia Allah Yang Maha Luas.
Bukankah Allah itu Maha Kuasa untuk memberi futuh kepada seorang Wali, lalu Dia memberinya ; fuyudhat, tajalliyat, minnah, ma'rifah, ilmu ilmu, hikmah, asraar, taraqqiyaat dan ahwal yang lebih banyak dari pada yang diberikan kepada tuan?...
Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani radliyallaahu anhu menjawab:
بَلَى قَادِرٌ عَلَى ذَلِكَ وَأَكْثَرَ مِنهُ وَلَكِنْ لاَ يَفعَلُهُ لِأَنَّهُ لَمْ يُرِدْهُ, أَلَمْ يَكُنْ قَادِرًا عَلَى أَن يَنْبِئُ أَحَدًا وَيُرسِلُهُ إِلَى الخَلقِ وَيُعطِيَهُ أَكثَرُ مِمَّا أَعْطَى مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ, وَهَذَا مِثْلُ ذَلِكَ مَا أَرَدَهُ فِى الأَزَلِ وَلَمْ يُسَبِقُ فِيهِ عِلْمُهُ تَعَالَى.(رماح : 2 \ 496)
"Benar, Allah SWT berkuasa berbuat seperti itu bahkan yang jauh lebih besar sekalipun.
Tapi tidak akan dilaksanakan karena Allah tidak menghendakinya, Bukankah Allah SWT berkuasa untuk mengangkat seorang Nabi (lagi) dan diutus untuk makhluk-Nya dan memberinya karunia yang lebih banyak dari pada yang diberikan kepada Rasulullah SAW?
Dan itulah perumpamaannya. Allah tidak menghendaki sejak zaman azali (sebelum alam ada), dan hal tersebut tidak tercantum (terencana) dalam ilmu Allah SWT". (Rimah cetakan terbaru: Jilid 2 halaman: 496)
Catatan penting:
Dipanggilnya Sayyidi Syeikh Muhammad Al Ghali Abu Thalib sebagai saksi, mempunyai makna yang sangat besar sekali. Karena masalah yang akan dikabarkan oleh beliau adalah masalah dan tanggung jawab sangat besar, maka dalam hal ini dibutuhkan saksi saksi dari orang orang besar dan punya pengaruh yang besar pula. Gunanya adalah untuk kepentingan masa depan, agar tidak ada fitnah dan pelecehan.
Dalam berbagai kesempatan, Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani ra, telah memberikan berbagai penjelasan tentang Al Khatmul Auliya', Al Quthbul Maktuum, baik berupa sifat sifat maupun keutamaannya diantara para awliya'.
Diantara penjelasan penting yang menggambarkan betapa tingginya kedudukan beliau disisi Allah SWT dan Rasulullah SAW dan perbandingannya dengan para awliya' yang lain berikut ini kami kutip secara berturut turut sebuah penjelasan yang terdapat dalam ktab Al Khalashatul waafiyah halaman 76 sebagai berikut:
أَمَّا فَضْلُ الشَّيخِ سَيِّدَناَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ فَهُوَ شَهِيرٌ وَظَاهِيرٌ كَاالشَّمسِ فِى وَسَطِ السَّمَاءِ فَهُوَ القُطْبُ الْمَكْتُومِ وَالكَنْزُ الْمُطَلْسَمِ وَالخَاتِمِ لِلأَقطَابِ الْمُحَمَّدِيِّينَ وَالأَولِيَاءِ الصَّالِحِينَ، فَلَيسَ لِوَلِيٍّ مِنَ الأَولِيَاءِ مَرْتَبَةً تُسَاوِي مَرتَبَتُهُ وَلاَ مَقَامَ أَسْمَى وَأَرْفَعُ مِنْ مَقَامِهِ وَلاَ مَشْرَبَ أَوسَعَ وَأَتَمَّ مِنْ مَشْرَبِهِ, فَمَشْرَبُهُ جَامِعُ لِجَمِيْعِ مَشَارِبِ الطُرُقِ, فَهُوَ مُخْتَصُّ بِهِ رَضِيَ اللهٌ عَنْهُ. (الخلاصة الوافية: 76)
"Adapun keutamaan Syeikh Sayyidina ra, sebenarnya samgat terkenal dan terang benderang bagaikan matahari di tengah cakrawala langit. Dia adalah Al Quthbul Maktuum (wali quthub yang dirahasiakan), dan gudang rahasia (uluhiyah dan rabubiyah), dan penutup bagi martabat para wali quthub dari ummat Nabi Muhammad SAW, dan para wali yang shalih, maka tak ada seorang walipun yang punya martabat sebanding dengan martabat beliau,
dan tidak ada maqam yang lebih mulya dan lebih tinggi dari maqam beliau, dan tidak ada masyrab (telaga ilmu kewalian) yang lebih luas dan lebih sempurna dari masyrab beliau,
sedangkan masyrab beliau adalah kumpulan dari masyrabnya seluruh thariqah, dan hal tersebut dikhususkan untuk Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijani radliyallaahu anhu". (Al Khalashatul Waafiyah:76)
Berikut ini kami kutip beberapa pernyataan beliau berkaitan dengan tugas dan haliyah Al Quthbul Maktuum, antara lain:
.
قَالَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ وَنَفَعَنَا بِأَسْرَارِهِ وَعُلُومِهِ : قَدْ أَخبَرَنيِ سَيِّدُ الوُجُودِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ بِأَنِّي القُطبُ الْمَكتُومِ مِنْهُ إِلَيَّ مُشَافَهَةً يَقْظَةً لاَمَنَامًا(رماح: 2 \495)
Berkata Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu, dan semoga kita mendapat manfaat dari asrar dan ilmunya:
Benar benar telah mengabarkan kepadaku Sayyidul Wujud Rasulullah SAW bahwa sengguhnya aku adalah Al Quthbul Maktuum, (kabar ini) disampaikan langsung dari beliau kepada saya dalam keadaan sadar (yaqadzah) bukan dalam mimpi".(Rimah (cetakan terbaru) Jilid 2: 495).
وَسُئِلَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ مَا مَعْنَى الْمَكتُومُ؟ فَقَالَ هُوَ الَّذِي كَتَمَهُ اللهُ عَنْ جَمِيْعِ خَلْقِهِ حَتَّى الْمَلاَئِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ إِلاَّ سَيِّدُ الوُجُودِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّهُ عَالِمٌ بِهِ وَبِحَالِهِ وَهُوَالَّذِي حَازَ كُلُّ مَاعِنْدَ الْأَولِيَاءِ مِنَ الكَمَالاَتِ الإِلَهِيَّةِ, وَاحْتَوَى عَلَى جَمِيْعِهَا(رماح: 2 \495)
Dan ditanya Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu tentang apa maksud / makna Al Maktuum?...
Beliau menjawab:
Dia (adalah wali) yang dirahasiakan oleh Allah dari (pandangan dan pengetahuan) seluruh mahluk-Nya. Bahkan para malaikat dan para nabi (tidak diberi tahu). Kecuali Sayyidul Wujud Rasulullah SAW. Sesungguhnya beliau mengetahui (siapa wali Al Maktuum) itu dan juga tahu tentang hal ihwalnya. Dan Dialah (Al Maktuum) yang menghimpun semua kesempurnaan sifat ilahiyah yang ada pada para wali dan menjadi penjaga bagi semuanya. ".(Rimah (cetakan terbaru) Jilid 2: 495).
قَالَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ: أَنَا سَيِّدُ الأَولِيَاءِ كَمَا أَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ سَيِّدُ الأَنْبِيَاءِ. (رماح: 2 \495)
Berkata Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu: "Aku adalah penghulu bagi para wali sebagaimana Rasulullah SAW sebagai penghulu bagi para nabi. (Rimah (cetakan terbaru) Jilid 2: 495).
قَالَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ وَأَرْضَاهُ: لاَيَشْرَبُ وَلِيٌّ وَلاَيَشْقَى إلاَّ مِنْ بَحرِنَا مِنْ نَشَأَةِ العَالَمِ إِلَى النُّفِخُ فِى الصُّورِ. (رماح: 2 \495)
Berkata Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu wa ardhaahu:
"Tak seorang walipun yang minum atau mengambil ilmu kewalian, kecuali ia mengambil dari lautan ilmu kewalianku, sejak permulaan alam diciptakan sampai ditiupnya sangkakala". (Rimah (cetakan terbaru) Jilid 2: 495).
وَقَد ثَبَّتَ عَن شَيخِنَا رَضِيَ اللهُ عَنهُ أَنَّ سَيِّدُ الوُجُودِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ أَخبَرَهُ يَقظَةً بِأَنَّهُ الخَتْمُ الْمُحَمَّدِي الْمَعْرُوفُ عِندَ جَمِيْعِ الأَقْطَابِ وَالصِّدِّقِينَ. بِأَنَّ مَقَامَهُ لاَمَقَامَ فَوقَهُ فِى بِسَاطِ الْمَعْرِفَةِ بِاللهِ تَعَالَى وهَذَا الخَتْمُ هُوَ الْمُتَلَقَّى لِجَمِيْعِ مَا يُفِيْضُ مِنْ ذَوَاتِ الأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ مِنَ الإِمْدَادِ وَهُوَ الْمُفِيْضُ لِتِلْكَ الإِمْدَادِ عَلَى جَمِيْعِ الأَوْلِيَاءِ وَإِنْ لَمْ يَعْلَمُوا بِهِ. وَفَضْلُ سَيِّدُنَا الشَّيْخِ رَضِيَ اللهُ عَنهُ لاَيُحْصِرُ بِالْعَدَدِ وَلاَ يُدْرِكُ بِالقِيَاسِ وَلاَيُحِيْطُ بِهِ الأَقْلاَمُ وَلاَ يَعْلَمُ حَقِيقَةُ فَضْلِهِ إِلاَّ الله اَلَّذِي تَفَضَّلَ بِهِ عَلَيْهِ وَرَسُولِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ. (الخلاصة الوافية: 76)
"Dan benar benar telah ditetapkan, (sebuah) kabar dari Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu, bahwa sesungguhnya Sayyidul wujuud SAW memberinya kabar dalam keadaan sadar (bukan mimpi) bahwa dia adalah Al Khatmul Auliya' yang terkenal di kalangan para wali quthub dan para shiddiqiin. Bahwa sesungguhnya maqam beliau adalah maqam yang tidak ada lagi maqam diatasnya dalam masalah kema'rifahan kepada Allah SWT, dan (pemilik maqam) Al Khatmu ini adalah Dia yang menerima langsung (aliran) madaad yang turun dari para nabi alaihimus shalatu was salaam, dan dia pula yang membagi (aliran madad) tersebut kepada para setiap wali (quthub) walaupun mereka tidak tahu (hal tersebut).
Dan keutamaan Sayyidi Syeikh radliyallaahu 'anhu tidak terhitung lagi jumlahnya, dan tidak bisa dijangkau dengan berbagai perumpamaan, dan tidak akan mampu ditulis dengan pena, dan tidak ada yang tahu hakekat keutamaannya kecuali Allah SWT yang memberikan keutamaan tersebut dan Rasulullah SAW". (Al Khalashatul Waafiah :76).
Jumaat, 7 Disember 2018
Sejarah dan Keunikan Kota Fes
Sejarah dan Keunikan Kota Fes.
Kota Fez lebih dikenal sebagai kota spiritual dan budaya di Maroko. Kota Fez dibangun oleh Raja Idris I pada tahun 789 Masehi. Kemudian putranya, Idris II, melanjutkan pembangunan kota hingga tahun 810 Masehi. Menyebut kota Fez tentu ingatan langsung mengarah kepada Masjid dan Universitas Kairouyine yang berada di tengah kota tersebut..
Masjid dan Universitas Kairouyine itulah yang membuat kota Fez populer sebagai kota spiritual. Masjid dan Universitas Kairouyine menjadi tujuan menuntut ilmu dari mancanegara, baik dari dunia Islam maupun Eropa (pada masa kejayaan Islam).
Kota Fez semakin kuat warna spiritualnya karena juga terdapat Mausoleum pendiri Tarekat Tijaniyah, yakni Abul Abbas Ahmad bin Muhammad bin al Mukhtar at Tijani (1737-1815).
Tarekat Tijaniyah mempunyai jutaan pengikut di seantero dunia Islam, termasuk banyak juga pengikutnya di Indonesia. Ribuan penziarah mengunjungi kota Fez untuk mencari berkah di Mausoleum pendiri Tarekat Tijaniyah itu.
Kota Fez. terdiri dari dua bagian, yaitu kota baru dan kota lama. Dari atas bukit, kota Fez lama tampak bak hamparan kawasan eksklusif dengan rumah-rumah atau bangunan yang berimpit-impitan. Seperti halnya kota-kota Arab lama, kota Fez lama juga dikelilingi tembok tinggi (tingginya sekitar 5 meter) dengan memiliki beberapa pintu masuk. Kota Fez lama yang juga dikenal dengan nama Fez Al Bali hanya bisa dimasuki dengan jalan kaki atau naik sepeda. Kendaraan beroda empat tidak bisa masuk kota Fez lama
Sejak 1.000 tahun lalu, wujud kota Fez seperti ini, tidak berubah sama sekali. Sungguh menakjubkan melihat di dalam kota Fez lama itu. Sebuah sistem kehidupan mandiri dan eksklusif dengan infrastruktur kota yang lengkap. Di dalam kota Fez lama, terdapat toko-toko, sekolah-sekolah agama, rumah-rumah penduduk, restoran-restoran yang berhadap-hadapan dengan hanya dipisah jalan sempit selebar sekitar 2 meter saja.
Penduduk kota Fez lama tidak perlu lagi keluar kota karena semua kebutuhan hidup dasar telah terpenuhi di dalam kota lama, semisal kebutuhan pangan, pendidikan, klinik kesehatan, serta masjid-masjid yang bertebaran di dalam kota lama.
Berada di dalam kota Fez lama tidak berlebihan jika seakan merasakan hidup seperti suasana berabad – abad lampau. Sering kali jalan-jalan sempit yang menghubungkan satu tempat dengantempat lain di dalam kota Fez lama remang-remang agak gelap.
Tentu tak melupakan ziarah ke Masjid dan Universitas Kairouyine yang legendaris dan terletak di tengah kota lama. Saat ini, Universitas Kairouyine tetap menjadi pusat menuntut ilmu agama para pelajar dari dunia Islam, termasuk Indonesia. Menurut data KBRI Rabat, mahasiswa Indonesia yang belajar di Maroko sebanyak 100an mahasiswa, termasuk di antaranya yang belajar di Universitas Kairouyine.
Setelah mengunjungi Masjid dan Universitas Kairouyine, lalu melanjutkan ziarah ke Mausoleum pendiri Tarekat Tijaniyah, yakni Abul Abbas Ahmad bin Muhammad bin al Mukhtar at Tijani. ”Anda dari Indonesia, ya? Banyak orang Indonesia datang ke sini,” kata salah seorang penjaga Mausoleum pendiri Tarekat Tijaniyah itu. Ia lalu menemani masuk ke dalam Mausoleum sambil menjelaskan tempat-tempat yang ada di dalamnya. Hanya beberapa langkah kaki masuk ke dalam Mausoleum, sudah terdengar suara alunan ayat-ayat suci Al Quran yang dibaca oleh para peziarah.
”Di sini pasti ada orang dari mancanegara, dari Afrika, Asia, atau negara Arab lain yang tinggal berhari-hari, bahkan berminggu-minggu di dalam Mausoleum untuk mencari barakah,” katanya.
Fez kini merupakan kota ketiga terbesar di Maroko, setelah Casablanca dan Rabat, dengan penduduk 946.815 jiwa (dalam sensus tahun 2004). Fez juga disebut satu dari empat ibu kota monarki di Maroko, selain Marrakesh, Meknes, dan Rabat. Pasalnya, hampir semua monarki yang berkuasa di Maroko selalu menjadikan kota Fez sebagai ibu kotanya. Pada masa dinasti Almohad (1130-1269), kota Fez merupakan kota terbesar di dunia, yakni persisnya dari tahun 1170 hingga 1180. Fez juga saat itu dikenal sebagai pusat kota ilmu pengetahuan dan keagamaan, di mana kaum Muslim dan Kristen dari Eropa datang ke Fez untuk menimba ilmu. Pada masa dinasti Marinid (1269-1420) dan masa kerajaan Fez (1420-1554) dikenal masa tumpleknya imigran Muslim dari Spanyol ke kota Fez, menyusul jatuhnya kejatuhan Spanyol pada tahun 1492.
Warga Arab dari Tunisia juga pernah berduyun-duyun datang dan menetap di kota Fez, yang membuat kota tersebut semakin berkarakteristik Arab dan muncul distrik Adwat Al Andalus dan Adwat al-Qarawiyyin. Fez lalu di bawah Dinasti Saadi sejak 1554 hingga 1649. Sejak tahun 1649, Fez menjadi pusat negeri Maroko dan sebagai pusat perdagangan kaum Berber di Afrika Utara. Hingga abad ke-19 Masehi, hanya kota Fez yang dikenal sebagai pusat produksi tarboosh (topi khas Arab), sebelum kemudian juga dibuat di Perancis dan Turki.berkunjung ke kota fes, pastinya akan melihat papan spanduk yang bertuliskan, ya bole dikata semua bahasa, tulisan ini bisa kita jumpai di jalan bab julud, jalan menuju univ. qurawiyyin bahasa indonesiapun hadir di papan ini dengan arti senyum kau di fes.
Kota Fez menjadi wilayah independen yang dipimpin oleh Raja Yazid (1790-1792) dan Abu’r Rabi Sulayman (1792-1795). Raja tersebut kemudian ditaklukkan oleh Maroko. Pada tahun 1819-1821, kota Fez menjadi bagian dari wilayah kaum pemberontak yang dipimpin oleh Ibrahim ibn Yazid. Pada tahun 1830, kota Fez kembali jatuh ke tangan kaum pemberontak yang dipimpin Muhammad ibn Tayyib. Pada tahun 1912-1956, kota Fez bagian dari wilayah Maroko Spanyol.
Fez dikenal sebagai ibu kota Maroko dalam sepanjang masanya hingga tahun 1912. Pada tahun 1912, ketika Maroko di bawah pendudukan Perancis, maka dipilih Rabat sebagai ibu kota baru Maroko hingga saat ini. Namun, Fez tetap bertahan sebagai kota spiritual dan budaya di Maroko hingga hari ini.
Jika kawan-kawan atau wisatawan berkunjujg ke kota fes, dan menganut agama islam tentunya akan mengingat kitab rujukan dalam mempelajari bahasa arab yaitu kitab al-jurumiyah, pengarang kitab ini berasal dari kota fes, maroko, sebut saja syekh shonhaji ibnu asyir. Itulah sejarah singakat kota fes, dalam ruang lingkup madinah qodimah (kota lama) dan madinah jadidah (kota baru).
Cpf
SELAWAT FATIH ADALAH SELAWAT MAKRIFAT
SELAWAT FATIH ADALAH SELAWAT MAKRIFAT DAN HAKIKAT,
SELAWAT DRPD AULIYA TIDAK BOLEH DIUBAH ATAU DITAMBAH SESUKA HATI
DIBACA AKANNYA SEPERTIMANA DITERIMA AKANNYA
╮┅━━❀ 🍃🌼🍃❀━━┅╭
🌹اللَّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ والخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الحَقِّ بَالحَقَّ وَالهَادِي إلى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ و عَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ و مِقْدَارِهِ العَظِيمِ🌹
╯┅━━❀🍃🌼🍃❀━━┅╰
Sayyidi Asy Syarif menjelaskan bahawa Selawat Fatih adalah selawat makrifat bukan selawat syariat sebagaimana yang difahami oleh sesetengah oleh ahli ilmu. Selawat Fatih adalah penghulu selawat yang terkandung di dalamnya makrifat akan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, dan makrifat Rasulullah itulah makrifat Allah Subhanahu Wa Taala. Selawat Fatih adalah mahkota Hakikat Muhammadiah manakala selawat-selawat yang selainnya adalah melingkunginya.
Selawat Fatih adalah anugerah terbesar dari hadrat Allah buat umat akhir zaman yang sudah tua, tenat, penuh dengan kekurangan dan kelemahan seumpama badan manusia bila sudah tua, penuh dengan penyakit berbahaya dan semakin lemah. Maka Selawat Fatih mengandungi kelebihan dan keutamaan yang besar di sisi Allah, maka beruntunglah mereka yang dikurniakan dengan selawat ini dan sentiasa beramal dengannya.
Tegasnya, tidak boleh ada sebarang penambahan kepada selawat ini walaupun ada sesetengah yang menambah وصحبه selepas lafaz واله, dan sebenarnya ini satu yang disebutkan sebagai tidak beradab dengan hadrat kerana menambah sesuatu dari hadrat Allah, dan dinyatakan bahawa lafaz واله sudah merangkumi keseluruhannya kerana semua kewujudan lahir zahir dari hakikat baginda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, ini juga membuktikan bahawa selawat ini adalah selawat makrifat yang datang dari hadrah Allah Yang Maha Agung.
Begitu juga selawat ini tidak didatangkan dengan lafaz وسلم kerana inilah selawat Allah kepada Rasulullah iaitu Allah senantiasa berselawat kepada Rasulullah secara azali dan abadi, sedangkan lafaz وسلم disyariatkan untuk manusia menyebutnya
Kebanyakan seni selawat adalah berasal dari ahlil Maghrib. Mereka suluk sucikan jiwa rohani ke hadrat Allah. Jadi bila dianugerahkan mereka dengan Selawat Fatih, mereka terus menerima dan mendahulukan selawat ini atas selawat-selawat yang lain. Satu kaedah pengukuhan di kalangan ulamak hakikat, bila satu selawat diterima dari ahlil Maghrib maka akan terus diterima tanpa dipersoal dan diubah berdasarkan sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam;
عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (لَا يَزَالُ أَهْلُ الْغَرْبِ ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ) .
رواه الإمام مسلم في "صحيحه" رقم (1925) .
Maksudnya; Daripada Saad bin Abi Waqqas Radhiallahu Anhu berkata; Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda : "Ahli Maghrib itu sentiasa zahirnya mareka atas kebenaran sehingga kiamat".
Telah meriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Sohihnya
Persoalannya, adakah kita ingin menafikan hadis ini?
Syeikh Abul Abbas Ahmad bin Muhammad Al Maghribi Attijani berkata maksudnya; "Ajarkanlah manusia akan Selawat Fatih supaya mereka mati beriman". Syeikh tidak khususkan untuk orang Islam bahkan umum semua manusia.
Dikisahkan bahawa ada seorang lelaki yahudi tukang jahit di fes, maghribi sering menerima tempahan baju dari dan berjanji akan menghantar pada hari yang ditetapkan namun tak juga datang, bila hari isnin baru datang, lalu Syeikh mengapa kamu lambat, tak hantar hari yang ditetapkan?, lalu dia menjawab bahawa saya pernah mendengar Syeikh berkata, sesiapa yang jumpa Syeikh hari Isnin atau Jumaat akan masuk syurga dan saya nak kelebihan ini, maka senyum Syeikh dengan jawapannya, memang terbukti selepas itu, lelaki yahudi itu beriman dan mengikuti tarekat Syeikh, Alhamdulillah
Sebagai peringatan, berhati-hatilah kamu dengan fitnah ilmu yang nak timbang amalan auliya' Allah dengan akal sendiri yang terbatas sedangkan adab dengan ahlillah ialah taslim iaitu terima dengan senang hati. Semoga kita bersama para auliya solihin, in sya Allah
Alhamdulillah Rabbil Alamin
Khamis, 6 Disember 2018
SELAWAT FATIH DAN ASAL USULNYA
SELAWAT FATIH DAN ASAL USULNYA
#Banyakkan selawat atas Baginda SAW
#Kelebihan selawat,selawat fatih dan sejarah selawat fatih ...
بسم الله الرحمن الرحيم
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَا أ ُغْلِقَ. وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ. نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ. وَالْهَادِى إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ. وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيمِ.
Segala puji bagi Allah yang membuka daripada kunhil ghoib akan tampalan kaa-inaat.
Dan menjadikan asal kunhi itu Nur Hakikat Sayyidina Muhammad.
Maka adalah Nur Hakikat Sayyidina Muhammad itu asal Maujudaat.
Maka Allah SWT telah meng-adakan daripada sekelian Maujudaat dengan KekuatanNya yang Qudsi dan KalamNya yang Azali,
Dengan menjadikan fitrah semula jadi anak Adam. Kemudian menjadikan rangka fitrah anak Adam akan rupa alam ini dan mengajarkan anak Adam akan Asma’ sekeliannya.
~Dan menjadikan anak Adam daripada sekelian ciptaanNya sebagai rumusanNya dan pilihanNya.
~Maka bagi Allah SWT segala pujian bahawa telah menjadikan akan Nabi SAW sebagai hamba yang terpilih, yg menjadikan hakikat Nabi SAW salinan asal yang sempurna lagi agung dengan semata-mata tiada dan ada
~Dan telah membuka dihadapan Rasulullah itu khazanah-khazanah yang kamilah bagi segala kemuliaan dan kemurahan.
~Dan dgn bersaksikan bahawa tiada Tuhan melainkan Allah yang satu pada zatNya,
yang satu pada Asma’Nya dan SifatNya.
~Dan aku bersaksi bahawa Sayyidina Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam hambaNya dan utusanNya yang dimuliakan dan kekasihNya yang diagungkan dan NurNya yang Mutholsam dan jalanNya yang sempurna yang lurus.
~ seseungguhnya Telah berselawatlah oleh Allah atas Rasulullah SAW dan atas keluarganya yang suci lagi terpilih
dan juga selawat atas pencinta Rasulullah SAW dari golongan orang2 soleh dan juga ucapan sejahtera atas mereka ...
~maka ketahuilah wahai penggemar yang hendak sampai kepada hadrat Tuan bagi segala Tuan,bahawasanya pintu hadrat itu satu jua..
~* iaitu kasih akan Nabi SAW *
-Telah berkata Hujjatul Islam Mujaddidul Millah As-Syeikh Abd Wahhab As-Sya’rani RA dalam Kitab Lawaqi-’ul Anwar al-Qudsiyyah fil ‘Uhuudil Muhammadiyah :
“Ketahui wahai saudaraku bahawa jalan untuk sampai ke hadrat Allah Subhanahu Wa Taala daripada jalan berselawat atas RASULULLAH SAW adalah sedekat-dekat jalan utk sampai kepada Allah SWT.”
~Dan telah berkata olehnya lagi Radhiyallahu Anhu pada tempat yang lain.
“Maka jika memperbanyak oleh engkau dgn berselawat serta salam atas Nabi SAW,
boleh jadi engkau sampai kepada maqam melihat Rasulullah SAW
~Dan iaitulah cara yang dibawa oleh as-Syeikh Nuruddin as-Syuuni, Syeikh Ahmad az-Zawawi ,Syeikh Muhammad bin Daud al-Manzalaawi dan satu kelompok daripada syeikh-syeikh sezaman.
~Maka berterusanlah setiap daripada kalangan mereka berselawat atas Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam.
~Dan membersih oleh mereka daripada segala dosa(yakni dgn berselawat) sehinggalah berhimpun bersama Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam secara Yaqozhoh,
Dan pada bila-bila masa yang dikehendaki.
Dan sesiapa yang masih tidak berhasil baginya akan pertemuan ini (bertemu dengan Rasulullah) maka adalah dia hingga sekarang ini sesungguhnya ia masih tidak memperbanyakkan membaca selawat atas Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam dengan sebanyak yang dituntut bagi menghasilkan sampai ke maqam ini.”
Dan telah berkata Ibnu Farhun al-Qurthubi al-Maliki Radhiyallahu Anhu :“Sesungguhnya pada selawat atas Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam ada 10 karomah :
1. Yang terbesarmya ialah dapat selawat daripada Allah Yang Maha agung
2. Mendapat syafaat Sayyidina Muhammad.
3. Mengikut sunnah Malaikat.
4. Menyalahi orang-orang Munafik dan Kuffar.
5. Memadamkan kesalahan dan dosa.
6. Membantu menunaikan hajat dan permintaan.
7. Menyinari zahir dan batin.
8. Kejayaan do negeri kebinasaan.
9. Memasuki negeri yang kekal abadi.
10. Ucapan selamat dari Allah.
~Dan telah berkata as-Syeikh al-Hadhrami Radhiyallahu Anhu :
“Sesungguhnya selawat atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam satu tangga, tempat naik, dan jalan kepada Allah Taala sekiranya tiada bagi murid itu, seorang Syeikh yang Mursyid.”
~Dan telah berkata anak muridnya al-Wali al-Kamil Sayyidi Ahmad Zuruq al-Maliki Radhiyallahu Anhu tuan al-Qowaidus Sufiah :
“Sesungguhnya selawat atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam memberi semangat kpd orang yang sedang berhadap kpd Allah,jika adalah orang itu berada dlm terumbang-ambing kerana bahawasanya berselawat itu adalah Nur dan Hidayah.”
~berkata al-Allamah al-Kamil al-Wali al-Washil as-Syeikh as-Sunusi Radhiyallahu Anhu :
“Sesiapa tiada Syeikh yang Mursyid maka memperbanyaklah oleh ia dgn berselawat atas Rasulullah SAW
Maka sesungguhnya selawat itu menyampaikan kepada pembukaan yang nyata.”
~berkata Syeikhul Islam al-Hafidz Ibnu Hajar :
“Sesungguhnya selawat atas Baginda Shollallahu Alaihi Wasallam dpt membuka kimia kejayaan yg penyebab kpd pembukaan beberapa pintu yang tidak boleh dibuka oleh yang lainnya.”
~Dan disebut didalam Bughyatus Saalik bagi Imam as-Saahili Radhiyallahu Anhu :
“Bahawa diantara sebesar-besar hasil dan sebaik-baik faedah yang diusahakan dengan selawat atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam ialah tergambar (wajah) Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam pada diri seseorang itu akan sebagai gambaran yang melekat sehingga berakar umbi.
~Dan untuk mencapai akan demikian itu, hendaklah ia berusaha untuk menghasilkannya –( dengan syarat mengekali atas berselawat atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam)
Yaitu dengan tujuan yang ikhlas,mengikut syarat-syarat, adab-adab dan memahami makna-makna hingga tetaplah pada seseorang itu di dalam batinnya akan sebagai ketetapan yang benar lagi suci – cantuman nafas orang yang berselawat dengan nafas Sayyidina Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam. Dan sehingga terhasil kemearaan diantara keduanya pada tempat yang dekat dan suci akan sebagai kemesraan yang dengan sekira-kira tidak dapat dibezakan lagi.
*seseorang itu bersama sesiapa yang disayanginya.*
Cukuplah setakat ini kami jernihkan segala kekeruhan yang ada yang kami pindahkan daripada perkataan orang-orang yang baik-baik.
~sesungguhnya tiada kemampuan atas hendak menceritakan kesemua keterangan mengenai perkara ini.
Dan telah menaqal sekelompok orang-orang Muhaqqiq daripada Jumhur Arifin yang Muta-akkhirin Radhiyallahu Anhum :
“Bahawa ibu selawat dan puncanya dan ruhnya dan rahsianya, selawat yang dinamakan dengan al-Yaquutatil Faridah dan masyhur diantara manusia dengan Selawat al-Fatih.
~Dan mengisyaratkan kepadanya di sisi pemimpin al-Arifin dengan kunci Hakikat Muhammadiyyah.
~Dan orang yang pertama menimbulkannya ialah al-Qutbil al-Kamil as-Syeikh al-Washil, pensyarah titik ba’ pada basmalah di dalam 2001 majlis, yaitu Muhammad Mushthofa al-Bakri as-Shiddiqi al-Kholwati Radhiyallahu Anhu.
Maka sesungguhnya beliau telah bertawajjuh kepada Allah selama 17 tahun,memohon kpd Allah swt bahawa diberi satu selawat yang padanya terkandung sekelian rahsia selawat.
~Maka datanglah Malaikat dengan helaian kertas daripada cahaya yang ditulis padanya Selawat Fatih.
(sila rujuk kitab fadhlus Selawat imam Nabhani)
Dan telah berkata olehnya Radhiyallahu Anhu :
"Sesiapa yang membacanya sekali seumur hidup padahal memasuki ia ke dalam neraka, maka peganglah tangan aku di hadapan Allah SWT.”
Dan telah berkata Abul Abbas Tijani RA :
"Talqinlah/ijazahlah manusia dengan selawat fatih, supaya mereka mati dlm keimanan ..."