Selasa, 18 Jun 2019

Dasar Hukum Aurad Thariqah At Tijany

Adapun dasar hukum pada kesemua komponen diatas ( istighfar, shalawat, hailalah ), baik di Al Qur’an dan sunnah (Al Hadist Shohih) tidak diragukan lagi keabsahannya.

1) Istighfar

Firman Allah Swt.

وما كا ن الله معذبهم وهم يستغفرون.(الانفا ل : 33)

“ Dan Allah tidak akan menyiksa suatu kaum sedangkan mereka ber istigfar (memohon ampun)”. (QS. Al Anfaal : 33)

استغفروا ربكم انه كا ن غفا را – (نوح : 29)

“ Mohonlah ampun (beristigfar) kepada tuhan kalian, sesungguhnya Dia Maha Pengampun “. (QS. Nuh : 29)

Al Hadits

قا ل رسول الله صلى الله عليه وسلم : من لزم الاستغفا ر جعل الله تعالى له من كل ضيق مخرجا

ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لا يحتسب.( رواه ابو داود )

“Barangsiapa melazimkan istigfar (baca dengan Istiqomah) maka AllahSwt. Memberi jalan keluar atas kesulitannya dan kegembiraan atas semua kesusahannya serta memberinya rizki tanpa perhitungan / dari jalan diluar dugaannya”. (HR. Abu Daud)

والذى نفسى بيد ه لولم تذنبوا لذ هب الله تعالى بكمولجا ء بقوم يذ نبون فيستغفرون الله تعالى فيغفر لهم

( رواه مسلم )

“Dan demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggamanNya, andaikan kalian tidak pernah berbuat dosa, niscaya Allah membinasakan kamu semua, dan kemudian Allah mendatangkan (menciptakan) satu kaum yang berbuat dosa kemudian mereka mohon ampunan, lalu Allah mengampuni mereka”. (HR. Muslim)Sholawat

Firman Allah

قا ل الله تعالى : ان الله وملا ئكته يصلون على النبىيا ايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

( الاحزاب : 56)

“Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bersolawat atas Nabi Muhammad SAW. Wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzaab : 56).

Dari ayat diatas yang perlu kita cermati yaitu perintah Allah yang didahului dengan pemberitahuan bahwa Dia (Allah Swt.) sendiri dan para malaikatNya bershalawat pada Nabi, baru kemudian dia memberikan himbauan / perintah untuk bershalawat kepada Rasulullah Saw. Oleh karena itu bisa kita bayangkan betapa besar arti dan nilai shalawat bagi Allah Swt. Adapun hadits Nabi yang menjelaskan keutamaan shalawat sangatlah banyak, diantaranya :

وعن عبد الله بن عمرو بن العا ص رضي الله عنهما أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “من صلى علي صلاة ، صلى الله عليه بها عشرا” ( رواه مسلم )

Diriwayatkan oleh Abdillah bin ‘Amru bin Al ’Ash Radiyallaahu ‘anhuma, sesungguhnya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: ”Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah membalas kepadanya dengan sepuluh shalawat”*/ (HR. Muslim) */(Shalawat Allah adalah dengan menurunkan rahmat).

وعن ابن مسعود رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قا ل : “أولى النا س بي يوم القيا مة أكثرهم علي الصلاة ” ( رواه الترمذ ي – وقا ل حديث حسن )

Dan diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud RA. sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang paling mulya disisiku pada hari qiyamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku”. (HR. Al Turmidzi – Hadits hasan).

وعن أوس بن أوس رضي الله عنه قا ل : قا ل رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” ان من أفضل ايا مكم يوم الجمعة ، فأكثروا علي من الصلاة فيه ، فا ن صلاتكم معروضة علي” فقالوا : يا رسول الله ، وكيف تعرض صلاتنا عليك وقد ارمت؟…. قا ل: يقول : بليت ، قا ل : “ان الله حرم على الارض أجسا د الانبياء “( رواه ابو د اود با سنا د صحيح)

Diriwayatkan oleh Aus bin Aus RA : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya hari yang paling utama bagimu adalah hari Jum’at. Maka perbanyaklah membaca shalawat untukku didalamnya. Sesungguhnya shalawat kalian disampaikan kepadaku”. Para sahabat bertanya : Ya Rasulallah, Bagaimanakah shalawat kami disampaikan kepada Tuan, padahal Tuan sudah berkalang tanah?… Rasulullah SAW menjawab: “Sesungguhnya Allah SWT mengharamkan bagi tanah untuk makan jasad para Nabi”.

( HR. Abu Daud dengan sanad yang shahih ).

وعن ابي هريرة رضي الله عنه قا ل : قا ل رسول الله صلى الله عليه وسلم :” رغم انف رجل ذكرت عند ه فلم يصل علي ” ( روا ه الترمذ ي )

Diriwayatkan oleh Ibu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh hina bagi seorang laki laki yang mana ketika disebut namaku disisinya, dia tidak bershalawat kepadaku”. ( HR. Al Turmudzi )

وعن ابي هريرة رضي الله عنه قا ل : قا ل رسول الله صلى الله عليه وسلم : “ما من احد يسلم علي الا رد الله علي روحي حتى أرد عليه السلام ، ( رواه ابو د اود با سنا د صحيح)

Diriwayatkan oleh Ibu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda: “Tak seorangpun yang bershalawat kepadaku, kecuali Allah mengembalikan ruhku kepadaku, sehingga aku menjawab salamnya”. (maksudnya : Allah mengembalikan ruh Rasulullah kedalam jasadnya sehingga dia bisa menjawab setiap shalawat dan salam dari ummatnya. Akan tetapi karena Beliau ada di Alam Barzah maka tidak semua orang bisa melihat dan mendengarnya).

وعن فضا لة بن عبيد رضي الله عنه قا ل سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم رجلا يد عو فى صلاته لم يمجد الله تعالى ولم يصل على النبي صلى الله عليه وسلم : فقا ل رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” عجل هذ ا ” ثم دعا ه فقا ل له – أو لغيره-: اذا صلى ا حد كم فليبد اء بتحميد ربه سبحا نه والثناء عليه ، ثم يصلى على النبي صلى الله عليه وسلم ، ثم يدعو بعد بما شا ء ”

( رواه أبو داود والترمذ ي – وقا ل حد يث حسن صحيح )

Diriwayatkan oleh Fudhalah bin ‘Ubaid RA berkata: “Rasulullah mendengar seorang laki laki yang berdoa dalam shalatnya, dia tidak memuji Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi SAW. lalu beliau bersabda: ‘orang ini tergesa gesa’, kemudian beliau memanggilnya dan beliau bersabda kepada dia dan orang lainnya : ‘Bila seorang diantaramu berdoa, maka hendaklah dimulai dengan memuji Allah, Tuhannya. Kemudian bershalawat kepada Nabi SAW, lalu berdoalah sekehendaknya’.” (HR. Abu Daud dan Al Turmudzi – Dia mengatakan bahwa Hadits ini Hasan shahiih).

Dengan menelaah ayat Al Qur an dan hadits hadits tersebut diatas serta hadits hadits lain dari berbagai sumber, dalam kitab Syaraful Ummati Muhammadiyah karangan Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki menjelaskan bahwa faedah sholawat itu sangat besar dan banyak, ada 39 keutamaan yang dia sebutkan dalam kitab tersebut, diantaranya :

Melaksanakan perintah Allah Swt.

Meniru Allah Swt. dalam shalawat pada Rasulullah Saw. perbedaannya shalawat kita adalah do’a dan permohonan, sedangkan shalawat Allah Swt. adalah pujian dan kemulyaan atas Rasulullah Swt.

Meniru pekerjaan para Malaikat.

Mendapat imbalan 10 shalawat dari Allah untuk satu kali shalawat atas Rasulullah Saw.

Mendapat Tambahan 10 derajat disisi Allah Swt.

Ditulis bagi orang yang bersholawat 10 kebaikan.

Dihapus darinya 10 keburukan / dosa.

Penyebab terkabulnya do’a, karena do’a yang didalamnya tidak ada sholawat maka do’anya akan terkatung-katung antara langit dan bumi. Artinya doa tersebut tidak disampaikan kehadirat Allah SWT.

Sarana untuk mendapatkan syafaat Rasulullah Saw.

Penyebab diampuninya dosa.

Penyebab tercapainya cita-cita.

Penyebab dekatnya seseorang dengan Rasulullah Saw. di hari kiamat.

Penyebab tercapainya hajad.

Penyebab tercurahnya sholawat dari Allah Swt. dan para malaikat atas seorang hamba.

Penyebab sampainya berita gembira masuk surga bagi seorang hamba sebelum mati, dan masih banyak lagi keutamaan bershalawat pada Nabi SAW yang tidak disebutkan dalam buku singkat ini.

Keutamaan shalawat tersebut diatas adalah keutamaan shalawat secara umum, sedangkan shalawat Al Faatih mempunyai keistimewaan tersendiri. Adapun keutaman Shalawat Al Fatihi Limaa Ughlig ada dua yaitu:

Ketutamaan yang dirahasiakan.

Keutamaan yang bisa dijelaskan, antara lain :

Membaca 1x dalam sehari dijamin dengan mendapat kebahagiaan dunia akhirat.

Membaca 1x dapat menghapus semua dosa dan mempunyai pahala semua tasbih, dzikir dan do’a yang diucapkan oleh semua orang tua dan muda yang terjadi pada waktu dibaca Al Fatih dan dilipat gandakan sebanyak 600.000 kali.

10x sholawat Al Fatih pahalanya menyamai pahala ibadahnya wali ‘Ash sejuta tahun.

1x sholawat Al Fatih lebih utama dari 600.000x sholawatnya para Malaikat, manusia dan jin, dihitung sejak dari baru pertamakali diciptakan sampai pada waktu dibacakannya sholawat Al Fatih.

Pembacaan ke2 ke3 danseterusnya mendapat kembali pahala yang pertama dan seterusnya. Jelasnya bacaan ke2 mendapat tambahan pahala bacaan ke1. Bacaan ke3 mendapat tambahan pahala bacaan ke 1 dan ke2, demikian pula bacaan ke 4 ke 5 dan seterusnya.

Jika ingin bermimpi jumpa Rasulullah Saw. bacalah sholawat Al Fatih 1000x tiga malam berturut-turut ( malam Rabu, Kamis dan jum’at) dengan badan pakaian serta tempat tidur yang suci. Dan masih banyak lagi keutamaan Al Fatih yang tidak ditulis dalam buku ini.

Hailalah

Firman Allah Swt

قا ل الله تعالى : فاعلم انه لااله الا الله. (محمد: 19)

“ Maka ketahuilah sesungguhnya tiada tuhan selain Allah”. (QS. Muhammad : 19)

قا ل صلى الله عليه وسلم : افضل ما قلته والنبيون من قبلى

لااله الا الله. ( رواه مالك بن أنس )

“Ucapan paling utama yang Aku ucapkan dan para nabi sebelumku adalah “Laa ilaaha illallah”. (HR. Malik bin Anas)

عن جابر بن عبد الله يقول ، سمعت رسول الله صلى الله عليه

وسلم يقول: أفضل الذكر لآاله الاالله . ( رواه الترمذ ي )

“Dari Jabir bin Abdullah berkata; Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : Dzikir paling utama adalah ‘Laa ilaaha illallah’. (HR. Turmudzi)

عن أم هانيء قالت ، قا ل رسول الله صلى الله عليه وسلم :

لآاله الا الله لايسبقها عمل ولا تترك ذنبا . ( رواه ابن ما جه )

“Dari Ummu Hani’ berkata, Bersabda Rasulullah SAW : ‘Laailaaha illallah’ tidak ada satu amalpun yang melebihi (keutamaannya), dan tidak menyisakan satu dosapun”. (HR. Ibnu Maajah).

جد د وا ايمانكم ، قيل وكيف نجد د ايماننا يا رسول الله ؟ قا ل :

أكثروا من قول لآاله الا الله .( رواه احمد و الحكيم )

“Perbaharuilah iman kalian!, lalu Rasulullah SAW ditanya; Bagaimana cara kami memperbaharui iman kami ya Rasulullah? .. ‘Perbanyaklah mengucapkan Laailaaha illallah”. (HR. Imam Ahmad dan Imam Al Hakim).

قا ل صلى الله عليه وسلم : ما قا ل عبد لااله الا الله مخلصا منقلبه الا فتحت له ابواب السماء حتى يفضى الى العرش مااجتنبت الكبائر . ( رواه الترمذ ي والنسا ئى )

“Tidaklah seorang hamba yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya, kecuali dibuka baginya pintu-pintu langit sampai Arasy. Selama ia menjauhi dosa dosa besar”. (HR. Turmudzi dan Nasai)

قا ل صلى الله عليه وسلم : من قا ل عبد لا اله الا الله ومد ها هد مت له اربعة الاف ذنب من الكبائر. ( رواه الد يلمي )

“Barang siapa mengucapkan “Laa ilaaha illallah” dengan madnya (dipanjangkan) digusur darinya 4000 dosa besar “. (HR. Al Dailamy)

قا ل صلىالله عليه وسلم : يقول الله تعالى : لا اله الا الله حصنىفمن د خل حصنى أمن من عذابى. ( الحديث القد سى، رماح : 2/92)

“Rasulullah SAW bersabda; Allah berfirman : Laa ilaaha illallah itu bentengku, barang siapa masuk kedalamnya aman dari azabku”. ( Hadits Qudsi – Rimah 2/92)

PANDANGLAH DGN MATA HATI

1. Bila Talqin dikatakan BIDAAH
Amalan itu ditinggalkan...
Talqin tidak bergema lagi!

2. Bila Tahlil Arwah dikatakan BIDAAH
Amalan itu ditinggalkan...
Tahlil tidak bergema lagi!

3. Bila Qunut dikatakan BIDAAH
Amalan itu ditinggalkan...
Qunut tidak bergema lagi!

4. Bila membaca Yasin setiap malam jumaat dikatakan BIDAAH
Amalan itu ditinggalkan...
Yasin tidak bergema lagi!

4. Bila membaca Al Quran tanpa memahami maksud dikatakan sia-sia!
Amalan itu ditinggalkan...
Al Quran tidak bergema lagi!

5. Bila zikir beramai- ramai dikatakan SESAT
Amalan itu ditinggalkan..
Zikir tidak bergema lagi!

TIDAKKAH KAU NAMPAK?

Tiada lagi gema2 Talqin, Tahlil, Qunut, Yasin,  Alunan Al Quran bersilih ganti dengan zikir di malam hari. Bumi semakin sepi dari gema2 memuji Allah. 

Hanya ada satu makhluk sahaja yang memohon kepada Allah untuk SESATKAN umat manusia. Betapa bijaksananya dia menjauhkan umat manusia dari Allah.

"Dia (iblis) berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku SESATKAN keturunannya, kecuali sebahagian kecil". [QS. Al-Isra ayat 62]

Menghadap telefon  dari pagi hingga malam tidak pun kita katakan SESAT
Sebaliknya sebarang usaha ke jalan Allah sentiasa ada perkataan SESAT.

SIAPA SEBENARNYA YANG MENYESATKAN DAN DISESATKAN?

HANYA IBLIS SAHAJA YANG SENTIASA CUBA MENYESATKAN MANUSIA!

Akhirnya Iblis tertawa berdekah-dekah..kerana berjaya menyesatkan manusia.

BUMI SEMAKIN  SEPI DARI GEMA-GEMA MEMUJI ALLAH!

ALLAHU AKHBAR!

MAKNA_SHALAWAT_AL_FATIH_LIMA_UGHLIQO

#MAKNA_SHALAWAT_AL_FATIH_LIMA_UGHLIQO

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ

وسألته رضي الله عنه عن معنى صلاة الفاتح لما اغلق ... الخ ،

فأجاب رضي الله عنه قال : " معناه الفاتح لما أغلق : مِن صُوَرِ الأكوان فإنّها كانت مُغلقة في حجاب البطون وصُوَرِة العدَم وفُتِحَتْ مغاليقها بسبب وجوده صلّى الله عليه وسلّم وخرجتْ من صُوَرة العدَم إلى صُوَرِة الوجود ، ومِن حجابية البطون إلى نفسها في عالم الظهور ، إذ لولاه ما خلق الله موجودًا ولا أخرجه من العدم إلى الوجود ، فهذا أحد معانيه.

والثاني : أنّهُ فَتَحَ مغاليق أبواب الرحمة الإلهية وبسببه انفتحتْ على الخلق ولولا أنّ الله تعالى خَلَقَ سيّدنا محمّد صلّى الله عليه وسلّم ما رحم مخلوقًا ، فالرّحمة من الله تعالى لِخلْقِه بسبب نبيّه صلّى الله عليه وسلّم .

والثالث مِن معانيه : هي القلوب أُغلِقتْ على الشرك مملوءة به ولم يجِد الإيمان مدخلا لها ففُتِحَتْ بدعوته صلّى الله عليه وسلّم حتّى دخلها الإيمان وطهّرها من الشرك وامتلأت بالإيمان

والحكمة . قوله : والخاتم لما سبق : مِنَ النبوّة والرسالة لأنّهُ خَتَمَهَا وأغلقَ بابَها صلّى الله عليه وسلّم فلا مطمع فيها لغيره . وكذلك الخاتم لما سبق مِن صُوَرِ التجلّيات الإلهية التي تجلّى الحقّ سبحانه وتعالى بصُوَرِهَا في عالم الظهور لأنّهُ صلّى الله عليه وسلّم أوّل موجود أوْجَدَهُ الله في العالم مِن حجاب البطون وصورة العماء الرّباني ثمّ ما زال يبسط صُوَرَ العلم بعدها في ظهور أجناسها بالترتيب القائم على المشيئة الرّبّانية جنسًا بعد جنس إلى أنْ كان آخر ما تجلّى به عالم الظهور الصورة الآدمية على صورته صلّى الله عليه وسلّم ، وهو المراد في الصورة الآدمية ، فَكَمَا افتتح به ظهور الوجود كذلك أغلق ظهور صُوَرِ الموجودات صلّى الله عليه وسلّم وعلى آله " .

Sayyidi Ali Harozim ibnu Al Arobi Barodah Ra Bertanya kepada Sayyidina Syaikh Al Quthbu Al Maktum Ahmad At Tijani Ra tentang Makna Shalawat Al fatih lima ughliqo ..

Beliau Menjawab;  

Al fatih lima Ughliqo ialah Yang membuka semua Alam yang terkunci.

Sesungguh nya Alam itu terkunci dalam tutup ketidak adaan dan tidak terlihat, kemudian di buka kunci kunci nya dengan Wujud Nabi Muhammad SAW dan di keluarkan dari Tiada menjadi Wujud, dan dari tutup ketiada,an terlihat menjadi Nampak,  karena bila tiada Nabi Muhammad SAW ,  Allah tidak akan menciptakan Perkara yang Wujud

Firman Allah SWT  ;

لو لاك لو لاك لما خلقت الأفلاك

Bila tidak ada engkau Muhammad, aku tidak menciptakan Alam semesta.

Ini lah salah satu Magna Shalawat Al fatih.

Ma'na ke dua; 

Nabi Muhammad SAW Adalah yang membuka kunci kunci pintu Rahmat ilahiyyah

Dengan sebab Nabi Muhammad SAW lah semua pintu Rahmat ilahiyyah menjadi terbuka, karena bila Allah SWT tidak menciptkan Nabi Muhammad SAW  niscaya Allah SWT tidak memberi Rahmat kepada Makhluk, Rahmat Allah SWT kepada makhluk NYA adalah dengan sebab Nabi Nya Muhammad SAW

Ma'na ketiga;  

Semua hati terkunci dalam kemusrikan yang memenuhi nya.

Iman Tidak ada tempat masuk di dalam nya, kemudian hati di buka dengan Dakwah Nabi Muhammad SAW sehingga iman masuk ke dalam nya, membersih kan nya dari ke musrikan ter sebut, dan mememenuhi nya dengan iman dan Hikmah.

Ma'na Al Khotimi Lima Sabaqo ialah; 

Menutup Nabi Nabi Dan Rasul Rasul Terdahulu, karena Nabi Muhammad SAW telah menutup dan mengunci pintu ke Nabian dan Ke Rasulan

Oleh karena nya setelah Nabi Muhammad SAW tidak ada lagi Nabi dan Rasul.

Demikian Pula Al Khotimi lima Sabaqo bermakna pula; 

Menutup Tajally ilahiyah yang terdahulu, yang Allah SWT  menampakan nya pada Alam nyata.

Nabi Muhammad SAW adalah pertama kali perkara  Wujud pada Alam yang Allah SWT mewujud kan nya dari tidak ada,  kemudian setelah nya Allah SWT tiada henti meng hamparkan segala rupa Alam pada nampak  kelihatan jenis nya masing masing dengan susunan yang sesuai kehendak Ke Tuhanan hingga akhir Tajally Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW . Pada alam tersebut dalam rupa tidak ada.

Sebagaimana Allah SWT membuka nampak nya perkara Wujud dengan sebab Nabi Muhammad SAW,  Demikian pula Allah SWT mengunci nampak nya perkara wujud ter sebut dengan Nabi Muhammad SAW.

(JAWAHIRUL MAANI)

KENAPA KITA BERSHOLAWAT

Tidak putus rahmat Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ, sekalipun kita tidak bersholawat minta tambahkan rahmat kepadanya, tetap Allah akan senantiasa merahmati kekasihnya,

Lalu kenapa kita bersholawat, sedangkan Nabi Muhammad senantiasa mendapat sholawat dari Allah SWT

Maka jawabannya adalah sholawat serta salam itu akan kembali kepada diri kita sebagai rahmat dan keselamatan yang membacakan sholawat atas Rasulullah ﷺ,

Kalau sudah yakin ia akan yang demikian itu, insyaAllah kita akan mantap dalam membaca sholawat,

Dan sesungguhnya sholawat itu ialah membersihi akan ia akan segala amal kita,

Sholat kita, sedekah kita, ilmu yang kita tuntut menjadi bersih sebab kita bersholawat kepada Rasulullah ﷺ,

Sebab lainnya lagi dengan sholawat itu ialah mengabulakan ia akan doa yang kita panjatkan karena termuat didalamnya sholawat kepada kekasih Allah diawal dan diakhir doa,

Dan hakikatnya, sebab kita bersholawat akan kekasih Allah itu ialah bentuk bakti kita kepadanya,

kalau bakti kepada orang tua dengan
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَ يَّ
Maka bakti kepada Rasulullah ialah dengan ٍ
*أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَلْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَٱلْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ ٱلْحَقِّ بِالْحَقِّ وَٱلْهَادِي إِلَىٰ صِرَاطِكَ ٱلْمُسْتَقِيمِ وَعَلَىٰٓ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ ٱلْعَظِيمِ.*
Oleh karena itu hendaklah kita jangan sampai lepas dari pada sholawat,Alhamdulillah para ikhwan dan akhawat kita sebagai pengamal thariqat Tijani tidak pernah meninggalkan membaca sholawat setiap hari SEMOGA ISTIQAMAH👍👍👍

آمين يارب العالمين

Tazkirah

"Barangkali Allah membukakan untukmu pintu ketaatan, tetapi Allah tidak membukakan untukmu pintu penerimaan(al-Qobūl)..

Dan barangkali Allah telah menentukan kamu berbuat dosa, tapi hal itu lalu menjadi sebab kamu sampai(wusūl) kepadaNYA.." -hikam al-Imam Ibnu Atha'illah as-Sakandari r.a.(96)

Janganlah rasa bangga diri dengan amalan yang dilakukan dan rasa diri lebih baik dari orang lain kerana rasa diri banyak beramal. Atau rasa lebih faham dan tinggi maqam dari orang lain. Ini kerana belum tentu amalanmu itu telah diterima Allah. Atau kefahaman dan maqammu itu dipandang dan diredhai Allah. Yang diiktibar hanya pandangan Allah. Bukan pandangan makhluk.

Ketahuilah setiap amalan yang dilakukanmu adalah dengan taufiq Allah. Jika kamu anggap diri mulia dan tinggi kerana amalanmu, dan menganggap selainmu dan para pendosa itu lebih hina darimu, terhapuslah pahala amalanmu kerana hilangnya keikhlasan dan sidiq.

Ya, mungkin seseorang itu berbuat maksiat dan dosa, tetapi ianya boleh menjadi sebab ia menjadi makin dekat kepada Allah jika ia menyebabkan seseorang itu sedar akan kewajipannya , dan disusuli taubat dengan sungguh-sungguh..

Pandanglah dirimu dengan rasa hina, jahil, faqir, lemah dan memerlukan.
Pandanglah diri pendosa dengan rahmah, harapan dan hidayah.

Janganlah pandang dengan ketaatan itu boleh sampai kepada Allah sedangkan kamu berbangga diri dan merasa diri bagus dan betul, dan janganlah pandang dengan dosa itu boleh menjauh dari Allah dan menjadi terhina sedangkan ia boleh menjadi penyebab untuk sampai kepada Allah dan menjadi jauh lebih mulia dari kita jika benar-benar bertaubat dan kembali kepada Allah.

Pintu makrifat itu hanya terbuka bagi mereka yang menundukkan dan merendahkan dirinya serendah-rendahnya, meyakini bahawa diri lebih hina dan jahil dari semua orang.

Di dalam kitab Rashahāt Ainil Hayāh disebutkan, para al-Arifin ada menyatakan, pandanglah dan anggaplah setiap insan yang dijumpaimu seolah2 dia adalah Sayyiduna Khidhir a.s.. Kerana Allah menyembunyikan para waliNya dikalangan hamba-hambaNya. 

Moga Allah terima segala amalan dan mengampunkan segala dosa kita serta memberi hidayah kepada setiap pendosa..

Pentingnya Dzikir Memiliki Izin Khusus (bersanad)

DZIKIR adalah jalan paling dekat menuju Allah,  paling mudah ditempuh,  dan paling utama disisi Allah swt.

Sahabat Ali karramallahu wajhah,  bertanya kepada Nabi : "apa jalan yang paling dekat kepada Allah,  paling mudah bagi hambanya,  dan paling utama disisinya? ".
Nabi menjawab : "wahai Ali,  terus-meneruslah berdzikir kepada Allah !".
Sahabat Ali berkata : "semua orang berdzikir kepada Allah".
Nabi bersabda : "wahai Ali,  kiamat tidak akan terjadi hingga tidak ada lagi dimuka bumi yang mengatakan "Allah". Sahabat Ali bertanya : "bagaimana cara saya berdzikir?"
Nabi bersabda :"pejamkan matamu!  Dengarkan saya mengatakan tiga kali dan tirulah sedang saya mendengarkan".
Nabi-pun mengatakan : LAAILAHAILLALLAH 3X sambil memejamkan mata,  kemudian Ali menirukannya (HR. Al Bazzar, Al Thabrani dll)

Sahabat Ali mengijazahkan kepada Hasan Bashri, Hasan Bashri kepada Habib Al Ajami,  Al Ajami kepada Daud At Tho'i,  Daud kepada Makruf Al Kurkhi, Al Kurkhi kepada Sari Al Saqathi,  Sari kepada Al Junaidi,  AlJunaidi kepada para wali-wali Ahli tarbiyah.

Karena bersanad,  maka bacaan dzikir LAAILAHAILLAH yang dibaca Sahabat Ali dan orang setelahnya yang mendapat izin dan ijazah khusus sebanding dengan bacaan semua umat Nabi.

ATM

IBADAH SUNAH YANG PALING Agung(Utama/besar)

*TARBIYAH  TIJANIYAH*

*IBADAH SUNAH YANG PALING Agung(Utama/besar)*

وأعظم النوافل تقربا الذكر ،وكذلك الصلاة يتعاهدها بالحضور القلبي لأنها مثل الذكر،لا يزال العبد مرة يذكر ومرة يستريح حتى إذا رأى الحق منه ذلك صب في قلبه من مواهبه أنوارا إلهية شغلت القلب عن غير الله تعالى،وملأته بذكر الله تعالى ،وصار القلب بسبب ذلك مطمئنا بذكر الله ،ومن الطمأنينة ينتقل إلى المراقبة وهي حالة عزيزة ما نالها إلا الأفراد يعني أفراد السالكين...

*Sayyidi Syekh Ahmad At Tijani Al Hasani Ra Berkata;*

*Ibadah sunnah* yang paling besar dalam mendekatkan diri pada Allah swt adalah *DZIKIR*, begitu juga dengan *sholawat* yang di tekuni dengan hati yang hadir karena *sholawat seperti dzikir...*

*Seorang hamba senantiasa berdzikir dan sesekali ia istirahat sampai apabila Allah swt melihat keadaannya terus seperti itu, Allah swt akan menuangkan di hatinya cahaya cahaya  ilahi dari pemberian pemberian -NYA yangg membuat hati nya sibuk dari selain Allah swt...*

*Dan cahaya tersebut akan mengisi hatinya dengan dzikrullah...*

*Dengan sebab itu hati menjadi muthmain(tenang) dengan dzikrullah...*

*Dari tuma'ninah akan berpindah ke derajat muroqobah dan ini adalah keadaan yang jarang diperoleh kecuali beberapa orang, yakni beberapa orang dari para salikin...*

*Sumber :*

*(JAWAHIRUL MA'ANI)*