Ahad, 14 Julai 2019

SHOLAWAT FATIH BUKAN QU'RAN ATAU WAHYU

#FAIDLOH #TIJANIYAH

*بِسٔمِ اللّٰهِ الرَّحٔمٰنِ الرَّحِئمِ ،الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩*

Syekh Ahmad At Tijany rodliyallahu 'anhu tidak pernah sama sekali mengatakan sesungguhnya SHOLAWAT FATIH adalah bagian dari qur'an, atau bagian salah satu kitab Allah swt, atau hadits qudsi, atau bagian dari wahyu nabi. Atau mengatakan bahwa SHOLAWAT FATIH lebih afdlol dari qur'an atau menyamainya. Barang siapa menisbatkan hal itu padanya, maka ia telah mendustakannya. Beliau telah menjelaskan bahwa qur'an adalah kalam yang paling afdlol dan tak seorangpun dari kaum muslimin yang meragukan hal ini.

Sidi Al 'Aroby bin As Saihi telah menyebutkan bahwa apa yang telah disebutkan oleh syekh tijany bahwa SHOLAWAT FATIH telah dilihat oleh Sidi Al Bakri tertulis dalam lembaran cahaya dianggap sebagai ilham yang bisa terjadi pada para wali.

Dan lafazh yang telah diucapkan syekh tijany dalam kitab JAWAHIRUL MA'ANI sesungguhnya SHOLAWAT FATIH datang dari alam ghoib, beliau tidak pernah mengatakan bahwa SHOLAWAT FATIH dari kalam qodim, barang siapa meyakini bahwa SHOLAWAT FATIH bagian dari qur'an atau bagian dari wahyu nabi, maka ia telah murtad kafir dan keluar dari agama islam. Lafazh KALAMULLAH jika boleh untuk didefenisikan bisa diarahkan pada makna ILHAM yang boleh bagi para wali dalam masyhad mereka yang jujur yang tidak bertentangan dengan syari'at.

Kembalilah pada pemahaman para ahli tafsir dalam firman Allah swt :

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ.

Dan tidaklah patut bagi seorang manusia untuk diajak bicara oleh Allah swt kecuali dengan perantara wahyu atau dari belakang tabir.

-Surat Asy-Syura, Ayat 51

Apakah ayat ini mencakup ilham pada para wali???

Dalam ayat lain Allah swt berfirman :

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّ مُوسَىٰ...

Dan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa,

-Surat Al-Qashash, Ayat 7

Dan ibu nabi musa 'alaihissalam bukanlah seorang nabi.
Intinya kita menolak apapun yang tidak sesuai dengan syari'at dan menerima apa yang sesuai dengan syari'at.

Sumber :
*(KITAB RADDU AKADZIB ALMUFTARRIN 'ALA AHLIL YAQIN karya ASSYEKH ASSYARIF MUHAMMAD AL HAFIZH ATTIJANY RODLIYALLAHU 'ANHU)*

*الله يقبل علينا وعليكم بمحض فضله ورضاه*
=============================

#AchmadSomadyAroby
#Jatibarangbrebes #jumat120719 #09dzulqodah40 #255

Isnin, 8 Julai 2019

1 SHOLAWAT LEBIH TINGGI DERAJATNYA DIBANDING SURGA

Kita telah mengetahui, jika mengerjakan (kebaikan) ini & itu akan mendapatkan balasan berupa surga atau bila mengerjakan amalan ini akan mendapatkan pahala sekian, tetapi berbeda halnya dengan SHOLAWAT.

1 Sholawat dibalas 10 Sholawat dari Allah.
Tdk ada satupun makhluq yg mengetahui bentuk Sholawatnya Allah SWT, karena SHOLAWAT ALLAH adalah Fi'Lullah (perbuatan Allah), dimana 1 saja SHOLAWATNYA ALLAH SWT itu jauh lebih tinggi derajatnya daripada Surga, ‘Arsy, Al-Kursi, Langit Bumi, dsb.
Sungguh beruntung orang² yg rajin Bersholawat.
=================================
Kebahagiaan sejati adalah Ketika seorang muslim atau mukmin bisa memandang ALLAH SWT dan berkumpul bersama NABI MUHAMMAD SAW diakhirat, dan kebahagiaan sejati itu dapat diraih dengan memperbanyak Sholawat
=================================
Jangan meremehkan sholawat, karena ‘Amaliyah yg paling utama adalah SHOLAWAT

Mudah²han Manfaat

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ۞ ﺍﻟﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ۞ ﻭَﺍﻟﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ ۞ ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟﺤَﻖِّ ۞ ﻭَﺍﻟﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟﻤُﺴْﺘَﻘِﻴﻢِ ۞ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴﻢِ ۩

۞ ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ۞
۞ ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ۞
۞ ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ۞

Ahad, 7 Julai 2019

Khatmul Auliya diketahui oleh Syeikh Musthafa Bakry

Syeikh Musthafa Bakry wafat pada tahun 1162 H, saat guru kita Syeikh Ahmad Tijani  berusia 12 tahun, beliau mengisyaratkan  tentang keberadaan waly khatmi dengan menghitung konsonan kabir nama Rasulullah SAW ( محمد)  yang menghasilkan angka 314. Sebagaimana keterangan sebagai berikut.
فإداعددت حروف اسمه كلها ظاهرهاوباطنهاحصل لك من العدد شلاثمائة واربعةعشر. الشلأثمائة وثلاثة عشرعلى عددالرسل الجامعية للنبوة ويبقى واحدمن العددهو لمقام الولاية المفرق على جميع الأوليآء التابعين للأنبيآءوله عليه وعليهم الصلاة والسلام.
" Apabila dihitung semua konsonan nama rasulullah ( محمد)  baik huruf yang nampak atau yang tidak tampak. Maka akan menghasilkan angka 314.Adapun jumlah nabi dan rasul berjumlah 313.Apabila angka 314 dikurang kan 313 maka sisanya adalah satu ( 1 ).Angka satu ini mengisyaratkan maqamul wilayah ( maqam waly khatmi)  yang dikhususkan dari wali-wali lainnya yang juga mengikuti nabi-nabi. Shalawat dan salam kepada mereka, terkhusus kepada Rasulullah SAW. "
Angka satu ini merupakan kode atau isyarat kedudukan waly khatmi dan kesendirian atau ketungggalannya( tidak ada orang lain lagi)  dalam menduduki maqam tersebut. Angka 314 -313=1 ,angka satu ini yang menunjukkan dan mengisyaratkan keberadaan Syeikh Ahmad Tijani Ra. Yang mana beliau itu menerima faidhah dan imdadiah dari seluruh nabi dan rasul secara rohaniah dan madadiah khusus dari Rasulullah SAW. Demikian menurut pengupasan dari syeikh Musthafa Bakry,
ولذلك أنه صلى الله عليه وسلم جمع الله تعالى له نور الأنبيآء وإرشاد الرسل وهداية الاوليآء ثم اختصه " بنور الختم ".
Dan Allaah menghimpun bagi nabi Muhammad itu NUR para nabi-nabi, dan NUR hidayah bagi rasul-rasul dan nuur hidayah bagi waly-waly, kemudian Allaah mengkhususkan kepada Rasulullah itu dengan '"Nuurul Khatmi" yakni Nuur Khatmul Anbiya'. Nur Khatmul Anbiya' adalah Sumber utama dari Nur Khatmul Auliya' ( Sumber madadiyah rohaniah)
نورا ختم الأنبيآء
نور ختم الأوليآء=سمس الأوليآء
حضرات الأوليآء

SHOLAWAT FATIH COCOK UNTUK SEMUA TEMPAT DAN MAQOM

Assyekh Assyarif Al Ahsan Al Ba'qili Attijany Alhasani rodliyallah 'anhu berkata dalam kitabnya AL IRO'AH tentang agung dan tinggi nya kedudukan sholawat fatih :

Thoriqoh dibangun (berdasarkan) atas *IHSAN,* dan *SHOLAWAT FATIH*  sesuai dengan hal itu, *SHOLAWAT FATIH* ibarat susu segar bagi orang yang sakit,cocok untuk semua tempat dan maqom. Akan tetapi untuk *IHSAN* lebih sesuai karena *SHOLAWAT FATIH* menunjukkan atas *MA'RIFAT YANG SEMPURNA,*oleh karena itu para dokter(dokter hati) dan para kubaro'(orang-orang besar) dalam thoriqoh tijaniyah menjadikan sholawat fatih sebagai dasar yang kuat, mereka tidak menyebutkan selain sholawat fatih ketika mentalqin seakan-akan sholawat fatih adalah wajib.dan semua fuqoro tidak membaca selain sholawat fatih ketika wirid lazimah karena berat untuk meninggalkan asror yang telah mereka rasakan dalam sholawat fatih...

Dan sir thoriqoh tijaniyah ada dalam *SHOLAWAT FATIH,SUROH ALFATIHAH dan SHOLAT LIMA WAKTU...*

SHOLAWAT FATIH ADALAH SHOLAWAT YG PALING IKHLAS

Mengapa demikian ? karena Sholawat Fatih itu tentang Hakikat Nabi Muhammad SAW, tdk seperti sholawat lainnya yg sprti amalan sholawat pelunas hutang, hajat dunia, pelancar rezeki, dsb.
Sholawat Fatih langsung dari Allah bukan karangan Auliya' atau ‘Ulama, dengan sholawat fatih Allah mengajarkan supaya kita bersholawat dlm keadaan ikhlas.
jika sholawat tujuannya utk hajat dunia, lalu ikhlasnya kapan ?

#Sholawat_Fatih

ﺍﻟﻠَّﻬُــــــــــــــﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳﻴِّــــــــﺪِﻧَﺎ ﻣﺤﻤﺪٍ ﺍﻟﻔﺎﺗِـــــــــﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِــــــــــــــﻖَ ﻭﺍﻟﺨَـﺎﺗِــــــــــــــــﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَــــــــــﻖَ، ﻧَﺎﺻِـــــــــﺮِ ﺍﻟﺤَﻖِّ ﺑﺎﻟﺤـــــــــــــــــﻖِّ، ﻭﺍﻟﻬـــــــــــــــــﺎﺩِﻱ ﺇﻟﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِـــــــــﻚَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴـــــــــــــــــــﻢِ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﺣـــــــــﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭﻣِﻘْــــــــــــﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴــــــــــــــﻢِ .

APAKAH AMALAN YG PALING UTAMA YA SAYYIDI ? BELIAU MENJAWAB : SHOLAWAT AL FATIH

Al-Hafizh as-Sayyid Muhammad Bin Muhammad al-Hajjujiy al-Idrisiy al-Hasaniy rahimahullah menyebutkan dalam kitab Faidhullah al-Muntasyir bahwa Sayyidi al-Muqaddam Ahmad Syiyazhmiy berkata; pada suatu hari aku bertemu dengan al-Qadhi Ahmad as-Sukairij rahimahullah di zawiyah Kubra yang berada di kota Fes, Maroko. Pertemuan tersebut adalah akhir kalinya aku berjumpa dengan beliau. Beliau bertanya kepadaku: Bacaan dzikir apa saja yang menjadi wiridanmu selain Lazimah (wird shabah wal masa)? Aku menjawab: aku banyak membaca berbagai hizb dan asma serta qashidah-qashidah dan lain-lain. Beliau berkata: yang terpenting dari hal-hal penting adalah kau jaga mengamalkan wazhifah dan Hailalah (dzikir La Ilaha Illlallah minimal 1000 kali di hari jumat setelah shalat ashar) adapun amalan, wiridan dan dzikiran istimewa lain subtansinya sudah tercoper di dalam ketiganya (Lazimah, wazhifah dan Hailalah). Dzikiran dan wiridan istimewa selain yang tiga itu masuk dalam kategori fadhl wal fudhul (paling utama dan utama). Tinggalkanlah yang utama, fokuslah pada yang paling utama !!! Aku bertanya: apakah amalan yang paling utama ya Sayyidi? Beliau memjawab: Sholawat Al-Fatih."

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ، الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ .

“Ya Allah berikanlah shalawat kepada penghulu kami Nabi Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya, sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung.”

Imam al-Quthub Sayyidi Ahsan al-Ba'qiliy rahimahullah dalam kitab Ira'ah Arais Syumus Falak al-Haqaiq al-Irfaniyah jilid 2 menyebutkan beberapa pangkat shalawat Fatih:

1) Ashlu as-Shalawat al-Lati Zhaharat Min Qalbi Rasulillah Aw Min Qulubil Arifin (Sumber shalawat yang terbit dari hati Rasulullah atau para ahli ma'rifah). lihat halaman; 138.

2) Shalatul Fatih Munthawiyatun ala al-Ism al-A'zham az-Zhahir Wal Bathin (shalawat Fatih terkandung di dalamnya nama yang menjadi raja bagi seada-adanya nama keagungan Allah baik zhahir dan batin) lihat halaman: 142.

3) Shalatul Fatih Ainu al-Ism al-A'zham (shalawat fatih adalah inti Ismul A'zham). lihat halaman; 143.

Rabu, 3 Julai 2019

SELAWAT FATIH ADALAH SELAWAT MAKRIFAT

SELAWAT FATIH ADALAH SELAWAT MAKRIFAT DAN HAKIKAT
SELAWAT DRPD AULIYA TIDAK BOLEH DIUBAH ATAU DITAMBAH SESUKA HATI
DIBACA AKANNYA SEPERTIMANA DITERIMA AKANNYA

Sayyidi Asy Syarif menjelaskan bahawa Selawat Fatih adalah selawat makrifat iaitu penghulu segala selawat yang terkandung di dalamnya makrifat akan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, dan makrifat akan Rasulullah membawa kepada makrifat akan Allah Subhanahu Wa Taala. Selawat Fatih juga adalah mahkota Hakikat Muhammadiah manakala selawat2 lain adalah melingkunginya.

Selawat Fatih adalah anugerah terbesar dari hadrat Allah buat umat akhir zaman yang sudah tenat, penuh dengan kekurangan dan kelemahan seumpama badan manusia yang sudar berumur penuh dengan penyakit dan lemah. Sebab itulah Selawat Fatih mengandungi kelebihan dan keutamaan yang besar di sisi Allah, maka beruntunglah mereka yang dikurniakan dengan selawat ini dan sentiasa beramal dengannya. Sebab itulah tidak boleh ada sebarang penambahan kepada selawat ini walaupun ada sesetengah yang menambah وصحبه selepas lafaz واله, sebenarnya ini satu yang disebutkan sebagai kurang adab dengan hadrat kerana menambah sesuatu dari hadrat Allah, dan dinyatakan bahawa lafaz واله sudah merangkumi keseluruhannya sebab semuanya wujud dari hakikat baginda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, ini juga membuktikan bahawa selawat ini adalah selawat makrifat yang datang dari hadrah Allah Yang Maha Agung

disini kami sertakan sighah selawat fatih yg diamalkan oleh Syeikh Tijany RA dan diijazahkan kpd semua melalui susur jalur sanad para khalifahnya..

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩

SELAWAT FATIH/FUTUH
diriwayatkan bahawa Sidi Mustafa Albakri telah bermunajat selama 17 tahun dikaabah memohon kpd Allah satu selawat yg mencakupi/merangkumi keseluruhan selawat di alam ini
lalu datang kepadanya malaikat membawa lebaran drpd cahaya yg tertulis padanya selawat fatih
-menyebut akannya oleh Syeikh lsmail Nabhani didalam kitabnya afdholus solawat

Selawat fatih
asal usul dan kelebihannya

بسم الله الرحمن الرحيم
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَا
أ ُغْلِقَ. وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ. نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ. وَالْهَادِى إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ. وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيمِ.

Segala puji bagi Allah yang membuka daripada kunhil ghoib akan tampalan kaa-inaat. Dan menjadikan asal kunhi itu dan timbulnya akan Nur Hakikat Sayyidina Muhammad. Maka adalah Nur Hakikat Sayyidina Muhammad itu asal Maujudaat. Maka mengada daripada Maujudaat dengan KekuatanNya yang bangsa Qudsi dan KalamNya yang bangsa Azali, fitrah semula jadi anak Adam. Dan menjadikan rangka fitrah anak Adam rupa alam dan mengajarkan anak Adam akan Asma’ sekeliannya. Dan menjadikan anak Adam daripada sekelian ciptaanNya sebagai rumusanNya dan pilihanNya. Maka bagiNya pujian bahawa telah menjadikan akan Nabi yang terpilih sebagai salinan asal yang sempurna lagi agung bagi semata-mata tiada dan ada. Dan telah membuka atas kedua tangan Rasulullah itu khazanah-khazanah yang kamilah bagi kemuliaan dan kemurahan.

Dan aku bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah yang satu pada zatNya, yang satu pada Asma’Nya dan SifatNya. Dan aku bersaksi bahawa Sayyidina Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam hambaNya dan utusanNya yang dimuliakan dan kekasihNya yang diagungkan dan NurNya yang Mutholsam dan jalanNya yang sempurna yang lurus. Telah berselawatlah oleh Allah atasnya dan atas keluarganya yang suci lagi terpilih dan pencinta Rasulullah dari golongan yang baik-baik dan begitu juga telah sejahteralah dengan sebenar-benar sejahtera.

Dan selepas itu, maka ketahuilah wahai penggemar pada hendak sampai kepada hadrat Tuan bagi segala Tuan bahawa pintu hadrat itu satu jua, iaitu kasih akan Nabi yang suka bertaubat Shollallahu Alaihi Wasallam Wa Jumlatil Ali Wal Ashhab.Telah berkata Hujjatul Islam Mujaddidul Millah As-Syeikh Abd Wahhab As-Sya’rani As-Syafie Al-Alawiy Radhiyallahu Anhu dalam Kitab Lawaqi-’ul Anwar al-Qudsiyyah fil ‘Uhuudil Muhammadiyah :

“Ketahui wahai saudaraku bahawa jalan untuk sampai ke hadrat Allah Subhanahu Wa Taala daripada jalan berselawat atas Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam adalah sedekat-dekat jalan kepada Allah.”Dan telah berkata olehnya lagi Radhiyallahu Anhu pada tempat yang lain.“Maka jika membanyak oleh engkau daripada berselawat dan bersalam atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam boleh jadi engkau sampai kepada maqam melihat Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wassalam.

Dan iaitulah cara yang dibawa oleh as-Syeikh Nuruddin as-Syuuni dan Syeikh Ahmad az-Zawawi dan as-Syeikh Muhammad bin Daud al-Manzalaawi dan satu kelompok daripada syeikh-syeikh sezaman. Maka berkekalanlah setiap daripada mereka berselawat atas Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam. Dan membersih oleh mereka daripada segala dosa(yakni berselawat) sehingga berhimpun bersama Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam secara Yaqozhoh pada bila-bila masa yang dikehendaki. Dan sesiapa yang tidak berhasil baginya akan pertemuan ini (berhimpun bersama Rasulullah) maka adalah dia hingga sekarang ini (masa tidak bertemu lagi) tidak memperbanyakkan membaca selawat atas Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam akan sebagai banyak yang dituntut bagi menghasilkan baginya maqam ini.”

Dan telah berkata Ibnu Farhun al-Qurthubi al-Maliki Radhiyallahu Anhu :“Sesungguhnya pada selawat atas Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam ada 10 karomah :

1. Yang terbesar dapat selawat daripada Raja Yang Maha Gagah.

2. Mendapat syafaat Sayyidina Muhammad.

3. Mengikut sunnah Malaikat.

4. Menyalahi orang-orang Munafik dan Kuffar.

5. Memadamkan kesalahan dan dosa.

6. Membantu menunaikan hajat dan permintaan.

7. Menyinari zahir dan batin.

8. Kejayaan dari negeri kebinasaan.

9. Memasuki negeri yang kekal abadi.

10. Ucapan selamat dari Allah.”Dan telah berkata as-Syeikh al-Hadhrami Radhiyallahu Anhu :
“Sesungguhnya selawat atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam satu tangga, tempat naik, dan jalan kepada Allah Taala sekiranya tiada bagi Tholib itu Syeikh yang Mursyid.”

Dan telah berkata anak muridnya al-Wali al-Kamil Sayyidi Ahmad Zuruq al-Maliki Radhiyallahu Anhu tuan al-Qowa-idush Shufiah :
“Sesungguhnya selawat atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam mengangkat semangat orang yang sedang berhadap jika adalah orang itu pada maqam yang terumbang-ambing kerana bahawasanya menyebut selawat itu Nur dan Hidayah.”

Dan telah berkata al-Allamah al-Kamil al-Wali al-Washil as-Syeikh as-Sunusi Radhiyallahu Anhu :
“Sesiapa tiada Syeikh yang Mursyid maka memperbanyaklah oleh dia daripada selawat atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam. Maka sesungguhnya selawat itu menyampaikan kepada pembukaan yang nyata.”

Dan telah berkata Syeikhul Islam al-Hafidz Ibnu Hajar :
“Sesungguhnya selawat atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam membuka kimia kejayaan akan beberapa pintu yang tidak boleh dibuka oleh yang lainnya.”

Dan terdapat didalam Bughyatus Saalik bagi Imam as-Saahili Radhiyallahu Anhu :
“Bahawa diantara sebesar-besar hasil dan sebaik-baik faedah yang diusahakan dengan selawat atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam ialah dgn tergambar (wajah) Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam pada diri seseorang itu akan sebagai gambaranyang melekat yang berakar umbi.
Dan untuk demikian itu akan menghasilkan – dengan syarat mengekali atas berselawat atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam dengan tujuan yang ikhlas serta mengikut syarat-syarat, adab-adab dan memahami makna-makna hingga tetaplah pada seseorang itu di dalam batinnya akan sebagai tetap yang benar lagi suci – cantuman nafas orang yang berselawat dengan nafas Sayyidina Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam.
Dan bermesra-mesra diantara keduanya pada tempat yang dekat dan suci akan sebagai mesra yang dengan sekira-kira tidak dapat dibezakan lagi. Maka seseorang itu beserta sesiapa yang disayanginya.”

Cukuplah setakat ini kami jernihkan segala kekeruhan yang ada yang kami pindahkan daripada perkataan orang-orang yang baik-baik. Maka sesungguhnya tiada kemampuan hendak dihuraikan kesemua perkara ini.
Dan telah memindah sekelompok orang-orang yang Muhaqqiq daripada Jumhur Arifin yang Muta-akkhirin Radhiyallahu Anhum :

“Bahawa ibu selawat dan puncanya dan ruhnya dan rahsianya, selawat yang dinamakan dengan al-Yaquutatil Faridah dan masyhur diantara manusia dengan Selawat al-Fatih. Dan mengisyaratkan kepadanya di sisi pemimpin al-Arifin dengan pembukaan Hakikat Muhammadiyyah.
#Dan orang yang pertama menzahirkannya ialah al-Qutbil al-Kamil as-Syeikh al-Washil, pensyarah titik ba’ pada basmalah di dalam 2000 majlis, Muhammad Mushthofa al-Bakri as-Shiddiqi al-Kholwati Radhiyallahu Anhu. Maka sesungguhnya telah bertawajjuh olehnya kepada Allah selama 40 tahun memohon bahawa diberi satu selawat yang padanya terkandung sekelian rahsia selawat.
Maka datanglah Malaikat dengan cebisan kertas daripada cahaya yang ditulis padanya Selawat Fatih. Dan telah berkata olehnya Radhiyallahu Anhu : Sesiapa yang membacanya sekali seumur hidup padahal memasuki ia akan neraka maka peganglah tangan aku di hadapan Allah.”

Dan telah berkata pada Selawat Fatih oleh al-Qutbil Maktum wal-Khatmil Muhammadiyyil Maklum Sayyidi Ahmad At-Tijani al-Hasani Radhiyallahu Anhu Wa Ardhohu Wa ‘Anna Bihi, memindah dari Sayyidil Wujud Shollallahu Alaihi Wasallam(yg menerima secara yaqazah) :

“Sesungguhnya khasiat Selawat Fatih Lima Ughliq perkara yang bangsa Ketuhanan yang tidak ada jalan untuk diterima akal. Maka jika engkau andaikan ada 100 000 umat, pada setiap umat ada 100 000 kabilah, pada setiap kabilah ada 100 000 lelaki, hidup setiap seorang daripada mereka 100 000 tahun menyebut setiap seorang daripada mereka setiap hari 100 000 selawat atas Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam daripada selawat yang lain, dan dihimpun pahala mereka kesemuanya pada selawat yang tersebut itu, tidaklah dapat menandingi sekelian pahala itu dengan satu pahala daripada Selawat Fatih.”

Maka jangan peduli pembohongan orang yang suka berbohong serta suka mencari keburukan pada Selawat Fatih. Maka sesungguhnya kelebihan itu di tangan Allah.
-Memberi olehNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya. Maka sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Taala satu kelebihan yang keluar dari ruangan qias akal manusia yg terhad..

Maka sangat baik dan bermanfaat dan terang maksud pada mensyarahkan Selawat al-Yaqutah yang tersebut.
Marilah kita sama2 memohon kepada Allah SWT dengan kehormatan kunci Hadrah Kemulian dan Kemurahan iaitu Sayyidina Muhammad SAW yang merupakan pasak dan punca setiap maujudat/makhluk yg membuka bagi kita dan sahabat-sahabat kita Futuh Selawat Fatih.
-Dan melempar akan kita pada martabat Selawat Fatih yang Batin dan martabatnya yang Batinul Batin iaitulah pembukaan Ismul A’azhom yang khas yang tersimpan pada Ismul A’azhom itu kehebatan nama Allah yang Agung lagi Diagungkan dan yang terLebih Agung dan NabiNya yang Terpilih dan Terlebih Mulia.
Dan telah berselawat oleh Allah atas Sayyidina Muhammad Al-Fatih Lima Ughliq al-Khatim dan atas Keluarganya sesuai dengan martabat dan tingkatannya yang agung.