Isnin, 22 September 2025

KEHAMBAAN DAN PANGKAT WALI, MANA SATU MENJADI PILIHAN??

بسم الله الرحمان الرحيم وصلى الله على سيدنا محمد الفاتح الخاتم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

💝 نشر هذا المنشور بتاريخ 29 محرم 1444 الموافق لـ 27/8/2022 💝

-------------------------------------------- 
Seorang hamba boleh jadi dipancung akan kepala mereka dengan pedang qudrah ilahi dan kemudian dibawa kepala tersebut mengelilingi alam zahir 
dan dikatakan kepadanya :
" inilah balasan kepada sesiapa yg memilih kewalian daripada memilih khidmat akan Tuannya .."
moga Allah melindungi diriku dan saudara²ku daripada su'ul qada' ... 
jikalau tidak kerana inayah ilahi padanya,nescaya ia dikeluarkan daripada hadrah yg diduduki akannya pada ketika jua
sehinggalah ia melihat akan haq dan melepaskan diri daripada kewalian(yg diusahakan) dan drpr kekuatannya
(yg dimilikinya pada ketika itu)
dan sehinggalah ia kembali memakai pakaian Kehambaan...
yaitu dengan sekira2 tidaklah ia berebut dengan Tuannya untuk mendapatkan rida' dan kain keagungan dan kebesaran Tuhannya ...
maka jadilah ia pada ketika itu seorang hamba yg dikehendaki oleh Allah ...
fahamilah akannya !!!!
kerana ia adalah tempat gelincir yg membinasakan,kerana kebanyakkan orang yang dilimpahkan pangkat kewalian (dengan usaha yg ditekuni olehnya)
sesungguhnya ia telah terhijab kerana bertasaruf ia dengan kewalian yg dimilikinya tanpa adab sehinggalah ia dihumban keluar 
(dilucutkan kewaliannya setelah diperolehi) kerana su' adabnya...

Ahad, 21 September 2025

Tanda-tanda pengikut Thoriqoh Tijaniyyah

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ۞ ﺍﻟﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ۞ ﻭَﺍﻟﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ ۞ ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟﺤَﻖِّ ۞ ﻭَﺍﻟﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟﻤُﺴْﺘَﻘِﻴﻢِ ۞ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴﻢِ *۞
ﺇﻥ ﻷﻫﻞ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔ ﻋﻼﻣﺔ ﻳﺘﻤﻴﺰﻭﻥ ﻋﻦ ﻏﻴﺮﻫﻢ . ﻭﻳﻌﺮﻑ ﺑﻬﺎ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻫﻮ ﺻﺎﺣﺒﻬﺎ ﺑﻮﺟﻪ . ﻭﻫﻲ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻟﻪ ﺣﻮﺍﺭﻱ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﺍﻟﻤﺸﻬﻮﺩ ﻟﻪ ﻓﻲ ﻣﻌﺮﻓﺔ ﺃﺳﺮﺍﺭﻫﺎ ﺑﺎﻟﺘﺒﺮﻳﺰ ﻭﺍﻟﺘﺤﻘﻴﻖ :
Sesungguhnya pengikut thoriqoh Tijani ini mempunyai tanda tanda yang membedakan mereka dari mereka orang lain.
Dengan tanda tanda ini dapat dikenali bahwa Rosululloh SAW adalah shohabat atau pembimbingnya dalam bentuk khusus.
Itu seperti yang dijelaskan oleh para tokoh terkenal dalam thoriqoh ini, berkenaan dengan Rahasia-rahasianya, yaitu sebagai orang-orang luhur dan orang-orang benar. Ia mengatakan :
ﺇﻥ ﻟﻜﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻦ ﺃﻫﻠﻬﺎ ﻣﻜﺘﻮﺏ ﺑﻴﻦ ﻋﻴﻨﻴﻪ ﺑﻄﺎﺑﻊ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ " ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ " ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻭﻋﻠﻰ ﻗﻠﺒﻪ ﻣﻤﺎ ﻳﻠﻲ ﻇﻬﺮﻩ " ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪﺍﻟﻠﻪ " ، ﻭﻋﻠﻰ ﺭﺃﺳﻪ ﺗﺎﺝ ﻣﻦ ﻧﻮﺭ ﻣﻜﺘﻮﺏ ﻓﻴﻪ " ﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔ ﺍﻟﺘﺠﺎﻧﻴﺔ ﻣﻨﺸﺆﻫﺎ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﺔ ﺍﻟﻤﺤﻤﺪﻳﺔ " ﺇﻩ ﻛﻼﻣﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﻭﻗﻔﻨﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﺑﻌﺾ ﻣﺆﻟﻔﺎﺗﻪ .
Sesungguhnya setiap orang dari pengikut thoriqoh Tijaniyyah tertulis di antara kedua matanya *stempel* Nabi SAW
ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
Muhammadun Rosululloh,.
Dan pada hatinya yang dekat dengan punggungnya tertulis
ﻣﺤﻤﺪ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪﺍﻟﻠﻪ
Muhammad Ibnu 'Abdillah.
Pada bagian kepalanya ada sebuah mahkota dari cahaya yang tertulis di situ
ﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔ ﺍﻟﺘﺠﺎﻧﻴﺔ ﻣﻨﺸﺆﻫﺎ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﺔ ﺍﻟﻤﺤﻤﺪﻳﺔ
Ath-Thoriqoh at-Tijaniyyah sumbernya adalah hakikat Muhammadiyyah
Seperti itulah perkataannya yang kami dapatkan dari beberapa kitab karangannya.
ﻭﻳﺆﻳﺪﻩ ﻣﺎ ﺗﻮﺍﺗﺮ ﺑﻴﻦ ﺍﻷﺻﺤﺎﺏ ﻋﻦ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻣﻦ ﺃﺭﺑﺎﺏ ﺍﻷﺣﻮﺍﻝ ﺃﻧﻬﻢ ﺻﺮﺣﻮﺍ ﻟﺒﻌﺾ ﺃﻫﻞ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﺑﺄﻧﻬﻢ ﺭﺃﻭﺍ ﻃﺎﺑﻊ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﻴﻦ ﻋﻴﻨﻴﻪ .
Juga dikuatkan oleh keterangan yang mutawatir di kalangan para sahabat yang sudah mencapai maqom waliyyulloh, bahwa mereka mengatakan secara terus terang kepada pengikut thoriqoh ini, bahwa mereka melihat cap (stempel) Nabi SAW di antara kedua matanya.
ﻭﻗﺪ ﺭﺃﻳﻨﺎ ﺑﻌﺾ ﺍﻷﺻﺤﺎﺏ ﺇﺫﺍ ﺭﺃﻯ ﺃﺣﺪﺍ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﻋﺮﻓﻪ ﻭﻗﻄﻊ ﻟﻪ ﺑﺄﻧﻪ ﻣﻦ ﺃﻫﻠﻬﺎ ﻭﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﺭﺁﻩ ﻗﺒﻞ ﺫﻟﻚ، ﻭﻻ ﻳﺒﻌﺪ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺸﻒ ﻟﻪ ﺍﻟﻐﻄﺎﺀ ﻋﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻄﺎﺑﻊ ﺍﻷﺯﻫﺮ ﻭﺍﻟﺴﺮ ﺍﻷﺑﻬﺮ .
Bahkan kami lihat ada beberapa orang sahabat mana apabila melihat salah seorang dari pengikut thoriqoh Tijani ini, ia dapat mengenalinya dan dapat memastikan bahwa dia adalah pengikutnya, padahal belum pernah bertemu sebelumnya.
Tidak keliru bahwa memanglah sudah dibukakan baginya tutup pada stempel gemilang dan sirr rahasia yang kemilau ini.
ﻭﻣﻌﻠﻮﻡ ﺃﻥ ﻣﺜﻞ ﻫﺬﺍ ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺮﺍﻩ ﻣﻦ ﻛﺸﻒ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﻋﻦ ﺑﻌﺾ ﺃﺳﺮﺍﺭﻩ ﺍﻟﻐﻴﺒﺔ ﻭﺃﻳﺪﻩ ﺑﺄﻧﻮﺍﺭﻩ ﺍﻟﻮﻫﺒﻴﺔ . ﻓﻼ ﻣﺠﺎﻝ ﻓﻴﻪ ﻟﻸﻓﻜﺎﺭ ﺇﺫ ﻻ ﻧﻔﺎﻕ ﻟﺒﻀﺎﻋﺔ ﺍﻟﻌﻘﻞ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻀﺎﺭ .
Sebagaimana dimaklumi, bahwa hal seperti ini hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang dibukakan oleh Allah sebagian rahasia-rahasia-Nya yang bersifat gaib, dan sudah didukung oleh cahaya-cahaya-Nya dalam bentuk karunia.
Oleh karena itu tidak ada ruang untuk akal pikiran, sebab tidak ada jalan untuk bisa mengupas kandungan ini melalui sarana akal pikiran.
ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﺟﺎﺋﺰ ﺍﻟﻜﺮﺍﻣﺎﺕ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺘﺤﻒ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺷﺎﺀ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩﻩ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺍﻷﺧﻴﺎﺭ .
Ini termasuk karunia karomah-karomah yang Allah anugerahkan kepada orang-orang yang Dia kehendaki dari kalangan hamba-hamba-Nya yang beriman lagi bijak.
ﻭﻳﺨﺘﺺ ﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺃﺭﺍﺩ ﻣﻦ ﺃﻭﻟﻴﺎﺋﻪ ﺍﻟﻤﻜﺮﻣﻴﻦ ﺍﻷﺑﺮﺍﺭ . ﻓﺴﻠﻢ ﺳﻠﻢ
Dan Yang Dia khususkan kepada orang-orang yang Dia kehendaki di antara Wali-wali-Nya yang terhormat lagi orang-orang yang berbakti. Maka percayalah, niscaya engkau akan selamat.
Bughyatul Mustafid 100-101.

KAROMAH INI LAUTAN PADHOL ALLOH, YANG KITA HARUS SYUKURI, 
ALLOH MENURUNKAN WALI YG DILANTIK OLEH ROSULULLOH.
Keutamaan Thariqah At Tijaniyah.
Keutamaan Thariqah At Tijany ada 2 (dua) :
a. Keutamaan bagi semua orang yang menyakini kewalian Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany dan hormat serta cinta kepada beliau juga senang dan hormat terhadap pengikut Thariqah At Tijany sampai mati, dengan catatan “ Tidak pernah merasa aman dari ancaman murka Allah Swt”. maka ia akan mendapatkan jaminan Allah SWT melalui Rasulullah SAW dengan jaminan antara lain:
1. Akan mati membawa Islam dan Iman.
2. Dimudahkan dalam sakaratul maut
3. Mendapat kemudahan dan kebahagiaan di alam kubur
4. Allah Swt. menjamin keamanan baginya dari semua jenis siksaan dan semua kesulitan, sejak matinya sampai masuk kedalam surga.
5. Diampuni semua dosanya yang terdahulu dan kemudian
6. Mendapat Rahmat Allah karena semata-mata karunia Allah Swt. bukan karena kebaikan orang tersebut.
7. Allah tidak akan menghisab / memperhitungkan amalnya dan tidak akan mengurangi sedikitpun serta tidak akan ditanya apapun tentang amalnya di hari kiamat.
8. Allah memberi naungan kepada mereka dibawah Arasy di hari kiamat
9. Allah akan memberi kekuatan ketika melewati syirath, sehingga sampai kesurga dalam sekejap mata dengan kawalan Malaikat.
10. Diberi minum oleh Allah SWT. dari telaga Rasulullah Saw.
11. Masuk surga tanpa hisab dan tanpa disiksa dalam rombongan pertama bersama Rasulullah SAW.
12. Allah meletakkannya / memberi tempat tinggal di Illiyyiin dalam surga Firdaus dan Aden.
13. Rasulullah Saw. cinta pada orang yang cinta Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany dan dia tidak akan mati kecuali sudah menyandang predikat sebagai wali Allah.
14. Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany RA. cinta pada orang yang cinta kepadanya.
Untuk keutamaan no.1 s/d 14 ini Allah Swt. memberikan kepada siapa saja yang cinta dan taslim kepada Sayyidi Syeikh Ahmad At Tijany sampai akhir hayat walaupun tidak mengikuti / tidak mengamalkan thariqah At Tijaniyah.
b. Keutamaan bagi mereka yang mengikuti / mengamalkan Thariqah Tijany dengan baiat Shahiih akan mendapatkan keutamaan yang lebih banyak lagi diantaranya :
1. Kedua orang tuanya, istri istrinya serta anak anaknya dijamin masuk surga tanpa hisab (tanpa dihitung amalnya) dan tanpa disiksa serta diampuni dosa dosanya baik besar maupun kecil. Dengan catatan mereka itu semua orang Islam yang tidak benci dan tidak mencela Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra. Lebih terjamin lagi jika mereka itu cinta kepada Sayyidi Syeikh Ahmad Bin Muhammad At Tijany RA, walaupun tidak ikut mengamalkan wirid Thariqah Tijany.
2. Rasulullah SAW menjadi sandaran utama mereka sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany RA pada pertemuan barzakhi dalam sadar bukan mimpi yang artinya:
ﻗَﺎﻝَ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ " ﻓُﻘَﺮَﺍﺀُﻙَ ﻓُﻘَﺮَﺍﺋِﻰ ﻭَﺗَﻼَﻣِﻴْﺬُﻙَ ﺗَﻼَﻣِﻴْﺬِﻯ ﻭَﺃﺻْﺤَﺎﺑُﻚَ ﺃﺻْﺤَﺎﺑِﻰ " ﻓَﻤَﺎ ﺃﺷْﺮَﻑُ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻻِﺿَﺎﻓَﺔُ؟ ‏( ﺍﻟﻔﻴﺾ ﺍﻟﺮﺑﺎﻧﻲ 28 : )
“Para fuqara’ (para pengamal thariqah Tijani) itu adalah fuqara’ku, murid muridmu itu semua adalah murid muridku, sahabat sahabatmu adalah sahabat sahabatku”. Adakah tempat bersandar yang lebih mulya dari Rasulullah ?..... (Al Faidlur Rabbani : 28).
3. Ketika naza’ / sakaratul maut, Rasulullah SAW akan hadir menjemput ruhnya.
4. Rasulullah SAW akan mendampinginya ketika ditanya oleh 2 malaikat (Munkar dan Nakiir).
5. Imam Mahdi Al Muntadzar menjadi ihwan Thariqah At Tijaniyah, dan sebagai tanda akan datangnya Imam Mahdi Al Muntadzar yaitu jika Ihwan Thariqah At Tijaniyah sudah banyak, merata, tersebar di berbagai Negara sampai ke desa desa.
6. Martabat atau pangkat Ihwan Thariqah Tijany lebih tinggi dapi pada para wali qutub walaupun mereka hanya sebagai orang awam.
ﻓَﻌَﻠِﻢَ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺇِﻥَّ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﺸَّﻴْﺦِ ﻣُﻨَﺎﺳَﺒَﺔً ﺗَﺎﻣَﺔً، ﻭَﺑِﺘِﻠْﻚَ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﺳَﺒَﺔِ ﻛَﺎﻧُﻮْﺍ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﻛْﺒَﺮُﻣِﻦْ ﺃَﻛَﺎﺑِﺮِ ﺍﻷَﻗْﻄَﺎﺏِ ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﺭِﻓِﻴْﻦَ ﻭَﺍﻷَﻏْﻮَﺍﺙِ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻧُﻮْﺍ ﻓِﻰ ﺍﻟﻈَّﺎﻫِﺮِ ﻣِﻦْ ﺟُﻤْﻠَﺔِ ﺍﻟْﻌَﻮَﺍﻡِ . ‏( ﺍﻟﻔﻴﺾ ﺍﻟﺮﺑﺎﻧﻲ : 28 )
Rasulullah Saw. Memberi tahu kepada Syeikh Ahmad At Tijany Ra. bahwa antara sahabat Rasululullah dan sahabat Syeikh Ahmad At Tijany mempunyai persamaan yang sempurna dan dengan kesamaan inilah ihwan Thariqah Tijany bagi Allah Swt. lebih tinggi nilainya dari pada Qutub, Arifin dan Al Ghauts walaupun tampang dhohirnya hanyalah orang awam. (Al Faidlur Rabbani : 28)
7. Pada saat mereka berdzikir, ikut berdzikir bersama mereka 70.000 malaikat selama dzikir berlangsung dan pahala berdzikir para malaikat tersebut ditulis untuk mereka.
8. Dalam wirid lazim terdapat syighat Ismul A’ dzam cuma berbeda dengan Syighat Ismul A’dzom yang khusus untuk Nabi Saw.
9. Mendapat pahala membaca Ismul A’dzam walaupun tidak mengetahui Ismul A’dzam tersebut.
10. Tidak akan mencicipi pedih / sakitnya prahara sakaratul maut.
11. Diakhirat mendapat tempat khusus dibawah naungan Arasy
12. Tidak mengalami atau merasakan dasyatnya mauqif / mahsyar, akan tetapi ihwan Tijani dikumpulkan bersama orang-orang yang aman di suatu tempat dekat pintu surga, sampai masuk kedalam surga bersama Rasulullah Saw. dan para sahabatnya dirombongan pertama.
13. Kelak di surga akan ditempatkan di tempat yang tinggi dan menjadi tetangga Rasulullah dan para sahabatnya.
14. Dan masih banyak lagi keutamaan karomah lainnya yang belum disebutkan dalam risalah ringkas ini.

ﺍﻟﺤﺐ ﻫﻮ ﺍﻻﻧﺴﺠﺎﻡ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻭﺍﻟﺮﻭﺡ ﻣﻊ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ، ﻻ ﻳﺘﻢ ﻓﺼﻞ ﺍﻟﻮﺣﺪﺓ ﺃﺑﺪﺍ ، ﻷﻥ ﺷﺨﺺ ﻣﺎ ﻣﻊ ﺷﺨﺺ ﻳﺤﺐ ...
Cinta adalah kebersamaan hati dan jiwa dengan sang kekasih,dalam sebuah kebersamaan yang tidak pernah terpisahkan.Karena seseorang itu bersama orang yang di cintainya ...
Ihsan menyembah Allah seakan-akan kau melihat-nya
Cinta menyembah Allah dan kau melihat-nya.
Jika Aku talah menjadi kekasihnya, maka Aku adalah telinganya utk mendengar, penglihatannya utk melihat, tangannya utk memegang, kakinya utk berjalan,  
Hamba yg sdh menjadi kekasih(WALI) Allah, tidalah sesuatu kekuatan dari bangsa jin dan manusia, yg bisa menandinginya, termasuk juga kekuatan Malaikat, tidak akan mampu menyamai kekuatan para kekasihkU, WILIYULLOH.
المرء مع من احب
SESEORANG AKAN BERSAMA DGN YG DICINTAINYA,  

Apabila kamu tidak masuk pada suatu Thoriqoh, maka semua amalmu akan di naekan kepada Allah swt sesuai kemampun mu,

Seadangkan jika kamu mencintai seorang syekh (wali Allah) yang memiliki keagunan nan kemulyaan disi Allah Swt, maka semua amalmu kelak di angkat sesuai dengan ke agungan orang yang kau cintai itu.

Kelak pada hari kiamat engkau akan dikumpulkan dengan derajat orang (wali Allah) yang engkau cintai itu.

Rasulullah Saw pernah bersabda :
Seseorang itu kelak akan bersama orang yang kau di cintai nya."

Maksudnya, Jadikan semua amalan yang engkau lakukan sebagai perwakilan dari amalan nya (waliyullah) sayyidi syekh ini.
Imam sholahudin At Tijani.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ۞ ﺍﻟﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ۞ ﻭَﺍﻟﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ ۞ ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟﺤَﻖِّ ۞ ﻭَﺍﻟﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟﻤُﺴْﺘَﻘِﻴﻢِ ۞ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴﻢِ *۞
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﺟﻌﻠﻨﺎ ﺗﺠﺎﻧﻴﺎ ﺣﻘﺎً ﻭﺃﺣﻴﻨﺎ ﺗﺠﺎﻧﻴﺎ ﻭﺃﻣﺘﻨﺎ ﺗﺠﺎﻧﻴﺎ ﻭﺍﺣﺸﺮﻧﺎ ﻣﻊ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﺍﻟﺘﺠﺎﻧﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ... 

ﺍﻟَّﻠﻬُﻢَّ ﺍﺣْﺸُﺮْﻧَﺎ ﻓِﻲ ﺯُﻣْﺮَﺓِ ﺃَﺑِﻲ ﺍﻟْﻔَﻴْﺾِ ﺍﻟﺘِّﺠَﺎﻧِﻲ *
* ﻭﺃَﻣِﺪَّﻧَﺎ ﺑِﻤَﺪَﺩِ ﺧَﺘْﻢِ ﺍﻟْﺄَﻭْﻟِﻴَﺎﺀ ﺍﻟْﻜِﺘْﻤَﺎﻧِﻲ *
* ﺑِﺠَﺎﻩِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺍﻟْﻤُﺼْﻄَﻔَﻰ ﺍﻟْﻌَﺪْﻧَﺎﻧِﻲ
Ya Allah kumpulkan kami dalam golongan Abil Faidl Tijani
dan anugerahkan pertolongan kepada kami ini dengan anugerah hamparan kewalian Sang Penyempurna Wali Pembesar yang Tersembunyi.

Sabtu, 20 September 2025

KELEBIHAN SELAWAT FATIH : IBU, PUNCA, RUH DAN RAHSIA SEGALA SELAWAT ADALAH SELAWAT FATIH. TURUNNYA PADA MALAM NISFU SYAABAN

بسم الله الرحمان الرحيم وصلى الله على سيدنا محمد الفاتح الخاتم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

💝 نشر هذا المنشور بتاريخ 6 شوال 1443 الموافق لـ 7/5/2022 💝

----------------------------------------------- 
بسم الله الرحمن الرحيم 
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَا أ ُغْلِقَ. وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ. نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ. وَالْهَادِى إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ. وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيمِ.
Segala puji bagi Allah yang membuka daripada kunhil ghoib akan tampalan kaa-inaat. 
Dan menjadikan asal kunhi itu  Nur Hakikat Sayyidina Muhammad. 
Maka adalah Nur Hakikat Sayyidina Muhammad itu asal Maujudaat. 
Maka Allah SWT telah meng-Adakan daripada sekelian Maujudaat dengan KekuatanNya yang Qudsi dan KalamNya yang Azali, 
Dengan menjadikan fitrah semula jadi anak Adam. 
Kemudian menjadikan rangka fitrah anak Adam akan rupa alam ini dan mengajarkan anak Adam akan Asma’ sekeliannya. 
~Dan menjadikan anak Adam daripada sekelian ciptaanNya sebagai rumusanNya dan pilihanNya. 
~Maka bagi Allah SWT segala pujian bahawa telah menjadikan akan Nabi SAW sebagai hamba yang terpilih, yg menjadikan hakikat Nabi SAW salinan asal yang sempurna lagi agung dengan semata-mata tiada dan ada
~Dan telah membuka dihadapan Rasulullah itu khazanah-khazanah yang kamilah bagi  segala kemuliaan dan kemurahan.
~Dan dgn bersaksikan bahawa tiada Tuhan melainkan Allah yang satu pada zatNya,
yang satu pada Asma’Nya dan SifatNya. 
~Dan aku bersaksi bahawa Sayyidina Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam hambaNya dan utusanNya yang dimuliakan dan kekasihNya yang diagungkan dan NurNya yang Mutholsam dan jalanNya yang sempurna yang lurus. 
~ seseungguhnya Telah berselawatlah oleh Allah atas Rasulullah SAW dan atas keluarganya yang suci lagi terpilih 
dan juga selawat atas pencinta Rasulullah SAW dari golongan orang2 soleh dan juga ucapan sejahtera atas mereka ...
~maka ketahuilah wahai penggemar yang hendak sampai kepada hadrat Tuan bagi segala Tuan,bahawasanya pintu hadrat itu satu jua..
~* iaitu kasih akan Nabi SAW *
-Telah berkata Hujjatul Islam Mujaddidul Millah As-Syeikh Abd Wahhab As-Sya’rani RA dalam Kitab Lawaqi-’ul Anwar al-Qudsiyyah fil ‘Uhuudil Muhammadiyah :
“Ketahui wahai saudaraku bahawa jalan untuk sampai ke hadrat Allah Subhanahu Wa Taala daripada jalan berselawat atas RASULULLAH SAW adalah sedekat-dekat jalan utk sampai kepada Allah SWT.”
~Dan telah berkata olehnya lagi Radhiyallahu Anhu pada tempat yang lain.
“Maka jika memperbanyak oleh engkau dgn berselawat serta salam atas Nabi SAW,
boleh jadi engkau sampai kepada maqam melihat Rasulullah SAW
~Dan iaitulah cara yang dibawa oleh as-Syeikh Nuruddin as-Syuuni, Syeikh Ahmad az-Zawawi ,Syeikh Muhammad bin Daud al-Manzalaawi dan satu kelompok daripada syeikh-syeikh sezaman. 
~Maka berterusanlah setiap daripada kalangan mereka berselawat atas Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam. 
~Dan membersih oleh mereka daripada segala dosa(yakni dgn berselawat) sehinggalah berhimpun bersama Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam secara Yaqozhoh,
Dan pada bila-bila masa yang dikehendaki. 
Dan sesiapa yang masih tidak berhasil baginya akan pertemuan ini (bertemu dengan Rasulullah) maka adalah dia hingga sekarang ini sesungguhnya ia masih tidak memperbanyakkan membaca selawat atas Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam dengan sebanyak yang dituntut bagi menghasilkan sampai ke maqam ini.”
Dan telah berkata Ibnu Farhun al-Qurthubi al-Maliki Radhiyallahu Anhu :“Sesungguhnya pada selawat atas Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam ada 10 karomah :
1. Yang terbesarmya ialah dapat selawat daripada Allah Yang Maha agung
2. Mendapat syafaat Sayyidina Muhammad.
3. Mengikut sunnah Malaikat.
4. Menyalahi orang-orang Munafik dan Kuffar.
5. Memadamkan kesalahan dan dosa.
6. Membantu menunaikan hajat dan permintaan.
7. Menyinari zahir dan batin.
8. Kejayaan di negeri kebinasaan.
9. Memasuki negeri yang kekal abadi.
10. Ucapan selamat dari Allah.
~Dan telah berkata as-Syeikh al-Hadhrami Radhiyallahu Anhu :
“Sesungguhnya selawat atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam satu tangga, tempat naik, dan jalan kepada Allah Taala sekiranya tiada bagi murid itu, seorang Syeikh yang Mursyid.”
~Dan telah berkata anak muridnya al-Wali al-Kamil Sayyidi Ahmad Zuruq al-Maliki Radhiyallahu Anhu tuan al-Qowaidus Sufiah :
“Sesungguhnya selawat atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam memberi semangat kpd orang yang sedang berhadap kpd Allah,jika adalah orang itu  berada dlm terumbang-ambing kerana bahawasanya  berselawat itu adalah Nur dan Hidayah.”
~berkata al-Allamah al-Kamil al-Wali al-Washil as-Syeikh as-Sunusi Radhiyallahu Anhu :
“Sesiapa tiada Syeikh yang Mursyid maka memperbanyaklah oleh ia dgn  berselawat atas Rasulullah SAW  
Maka sesungguhnya selawat itu menyampaikan kepada pembukaan yang nyata.”
~berkata Syeikhul Islam al-Hafidz Ibnu Hajar :
“Sesungguhnya selawat atas Baginda Shollallahu Alaihi Wasallam  dpt membuka kimia kejayaan yg penyebab kpd pembukaan beberapa pintu yang tidak boleh dibuka oleh yang lainnya.”
~Dan disebut didalam Bughyatus Saalik bagi Imam as-Saahili Radhiyallahu Anhu :
“Bahawa diantara sebesar-besar hasil dan sebaik-baik faedah yang diusahakan dengan selawat atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam ialah tergambar (wajah) Rasulullahi Shollallahu Alaihi Wasallam pada diri seseorang itu akan sebagai gambaran yang  melekat sehingga berakar umbi. 
~Dan untuk mencapai akan demikian itu, hendaklah ia berusaha untuk menghasilkannya –( dengan syarat mengekali atas berselawat atasnya Shollallahu Alaihi Wasallam) 
Yaitu dengan tujuan yang ikhlas,mengikut syarat-syarat, adab-adab dan memahami makna-makna hingga tetaplah pada seseorang itu di dalam batinnya akan sebagai ketetapan yang benar lagi suci – cantuman nafas orang yang berselawat dengan nafas Sayyidina Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam. Dan sehingga terhasil kemearaan diantara keduanya pada tempat yang dekat dan suci akan sebagai kemesraan yang dengan sekira-kira tidak dapat dibezakan lagi. 
*seseorang itu bersama sesiapa yang disayanginya.*
Cukuplah setakat ini kami jernihkan segala kekeruhan yang ada yang kami pindahkan daripada perkataan orang-orang yang baik-baik. 
~sesungguhnya tiada kemampuan atas hendak menceritakan kesemua keterangan mengenai perkara ini.
Dan telah menaqal sekelompok orang-orang Muhaqqiq daripada Jumhur Arifin yang Muta-akkhirin Radhiyallahu Anhum :
“Bahawa ibu selawat dan puncanya dan ruhnya dan rahsianya, selawat yang dinamakan dengan al-Yaquutatil Faridah dan masyhur diantara manusia dengan Selawat al-Fatih. 
~Dan mengisyaratkan kepadanya di sisi pemimpin al-Arifin dengan kunci Hakikat Muhammadiyyah. 
~Dan orang yang pertama menimbulkannya ialah al-Qutbil al-Kamil as-Syeikh al-Washil, pensyarah titik ba’ pada basmalah di dalam 2001 majlis, yaitu Muhammad  Mushthofa al-Bakri as-Shiddiqi al-Kholwati Radhiyallahu Anhu. 
Maka sesungguhnya beliau telah bertawajjuh kepada Allah selama 17 tahun,memohon kpd Allah swt bahawa diberi satu selawat yang padanya terkandung sekelian rahsia selawat. 
~Maka datanglah Malaikat dengan helaian kertas daripada cahaya yang ditulis padanya Selawat Fatih.
(sila rujuk kitab fadhlus Selawat imam Nabhani)
Dan telah berkata olehnya Radhiyallahu Anhu : 
"Sesiapa yang membacanya sekali seumur hidup padahal memasuki ia ke dalam neraka,  maka peganglah tangan aku di hadapan Allah SWT.”
Dan telah berkata Abul Abbas Tijani RA :
"Talqinlah/ijazahlah manusia dengan selawat fatih, supaya mereka mati dlm keimanan ..."

GHURUR : ORANG YANG TERPEDAYA

بسم الله الرحمان الرحيم وصلى الله على سيدنا محمد الفاتح الخاتم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

💝 نشر هذا المنشور 7 رمضان 1443 1443 الموافق لـ 8/4/2022💝

-------------------------------------------------

GHURUR: ORANG YANG TERPEDAYA 
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩ 
Maksud GHURUR (terpedaya) ialah pegangan/iktikad atas sesuatu perkara menyalahi hakikat sebenar. Sesungguhnya orang yang terpedaya ialah orang yang meyakini bahawa pembukaan yang dia perolehi adalah berdasarkan khasiat, umpamanya zikir. 
Maka dia akan mengerahkan keseluruhan himmahnya dan umurnya untuk tujuan seumpama yang tersebut, dan menyangka amalannya itu adalah ibadah terhadap Tuhannya, dan mengira dirinya daripada kalangan orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah SWT dan dia berlazat-lazat dengan zikir-zikir tersebut pada keseluruhan waktu-waktunya. 
Apabila semakin bertambahnya amalannya maka semakin jauh dirinya daripada hadrah Tuannya kerana sesungguhnya dia telah menebalkan hijab dirinya dengan himmah dan niatnya. 
____________
500 TAHUN BERIBADAT UMPAMA DEBU
Telah menceritakan pada kami oleh Murabbina Sayyidi Ahmad al Hadi al Hasani al Maghribi حفظه الله تعالى، satu hadis yg dinukilkan dari Kitab Lubab Hadis karangan Imam as Suyuti رحمه الله تعالى ، Dari Jabir رضي الله عنه berkata bahawa Rasulullah ﷺ telah memberitahu kami bahawa Malaikat Jibrail عليه السلام telah memberitahu Rasulullah ﷺ katanya:”Wahai Muhammad, demi Allah yang mengutusmu sebagai Nabi yang besar, sesungguhnya ada seorang hamba Allah yang beribadat selama 500 tahun diatas sebuah bukit yang lebar, panjangnya bukit itu 30 puluh hasta kali 30 hasta dan disekelilingnya ialah air laut yang seluas 4,000 farsakh dari tiap penjuru. Dan di situ Allah ﷻ mengeluarkan air selebar satu jari dan dari bawah bukit dan Allah ﷻ juga telah menghidupkan sebuah pohon delima yang setiap hari mengeluarkan sebiji buah delima. Apabila tiba waktu petang, hamba Allah itu pun memetik buah delima itu dan memakannya, setelah itu ia pun solat.
Dalam solat ia telah meminta kepada Allah ﷻ supaya mematikannya ketika ia dalam sujud, supaya badannya tidak disentuh oleh Bumi atau apa-apa saja sehingga tibanya hari kebangkitan. Maka Allah ﷻ pun menerima permintaanya. Berkatalah Malaikat lagi: ”Oleh itu setiap kali kami naik turun dari langit kami melihatnya sedang sujud, kami mendapat dalam ilmu bahawa ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan dihadapkan kepada Allah ﷻ lalu Allah ﷻ menyuruh Malaikat: ”Masukkanlah hambaku itu ke dalam syurga dengan limpah rahmatKu:” maka berkata orang itu: ”Dengan disebabkan amalku?” Maka Allah ﷻ menyuruh malaikat menghitung semua amalnya dengan nikmat yang Allah ﷻ berikan. Apabila penghitungan dibuat maka amal yang dibuat oleh orang itu selama 500 tahun itu telah habis apabila dikira dengan sebelah mata, yakni nikmat pengelihatan yang Allah ﷻ berikan padanya, sedangkan nikmat-nikmat lain belum dikira. Maka Allah ﷻ berfirman: ”Masukkan ia ke dalam neraka”. Apabila ia ditarik ke neraka maka ia pun berkata: ”Ya Allah, masukkanlah aku ke dalam syurga dengan rahmatMu.” Lalu Allah ﷻ berfirman kepada malaikat: ”Bawakan ia ke mari”. Kemudian Allah ﷻ bertanya orang itu: ”Siapakah yang menjadikan kamu daripada tidak ada” Lalu orang itu menjawab: ”Engkau ya Allah”. Kemudian Allah ﷻ bertanya lagi:”Apakah itu kerana amalmu atau rahmatKu?”. Jawab orang itu: ”Ya Allah, dengan rahmatMu”. Allah ﷻ bertanya lagi: ”Siapakah yang memberikan kekuatan sehingga 500 tahun kamu beribadat?”. Jawab orang itu: ”Engkau ya Allah”. Allah ﷻ bertanya lagi: ”Siapakah yang menempatkan kamu diatas bukit yang di tengah-tengah lautan, dan siapakah yang mengeluarkan air tawar yang bersih dari tengah-tengah lautan yang airnya sangat masin dan siapakah yang menumbuhkan sebuah pohon delima yang mengeluarkan sebiji delima setiap hari, pada hal buah itu hanya berbuah setahun sekali lalu kamu meminta supaya aku matikan kamu dalam sujud, jadi siapakah yang membuat semua itu?” lalu orang itu berkata: ”Ya Allah, ya Tuhanku engkaulah yang melakukanya”. Allah ﷻ berfirman: ”Maka semua itu adalah dengan rahmatKu dan kini aku masukkan kamu ke dalam syurga juga adalah dengan rahmatKu.”
Malaikat Jibrail عليه السلام berkata: ”Segala sesuatu itu terjadi hanya dengan rahmat Allah ﷻ . Amal yang dibuat oleh seseorang itu tidak akan dapat menyamai walaupun setitik debu sekalipun dengan nikmat yang Allah ﷻ berikan pada hambaNya, oleh itu janganlah mengharapkan amal kita itu akan dapat memasukkan kita ke dalam syurga Allah ﷻ sebaliknya memohonlah dengan rahmatNya. Sebab hanya dengan rahmat Allah ﷻ sajalah seseorang itu dapat memasuki syurgaNya.
____________
 اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۞ سُبحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ۞ وَسَلامٌ عَلَى اْلُمرْسَلِيْنَ ۞ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ۞

JANGAN BERTANGGUH KERANA NAFSU

بسم الله الرحمان الرحيم وصلى الله على سيدنا محمد الفاتح الخاتم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

💝 نشر هذا المنشور بتاريخ 20 شعبان 1443 الموافق لـ 23/3/2022💝

-------------------------------------------------

[ JANGAN BERTANGGUH KERANA NAFSU ] 
menusuk ke qalbu bila dengar Sayyidi bercerita.
tentang kurniaan Allah pada siapa yang dikehendakinya, menghadiri majlis ilmu.
kata Sayyidi, jika kalian tahu apa yang dibahagikan dalam majlis ilmu sebegini, nescaya kamu akan merangkak mendatangi kami. 
Sayyidi bercerita tentang kisah seorang lelaki.
berasal dari Maghribi, menetap di kota Fes, ibu kota Maghribi. 
seorang lelaki yang cukup haibah, terkenal, disegani.
kerjanya adalah mutawwif. berulang alik ke Makkah dan Madinah.
walaupun berkali-kali menatap kaabah, berkali-kali memijak tanah haram, berkali-kali dijemput ke tanah mulia, tapi hati beliau tetap hanya meminta satu perkara dari Allah.
doa yang tidak putus-putus. selalu bermunajat disisi Kaabah. 
ya, doa meminta untuk dipertemukan guru.
seorang rijalullah untuk memimpin rohaninya dalam mengenal Allah.
sekiam lama berulang alik beliau ke Makkah, hanya itu yang diminta tanpa henti, tanpa putus asa. 
sehinggalah satu masa, 
ketika beliau sedang bertawaf haji di Kaabah, tiba-tiba hadir seorang lelaki membisikkan satu kata, satu nama. 'fulan ini adalah guru kamu, berada di Fes' 
subhanallah, 
demi sahaja mendengar kata2 tersebut, meronta-ronta hati beliau untuk balik ke kota bertemu sang guru.
seolah-olah sahaja hendak memutuskan haji yang dilakukan. 
setelah pencarian demi pencarian,
bertemu beliau dengan sang guru yang diilhamkan.
subhanallah!
rupanya lelaki yang ditunjuki Allah, berada sebegitu dekat dengan beliau.
hanya jiran berpisah pintu disebelah rumah. 
bergegas beliau mengetuk pintu rumah, rupanya lelaki yang diisyaratkan tersebut hanyalah insan biasa.
bukan Syeikh, bukan Imam, hanya insan berpakaian biasa, berkerja seperti layaknya orang kampung.
rijalullah! 
bila bertemu, beliau menangis menciumi tangan si guru meminta supaya dibimbing rohani dalam menuju maarifatullah.
'sekian lama dan sekian jauh aku mencari kamu wahai guru, rupanya kamu hanya berada sebegitu dekat dengan aku.
wahai guru, ajarkan aku ilmu rahsia Allah untuk sampai kepada Allah' 
kata guru tersebut.
'boleh, dengan satu syarat.'
lelaki tersebut menjawab dengan penuh keyakinan.
'katakan apa sahaja wahai guru, sesungguhnya aku akan menyanggupi syarat apa sahaja. hatta jika nyawa diserahkan, aku juga sanggup.' 
kata guru.
'baiklah. aku minta kau cukur janggutmu!' 
terpinga-terpinga lelaki tersebut, sambil tersentak menyebut
'لا حول ولا قوة إلا بالله.
aku tidak akan mencukur janggutku. kerana aku adalah seorang yang terkenal. dihormati aku kerana penampilanku. haibah aku kerana janggut dan serbanku. nyawa sanggup aku korbankan, tapi tidak sekali-kali janggutku.
wahai guru, berikan aku waktu untuk berfikir.' 
wallahi..
sahabat,
jika sampai pada kamu jemputan ke hadrah Allah, jika sampai kepada kamu bukaan untuk menuju Dia, jangan menunda-nunda. 
jangan terjebak dengan hawa nafsu yang menginginkan kehendak-kehendak duniawi.
jangan tertipu dengan bisikan supaya berfikir untuk sekian kalinya. 
demi Allah,
tidaklah lama selepas lelaki tersebut meminta tundaan untuk memikirkan suruhan sang guru, berangkatlah sang guru pulang pada Allah. 
dan, 
terpadamlah catatan nama lelaki tersebut pada tulisan disisi auliya Allah.
sehingga tiada siapa lagi yang dapat membantunya dan menuntunnya dalam ilmu maarifatullah.
hatta wali-wali Allah yang lain.
alangkah ruginya. 
.
[ bila dengar kisah ni, teringat akan sombongnya Azazil untuk sujud pada Nabi Adam a.s.
juga teringat tentang Imam AlGhazali yang sanggup membuang 'Aku' dalam dirinya.
tunduk pada guru rohani, biarpun ketika itu beliau merupakan imam besar dan imam yang masyhur ] 
kita?
adakah kita masih bertangguh-tangguh, masih berlengah-lengah?
#Majlis syarah solawatul fatih oleh Sayidi Ahmad Alhadi Alhasani hafizahullah 23/3/22

Sabtu, 13 September 2025

Penjelasan maksud ayat ; ﴿إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا﴾Oleh Sidi al-Ḥājj al-Aḥsan al-Ba‘qīlī Attijani Almaghribi رضي الله عنه (Beliau adalah guru utama dalam rantaian sanad Selawat Fatih guru mulia kita Sayidi Ahmad Alhadi Alhasani Almaghribi Hafizahullah)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:
 ﴿إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا﴾
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat ke atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu ke atasnya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.”

"إِنَّ ٱللَّهَ"  
Nama Allah adalah ‘alam (penunjuk khusus) bagi martabat-Nya. جَلَّ 
عُلاه

"يُصَلِّي"
bermaksud Allah senantiasa berselawat memuliakan Baginda ﷺ dengan melebihkan kedudukannya daripada seluruh makhluk, di dunia dan di akhirat, kerana kewilayahan ( خلافة ) umumnya daripada Allah dan Risalah kerasulannya kepada seluruh jenis makhluk yang telah wujud dan yang akan datang.

Maka syariat Baginda ﷺ itulah yang menjadi dasar hukum ke atas Nabi Adam عليه السلام dan semua nabi serta ulama sesudahnya. Tarikat Dengan Kemuliaan & syariat Baginda ﷺ jugalah Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى menerima taubat Nabi Adam عليه السلام, dan dengan kemuliaan Baginda  dilaksanakan akad nikah Nabi Adam dengan sayidatina Hawa عليها السلام.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:
 ﴿وَإِذْ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَـٰقَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ لَمَآ ءَاتَيْتُكُم مِّن كِتَـٰبٍۢ وَحِكْمَةٍۢ ثُمَّ جَآءَكُمْ رَسُولٌۭ مُّصَدِّقٌۭ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِۦ وَلَتَنصُرُنَّهُۥ﴾
۝٨١
“Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian daripada para nabi: ‘Sesungguhnya apa sahaja yang Aku berikan kepada kamu berupa Kitab dan Hikmah, kemudian datang kepada kamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, nescaya kamu akan beriman kepadanya dan menolongnya.’” (Āli ‘Imrān: 81)

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى telah memuliakan Baginda ﷺ tanpa sebab selain kehendak-Nya. Pemuliaan Allah جَلَّ وَعَلَا ke atas Baginda ﷺ adalah berterusan, tidak akan terputus.

Panji al-Maḥmūd ( اللِّواءُ المَحْمُود ) pasti diberikan kepadanya, kedudukan al-Wasīlah ( الوَسِيلَة ) pasti dianugerahkan kepadanya, khilafah duniawi, ukhrawi, dan barzakh telah diberikan kepadanya, serta penyerahan ketaatan makhluk kepada khilafahnya akan berlaku di akhirat dan dunia - kecuali  orang2 kafir yang mengingkari syariat Baginda setelah mengetahuinya di  Dunia   untuk menzahirkan hukum khilafahnya di akhirat sahaja.

Maka Baginda ﷺ tidak memerlukan pemulia daripada makhluk setelah dimuliakan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى . Faedah pemuliaan itu hanya kembali kepada kita - jika kita memuliakannya, kita beruntung; jika kita mengabaikannya, kita rugi. Baginda ﷺ adalah Khalifah Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى dalam segala keadaan, sama ada kita taat atau derhaka.

"وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ"  
yakni Para malaikat  memuliakan Baginda ﷺ dengan apa yang Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى tanamkan dalam diri mereka berupa kemuliaan dan pemilihan (الاجتباء). Selawat para malaikat adalah ketaatan mereka kepada khilafah Baginda ﷺ.

Mereka tidak berkata sebagaimana kata mereka dahulu terhadap Nabi Adam عليه السلام kerana mereka telah dilitupi naungan  dan kehidupan yang mereka perolehi daripada keberkatan Baginda ﷺ.

Mereka tidak menyaksikan hal ini pada diri Nabi Adam عليه السلام sehingga Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى mengajarkan bahawa Baginda ﷺ adalah bapa kepada Khalifah-Nya yang paling agung. Maka mereka tunduk dan mengakui kelebihan Nabi Adam عليه السلام. Mereka mengetahui bahawa Baginda ﷺ adalah jaminan keamanan mereka daripada Tuhan mereka, dan kemuliaan mereka datang daripada limpahan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى kepada mereka kerana Baginda ﷺ.

Maka keadaan mereka menjadi lurus terhadap Nabi Adam عليه السلام, dan para malaikat melupakan apa yang dilakukan oleh Baginda atau keturunannya di dunia.

Mereka rela berkhidmat kepada anak-anak keturunannya hingga Hari Kiamat, dan mengikuti setiap imam daripada keturunannya - tanpa mengira keadaan mereka - kerana keistimewaan jenis manusia ini yang berpuncak pada khilafah mutlak Rasulullah ﷺ.

Mereka sentiasa berdoa kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى agar menambah kemuliaan dan kedekatan bagi Khalifah-Nya, kerana mereka mengetahui bahawa selama Khalifah itu dikasihi oleh Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى , maka keselamatan mereka tetap terpelihara, sebagaimana mereka mengetahui kasih sayang Baginda ﷺ kepada hamba-hamba Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى .

Kalaulah bukan kerana Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى melarang Baginda ﷺ untuk memberi syafaat kepada orang kafir, nescaya Baginda ﷺ akan memberi syafaat kepada mereka - kerana Baginda ﷺ adalah zat yang penuh rahmat rabbaniyah - tetapi Baginda ﷺ mengikuti apa yang telah ditetapkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى dalam Kitab-Nya.

Adapun orang kafir, tidak diterima padanya syafaat para pemberi syafaat, sedangkan selain itu daripada kalangan pelaku maksiat, syafaat diterima.

Selawat para malaikat ke atas Baginda ﷺ, dan selawat Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى ke atas Baginda ﷺ, adalah dalam makna umum pemuliaan. Selawat Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى adalah selawat yang tidak dapat dicapai hakikatnya — ia qadim, tidak berkesudahan.

Kami hanya memberi isyarat bahawa Nabi ﷺ — yakni orang yang menyampaikan berita daripada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى tentang segala yang diperintahkan kepadanya - telah menyampaikan kepada kita melalui al-Quran dan hadith segala yang ada di sisi Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى . Baginda ﷺ tidak meninggalkan sedikit pun daripada penyampaian itu - tidak dengan sengaja, tidak kerana lupa, dan tidak kerana lemah. Maka tersucilah kedudukan kenabian daripada kekurangan.

"يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟" 
- Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى menyeru wahai orang2 beriman sama ada daripada kalangan manusia mahupun jin, secara langsung. Seruan ini ditujukan kepada setiap orang secara peribadi.

Al-Quran diturunkan kepada setiap mukmin secara individu, dan Nabi ﷺ diutus kepada setiap orang secara peribadi - sebagaimana matahari yang menyinari setiap orang secara langsung.

Maka jangan membaca Kitab Allah lalu menyangka ia ditujukan kepada orang lain, atau menganggap bahawa Nabi ﷺ diutus kepada orang lain dan kita hanya pengikutnya.

Yakinlah bahawa engkau telah berbai‘ah kepada Baginda ﷺ secara langsung, dan engkau telah mendengar daripadanya kalam Tuhanmu yang dijelaskan dengan kefasihan Baginda ﷺ kepadamu. Jika engkau melakukannya, sempurnalah imanmu dan teguhlah keyakinanmu.

Sesungguhnya engkau tidak masuk Islam melainkan melalui tangan Baginda ﷺ, sekalipun engkau tidak melihatnya dengan mata kepala. Baginda ﷺ adalah gurumu dalam hadirat para ulama. Dunia ini ibarat gambar dalam sebuah taman, sedangkan yang menjaga adalah Tuhannya. Pemimpin umat ini hanyalah satu, sama ada ketika hidup mahupun selepas wafat. Bahkan kekuatan cahaya Baginda ﷺ selepas wafatnya lebih besar.

"صَلُّوا۟ عَلَيْهِ"
-ertinya Selawat lah kamu  dengan memuliakannya dan agungkanlah Baginda ﷺ sebagai Khalifah Allah atas kamu, serta patuhilah perintahnya. Termasuk perintah Baginda ﷺ ialah berselawat dan memberi salam kepadanya, keluarganya, dan umatnya.

Maka muliakanlah Baginda ﷺ dengan kata-kata, perbuatan, dan akhlak. Barang siapa yang diridhainya, Allah meridhainya; dan barang siapa yang dimurkainya kerana kemurkaan Allah, maka Allah murka kepadanya.

"وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا"
-ertinya letakkanlah kehormatan Baginda ﷺ di dalam hatimu, dan jangan menyakiti Baginda ﷺ dengan kebencian atau rasa berat terhadap apa yang diperintahkannya, atau dengan membenci ahli baitnya, para sahabatnya, atau umatnya.

Barang siapa menyakiti seorang sahaja daripada umat Baginda ﷺ, maka ia tidak selamat daripada menyakiti Baginda ﷺ, sekalipun lisannya mengucapkan lafaz-lafaz salam. Sesungguhnya lafaz-lafaz itu hanyalah tanda apa yang ada di dalam hati.

Janganlah tertipu - salam yang hakiki ialah keselamatan Baginda ﷺ, keluarganya, umatnya, dan syariatnya daripada gangguanmu. Barang siapa berselawat ke atas Nabi ﷺ, Allah berselawat ke atasnya sepuluh kali - namun hakikatnya ialah dengan mengagungkan perintahnya dan menghormati sesiapa yang dinisbahkan kepadanya.

Betapa dustanya orang yang mengaku mencintai Baginda ﷺ sedangkan dia membenci seorang daripada umatnya.

من الإراءة، شرح سيدي الحاج الاحسن البعقيلي رضي الله لقوله تعالى : "إن الله و ملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه و سلموا تسليما":

(..."إن الله" الإسم الله الذي هو علم على مرتبته جل علاه يصلي يعظم بتفضيله على سائر الخلائق في الدنيا و الآخرة بعموم خلافته عن الله و رسالته في سائر أجناس ما تقدم و ما تأخر. فشريعته هي التي وقع بها حكم سيدنا آدم عليه السلام فمن دونه من الأنبياء و العلماء و به تاب الله عليه و به عقد نكاح حواء عليها السلام. (و إِذ أَخذ الله ميثاق النّبئين لما آتيتكم من كتَاب و حكمة ثم جاءكم رسول مصدّق لما معكم لتؤمننّ بِه و لتنصرنه)

و قد عظمه الله بلا سبب. فتعظيمه له جل و علا مستمر لا ينقطع. و اللواء المحمود مَعطيّ له قطعا، و الوسيلة أُعطيت له قطعا، و الخلافة الدنيوية و الاخروية و البرزخية أُعطيت له، و إذعان الخلائق لخلافته اُعطيه في الآخرة و الدنيا ما عدا إنسانية الكافر فقد جحدت بعد المعرفة إظهارا لاحكام خلافته في الآخرة لا غير. فلا يحتاج الى مُعَظِّم بعد تعظيم الله. فالتعظيم فائدته علينا لا غير. فان عظّمنا ربحنا و إلا خسرنا. و هو خليفة الله على كل حال اتبعنا ام عصينا.

"و ملائكته يصلّون" اي يعظمون بما أودع الله فيهم من الاجتباء عليهم  السلام. و صلاتهم عليه إنقيادهم لخلافته و لم يقولوا أولا ما قالوا في سيدنا آدم عليه السلام لِما غشيهم من وجودهم و عيشهم من بركته. و لم يشاهدوا ذلك في سيدنا آدم حتى علَّمهم الله أنه ابو خليفته الأعظم فاذعنوا و أقرّوا بفضل سيدنا آدم. و علموا أنه هو أمانهم من ربهم و عزهم الذي أفاضه عليهم ربهم. فاستقامت أحوالهم لسيدنا آدم عليه السلام و نسيت الملائكة ما يفعله في الدنيا و ما تفعله أولاده.

فرضوا بخدمة أولاده الى قيام الساعة و صاروا مُقتدين بكل إمام من أولاده مع قطع النظر عن مخالفته لخصوصية هذا الجنس الآدمي بجنسية الخليفة المطلق صلى الله عليه وسلم. و صارت تدعوا ربها بزيادة تعظيم و تقريب لخليفته علما منهم أنه إن بقي لهم الخليفة محظيا عند ربه فإنهم كلهم مأمونون لما علموا من قدْره عند ربه و شفقته على عبيد الله.

فلولا ان الله نهاه عن الشفاعة في الكافرين لشفع لأنه ذات رحمة ربانية، لكن اتبع ما سطره له ربه في كتابه له و عيّنه، و هو الكافر لا يقبل فيه شفاعة الشافعين و يقبل فيما دونه من العصاة. فصلاة الملائكة عليه و صلاة الله عليه كصلاة المؤمنين في مطلق التعظيم و هو صلاة يعلمها الله. و صلاة الله عليه قديمة لا تُدْرك. و إنما أشرنا لا غير على أن النبي، اي المخبر عن الله بكل ما أمره به ربه، قد أخبرنا بالقرآن و الحديث و بلّغ جميع ما هنالك. فما ترك شيئا في التبليغ عمدا و نسيانا و لا عجزا. فتنزهت مناصب النبوة عنه.

"يا أَيّها الّذين آمنوا" أَيَّهَ الحق سبحانه كل فرد من المؤمنين من الإنس و الجن على حدته. لأن الخطاب موجه إلى كل واحد منهم استقلالا. فالمؤيه كل نفس بانفرادها. و القرآن أنزل عُلى كل مؤمن بانفراده. و النبي ارسل الى كل واحد بانفراده. كرؤية شمس تضيء لكل واحد بانفراده.

فلا تقرأ كتاب الله و تعتقد أنه قصد غيرك أو تنوي أن النبي صلى الله عليه وسلم أُرسل إلى غيرك و أنت تبع له. فاعتقد أنك بايعته يدا بيد و سمعت منه كلام ربك مبينا بفصاحته صلى الله عليه وسلم لك. فإنك إن فعلته يَكمُل إيمانك و يَصِح يقينك فيه. فإنك ما أسلمت إلا على يديه و إن لم تره بعينك فهو معلمك في حضرة العلماء. فالعالَم بمنزلة صورة في البستان تخيل الحوائج و الحافظ ربه. فأمير الأمة واحد حيا و ميتا. فقوة أنواره بعد موته أبلغ.

"صلّوا عليه" أي اعرفوا قدره بتعظيمه و عظموه حق التعظيم خليفتي عليكم و امتثلوا أمره. و من جملة أمره الصلاة والسلام عليه و على آل بيته و أمته. فعظموه بالقول و الفعل و السمت. فمن رضي عنه رضيت عنه و من سخط عنه بسخطي سخطته.

"و سلّموا" عليه "تسليما" أي اجعلوا حرمته في قلوبكم و لا تؤذوه بالبغض و الكزازة فيما أمركم به أو ببغض آل بيته و أصحابه و أمته. فمن آذى واحدا من الأمة فما سَلِمَ منه صلى الله عليه وسلم و ان كان يقرأ الألفاظ الواردة فإن الألفاظ الواردة علامة على ما في القلب لا غير. فلا تغلط.

فإن السلام هو سلامته منك هو و أهله و أمته و شريعته. فمن صلى على النبي صلى الله عليه وسلم صلى الله عليه عشرا. إنما يكون بتعظيم أمره و من انتسب اليه. فما أكذب من إدٌعى محبته و هو يكره واحدا من أمته...)

─٠────┈────٠─
𝗦𝗛𝗢𝗟𝗟𝗨 ‘𝗔𝗟𝗔𝗡-𝗡𝗔𝗕𝗜𝗬 ﷺ
(Marilah kita berselawat
ke atas Rasulullāh ﷺ)
● ٱللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ❁ ٱلْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ❁ وَٱلْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ❁ نَاصِرِ ٱلْحَقِّ بِٱلْحَقِّ ❁ وَٱلْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ ٱلْمُسْتَقِيمِ ❁ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ ٱلْعَظِيمِ ۩
✾ ٱللّٰهُ يَقْبَلُ عَلَيْنَا بِمَحْضِ فَضْلِهِ  وَرِضَاهُ ✾
(❁ 𝗦𝗘𝗠𝗢𝗚𝗔 𝗔𝗟𝗟𝗔𝗛 ﷻ 𝗠𝗘𝗡𝗘𝗥𝗜𝗠𝗔 𝗗𝗔𝗥𝗜𝗣𝗔𝗗𝗔 𝗞𝗜𝗧𝗔 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗠𝗔𝗧𝗔² 𝗞𝗘𝗞𝗨𝗥𝗡𝗜𝗔𝗔𝗡-𝗡𝗬𝗔 𝗗𝗔𝗡 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗠𝗔𝗧𝗔² 𝗞𝗘𝗥𝗘𝗗𝗛𝗔𝗔𝗡𝗡𝗬𝗔 ❁)

Selasa, 2 September 2025

𝗧𝘂𝗷𝘂𝗵 𝗞𝗲𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗕𝗮𝘀𝗺𝗮𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝘀𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗿𝗮𝗵 𝗔𝗹-𝗙𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗵

أَعُوْذُ بِٱللّٰهِ مِنَ ٱلشَّيْطٰانِ ٱلرَّجِيْمِ.
بِسْـمِ ٱللّٰهِ ٱلرَّحْمَنِ ٱلرَّحِيْـمِ
ٱلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِینَ
وَصَلَّى ٱللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ٱلْفَاتِحِ ٱلْخَاتِم وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ ٱلْعَظِيمِ.

𝗧𝘂𝗷𝘂𝗵 𝗞𝗲𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗕𝗮𝘀𝗺𝗮𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝘀𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗿𝗮𝗵 𝗔𝗹- 𝗙𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗵
𝗗𝗶𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗞𝗶𝘁𝗮𝗯 𝗙𝘂𝘁𝘂𝗵𝗮𝘁𝘂𝗹 𝗠𝗮𝗸𝗶𝘆𝘆𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗶𝘁𝗮𝗯 𝗞𝗮𝘀𝘆𝗳𝘂𝗹 𝗛𝗶𝗷𝗮𝗯, 𝗕𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 ﷺ 𝗽𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗯𝗱𝗮 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗛𝗮𝗱𝗶𝘀 𝗤𝘂𝗱𝘀𝗶 : 

وأخرج إبنُ العَرَبِيّ في فُتُوْحَاتِه الْمَكِيَّةِ بِسَنَدِه عن أَبِي بَكرٍ الصدّيق رضي الله عنه مَرفُوعًا، قال النبيُّ صلی الله عليه وسلّم ، قال اللّٰهُ تعالى : يَا إسْرَافِيلُ، وَ عِزَّتِي وَ جَلَالِي وَ جُوْدِي وَ كَرَمِي، مَنْ قَرَأَ بسم الله الرحمن الرحيم مُتَّصَلَةً بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ مَرَّةً وَاحِدَةً ، فَاشْهَدُوْا عَلَيَّ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُ، 
وَ قَبِلْتُ مِنْهُ الْحَسَنَاتِ وَتَجَاوَزْتُ لَهُ عَنِ السَّيِّئَاتِ، وَلَا أَحْرَقُ لِسَانَهُ بِالنَّارِ، وَ أُجِيْرُهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ عَذَابِ النَّارِ وَ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ وَيَلْقَانِي قَبْلَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْأَوْلِيَاءِ وَهُوَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ. 
𝗡𝗮𝗯𝗶 ﷺ 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗯𝗱𝗮, 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 ﷻ 𝗯𝗲𝗿𝗳𝗶𝗿𝗺𝗮𝗻 : "𝗗𝗲𝗺𝗶 𝗞𝗲𝗺𝘂𝗹𝗶𝗮𝗮𝗻-𝗞𝘂 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗲𝗺𝗶 𝗞𝗲𝗮𝗴𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻-𝗞𝘂 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗲𝗺𝗶 𝗞𝗲𝗱𝗲𝗿𝗺𝗮𝘄𝗮𝗻𝗮𝗻-𝗞𝘂 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗲𝗺𝗶 𝗞𝗲𝗺𝘂𝗿𝗮𝗵𝗮𝗻-𝗞𝘂.. 𝗪𝗮𝗵𝗮𝗶 (𝗠𝗮𝗹𝗮𝗶𝗸𝗮𝘁) 𝗜𝘀𝗿𝗼𝗳𝗶𝗹 (عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ) :
𝗕𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮:
بسم الله الرحمن الرحيم 
𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝘀𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 :
سورة الفاتحة

𝗗𝗶𝗯𝗮𝗰𝗮 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶 (𝗱𝗶 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝘀𝗵𝗼𝗹𝗮𝘁 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗱𝗶 𝗹𝘂𝗮𝗿 𝘀𝗵𝗼𝗹𝗮𝘁), 𝗠𝗮𝗸𝗮 𝘀𝗮𝗸𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻𝗹𝗮𝗵 (𝗪𝗮𝗵𝗮𝗶 𝗺𝗮𝗹𝗮𝗶𝗸𝗮𝘁²-𝗞𝘂)
𝗦𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗵 𝗔𝗸𝘂 (الله) 𝗔𝗸𝗮𝗻 :
1. 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗶 𝗱𝗼𝘀𝗮-𝗱𝗼𝘀𝗮𝗻𝘆𝗮
2. 𝗠𝗲𝗻𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝘀𝗲𝗹𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗸𝗲𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮
3. 𝗠𝗲𝗺𝗮'𝗮𝗳𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮 𝗸𝗲𝗯𝘂𝗿𝘂𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮
4. 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿 𝗹𝗶𝗱𝗮𝗵𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗮𝗽𝗶 𝗻𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮
5. 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗴𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝘀𝗶𝗸𝘀𝗮 𝗸𝘂𝗯𝘂𝗿, 𝘀𝗶𝗸𝘀𝗮 𝗻𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮, 𝘀𝗶𝗸𝘀𝗮 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗶𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗻𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿 (𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗶𝗮𝗺𝗮𝘁 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗻𝗮𝗺𝗮-𝗻𝗮𝗺𝗮 𝗺𝗮𝗸𝗵𝗹𝘂𝗾 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁𝗸𝗮𝗻),
6. 𝗗𝗮𝗻 𝗱𝗶𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗷𝘂𝗺𝗽𝗮𝗶-𝗞𝘂 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗽𝗮𝗿𝗮 𝗡𝗮𝗯𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗽𝗮𝗿𝗮 𝗪𝗮𝗹𝗶,
7. 𝗗𝗮𝗻 𝗱𝗶𝗿𝗶𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴-𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮𝗻.

𝗔𝗺𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗮𝘆𝘆𝗶𝗱𝘂𝗹 𝗔𝘂𝗹𝗶𝗮 𝗦𝗮𝘆𝘆𝗶𝗱𝗶 𝗔𝘀𝘆-𝗦𝘆𝗲𝗶𝗸𝗵 𝗔𝗵𝗺𝗮𝗱 𝗕𝗶𝗻 𝗠𝘂𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗔𝘁𝘁𝗶𝗷𝗮𝗻𝗶 رضي الله عنه .

𝗞𝗲𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗛𝗮𝗱𝗶𝘀 𝗱𝗶 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗯𝗲𝗹𝗶𝗮𝘂 𝗦𝗮𝘆𝘆𝗶𝗱𝗶 𝗔𝘀𝘆-𝗦𝘆𝗲𝗶𝗸𝗵 𝗔𝗵𝗺𝗮𝗱 𝗯𝗶𝗻 𝗠𝘂𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗔𝘁-𝗧𝗶𝗷𝗮𝗻𝗶 رضي الله عنه , 𝗺𝗮𝗸𝗮 𝗯𝗲𝗹𝗶𝗮𝘂 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗔𝗺𝗮𝗹𝗶𝘆𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗹𝗶𝗮𝘂 𝘀𝗲𝗽𝗮𝗻𝗷𝗮𝗻𝗴 𝘂𝗺𝘂𝗿. 𝗕𝗲𝗹𝗶𝗮𝘂 𝗦𝗮𝘆𝘆𝗶𝗱𝗶𝗹 𝗔𝘂𝗹𝗶𝘆𝗮' 𝗦𝗮𝘆𝘆𝗶𝗱𝗶 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵 𝗔𝗵𝗺𝗮𝗱 𝗯𝗶𝗻 𝗠𝘂𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗔𝘁-𝗧𝗶𝗷𝗮𝗻𝗶 رضي الله عنه , 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗽𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝗻, 𝗯𝗮𝗶𝗸 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝘀𝗵𝗼𝗹𝗮𝘁 𝗺𝗮𝘂𝗽𝘂𝗻 𝗹𝗮𝗶𝗻𝗻𝘆𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮 𝗸𝗲𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿𝗻𝘆𝗮 𝗳𝗮𝗱𝗵𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗸𝗲𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗶 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺𝗻𝘆𝗮. 

𝗔𝗽𝗮𝗯𝗶𝗹𝗮 𝗱𝗶𝗮𝗺𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻, 𝘄𝗮𝗹𝗮𝘂𝗽𝘂𝗻 𝗵𝗮𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶 𝘀𝗮𝗷𝗮, 𝗺𝗮𝗸𝗮 𝗺𝗮𝗹𝗮𝗶𝗸𝗮𝘁 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝘀𝗮𝗸𝘀𝗶 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 ﷻ 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 : 
1. 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗶 𝗱𝗼𝘀𝗮²-n𝘆𝗮
2. 𝗠𝗲𝗻𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝘀𝗲𝗹𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗸𝗲𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮
3. 𝗠𝗲𝗺𝗮'𝗮𝗳𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮 𝗸𝗲𝗯𝘂𝗿𝘂𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮
4. 𝗟𝗶𝗱𝗮𝗵𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿 𝗮𝗽𝗶 𝗻𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮
5. 𝗧𝗲𝗿𝗷𝗮𝗴𝗮 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝘀𝗶𝗸𝘀𝗮 𝗸𝘂𝗯𝘂𝗿, 𝘀𝗶𝗸𝘀𝗮 𝗻𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮, 𝘀𝗶𝗸𝘀𝗮 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗶𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗻𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿 (𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗶𝗮𝗺𝗮𝘁 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗻𝗮𝗺𝗮² 𝗺𝗮𝗸𝗵𝗹𝘂𝗾 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁𝗸𝗮𝗻),
6. 𝗗𝗮𝗻 𝗱𝗶𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗷𝘂𝗺𝗽𝗮𝗶-𝗞𝘂 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗽𝗮𝗿𝗮 𝗡𝗮𝗯𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗽𝗮𝗿𝗮 𝗪𝗮𝗹𝗶,
7. 𝗗𝗮𝗻 𝗱𝗶𝗿𝗶𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴² 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮𝗻. 

𝗕𝗲𝗹𝗶𝗮𝘂 (𝗦𝗮𝘆𝘆𝗶𝗱𝘂𝗹 𝗔𝘂𝗹𝗶𝘆𝗮' رضي الله عنه ) 𝗦𝗲𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗜𝘀𝘁𝗶𝗾𝗼𝗺𝗮𝗵 "𝗠𝗲𝗻𝘆𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴 𝗯𝗮𝗰𝗮𝗮𝗻 𝗕𝗮𝘀𝗺𝗮𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗿𝗮𝗵 𝗔𝗹-𝗙𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗵". 

𝗕𝗲𝗿𝗶𝗸𝘂𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗹𝗶𝗮𝘂 𝗦𝗮𝘆𝘆𝗶𝗱𝗶𝗹 𝗔𝘂𝗹𝗶𝘆𝗮' 𝗦𝗮𝘆𝘆𝗶𝗱𝗶 𝗦𝘆𝗲𝗶𝗸𝗵 𝗔𝗵𝗺𝗮𝗱 𝗯𝗶𝗻 𝗠𝘂𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗔𝘁-𝗧𝗶𝗷𝗮𝗻𝗶 رضي الله عنه . 

وقال سيّدُنا أحمد التجاني رضي الله عنه في سبب ِذلك ما نصّه : عُمْرِي مَا نَتْرُكُ الْبَسْمَلَةَ مُتَّصَلَةً بِالْفَاتِحَةِ لَا فِي الصلاةِ ولا في غَيْرِها للحَديثِ الوَارِدِ في فَضْلِهَا الْمُؤَكَّدِ بِالْيَمِيْنِ. ونَصُّ الحديثِ هو قَوْلُهُ ﷺ :
قال الله تعالى : يا إسرافيلُ، وَ عِزَّتِي وَ جَلَالِي وَ جُوْدِي وَ كَرَمِي، مَنْ قَرَأَ بسم الله الرحمن الرحيم مُتَّصَلَةً بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ مَرَّةً وَاحِدَةً ، فَاشْهَدُوْا عَلَيَّ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُ، وَ قَبِلْتُ مِنْهُ الْحَسَنَاتِ وَتَجَاوَزْتُ لَهُ عَنِ السَّيِّئَاتِ، وَلَا أَحْرَقُ لِسَانَهُ بِالنَّارِ، وَ أُجِيْرُهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ عَذَابِ النَّارِ وَ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ وَيَلْقَانِي قَبْلَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْأَوْلِيَاءِ وَهُوَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ. إنتهی 

كما في "كشف الحجاب" 

𝗦𝗮𝘆𝘆𝗶𝗱𝗶 𝗔𝗵𝗺𝗮𝗱 𝗔𝘁- 𝗧𝗶𝗷𝗮𝗻𝗶 رضي الله عنه 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝘁𝗮 𝘁𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗕𝗮𝘀𝗺𝗮𝗹𝗹𝗮𝗵 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝘀𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗰𝗮𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗿𝗮𝗵 𝗔𝗹-𝗙𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗵 : "𝗦𝗲𝗽𝗮𝗻𝗷𝗮𝗻𝗴 𝘂𝗺𝘂𝗿𝗸𝘂, 𝗮𝗸𝘂 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗽𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗕𝗮𝘀𝗺𝗮𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗰𝗮𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗿𝗮𝘁 𝗔𝗹-𝗙𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗵, 𝗯𝗮𝗶𝗸 𝗱𝗶𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗦𝗵𝗼𝗹𝗮𝘁 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗶𝗻𝗻𝘆𝗮, 𝗸𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗮𝗱𝗮 𝗛𝗮𝗱𝗶𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗮𝘁𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗸𝗲𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮, 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗛𝗮𝗱𝗶𝘀 𝗶𝘁𝘂 𝗱𝗶𝗮𝘄𝗮𝗹𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘀𝘂𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 ﷻ. 𝗛𝗮𝗱𝗶𝘀 𝗶𝘁𝘂 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗮𝘁𝗮𝘀". 

𝗦𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗶𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗞𝗶𝘁𝗮𝗯 "𝗞𝗮𝘀𝘆𝗳𝘂𝗹 𝗛𝗶𝗷𝗮𝗯". 

وﷲ اعلم بالصواب 

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍۨ الْفَاتِحِ لِمَا اُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي اِلٰی صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلٰی آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ 

بِجَاهِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ صلّی اللّه عليه وسلّم وَبِجَاهِ شَيْخِنَا وَسَنَدِنَا دُنْيًا وَاُخْرًی سَيِّدِي اَبِي الْعَبَّاسِ احمد بن محمّد التِّجَانِي رضي اللّه عنه وعنّا به. آمين 

اَللّٰهُمَّ احْشُرْنَا فِي زُمْرَةِ اَبِي الْفَيْضِ التِّجَانِي وَاَمِدَّنَا بِمَدَدِ خَتْمِ الْاَوْلِيَاءِ الْكِتْمَانِي. آمِيْنَ.