Jumaat, 29 November 2019

SAYYIDINA SYEKH AHMAD BIN MUHAMMAD AT TIJANI RA MENDAPAT GELAR DARI ROSULULLAH SAW MENJADI AL QUTHBUL MAKTUM WAL KHOTMUL MUHAMMADI.

Setelah di desa Abi Samgun,  Sayyidina Wa Maulana Syekh Ahmad bin Muhammad At Tijani Ra di desa itu berjumpa dengan Rosulullah SAW secara langsung bertatap muka.  Rosulullah SAW memberi wirid Thoriqoh Tijaniyah yang di susun sendiri oleh Rosulullah SAW dari Allah SWT Yang Maha Haq.

*Rosulullah SAW mengangkat beliu menjadi muridnya yang khusus,  menyatakan sebagai Guru Murobbinya.*

*Dan mengangkat menjadi Kholifah Akbar untuk mengajarkan Thoriqoh Tersebut dan menyuruh menalkinkannya kepada umat.*

*Wirid yang di ajarkan pada saat itu ialah istighfar dan Sholawat.*

*Kemudian pada tahun 1200 H beliau genap berumur 50 Tahun Rosulullah SAW menyempurnakan wiridnya kepada beliau dengan kalimah :*

لا اله الا الله 

*La ilaha illallah*

*Dan menyuruh supaya meninggalkan semua Thoriqoh dan wirid yang pernah di ambil dari semua Guru Thoriqoh dan Para Wali sebelumnya.*

*Kemudian pada bulan Muharram 1214 H genap berusia 64 Tahun Sayyidina Wa Maulana Syekh Ahmad bin Muhammad At Tijani Ra di angkat mencapai Martabat Al Qutbaniyyatul Uzma (Wali Quthub yang agung).*

*Dan pada tanggal 18 Shafar tahun itu pula di angkat menjadi  Al Khotmul Wilayah Wal Quthbul Maktum atau di sebut Al Quthub Al Maktum Wal Khotm Muhammadi yaitu martabat puncak kewalian tertinggi yang khusus sebagai pamungkas kewalian yang istimewa.*

*(Zawiyah Nuruz Zholam)*

Ajarkan anak-anak kamu dengN Kitab Syamail Muhammadiyah

"Ajarkan anak-anak kamu dengan Kitab Syamail setiap hari sepertimana kamu ajarkan mereka membaca Al Quran"

Syariff Siddiq An Nasiri At Tijani, Zawiyyah Iraah, Gombak, Jumaat 29 November 2019

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩

Tajrid (Penyucian Diri)

Tajrid anggota yg zohir adalah tajrid drpd perkara yg menyibukkan drpd dapat taat kepada Allah

dan tajrid hati adalah tajrid drpd perkara yg menyibukkan drpd dapat hudhur beserta dengan Allah
dan tajrid kedua2nya ialah menunggalkan hati dan anggota hanya kepada tuhan

barangsiapa yang tajrid zohirnya sahaja tanpa batinnya
seakan2 ia menghiaskan tembaga dengan perak

dan barangsiapa yg tajrid batinnya sahaja tanpa zohirnya
seakan2 ia ia memakaikan perak dengan tembaga 

~QUTUBUL AQTAB SIDI AHSAN ALBAQILI RA

Berkaitan Maulid Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam

Ahli maghribi kalu smbt maulid..beli baju baru seperti nak sambut raya

Maulid di maghribi sambutan selama sebulan

Ahli tijani melihat maulid nabi saw satu perkara yg besar

Syarif Sodiq Annasiri Attijani
29.11.19

Singgah dikebun anggur milik utbah bin Rabiah di Thoif

Sayidi Ahmad Alhadi حفظه الله mengisahkan pertemuan Baginda dengan seorang hamba bernama Addas yang beragama nasrani .

Dikawasan ini lah Baginda صلى الله عليه وسلم   berlindung selepas dilontar batu oleh pemuda thoif sampai mengalir darah dikaki Baginda yang mulia.

Untuk membersihkan darah luka yang mengalir, Nabi berteduh di kebun anggur. Tetapi tanpa diketahui ternyata beliau sedang diperhatikan oleh dua orang anak Rabi’ah yang sedang berada di dalam kebun. Setelah merasa tenang di bawah naungan pohon anggur itu, Rasulullah saw mengangkat kepalanya lalu mengucapkan doa berikut :

“Ya, Allah kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku kurangnya kesanggupanku, dan kerendahan diriku berhadapan dengan manusia. Wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Engkaulah Pelindung bagi si lemah dan Engkau jualah pelindungku! Kepada siaa diriku hendak Engkau serahkan ? Kepada orang jauh ynag berwajah suram terhadapku, atau kah kepada musuh yang akan menguasai diriku ? Jika Engkau tidak murka kepadaku, maka semua itu tak kuhiraukan , karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku. Aku berlindung pada sinar cahaya wajah-Mu , yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan di akherat dari murka-Mu yang hendak Engkau turunkan dan mempersalahkan diriku. Engkau berkenan. Sungguh tiada daya dan kekuatan apa pun selain atas perkenan-Mu.“

Berkat do’a Rasulullah saw itu tergeraklah rasa iba di dalam hati kedua anak lelaki Rabi’ah yang memiliki kebun itu. Mereka memanggil pelayannya seorang Nasrani, bernama Addas,   kemudian diperintahkan,“ Ambilkan buah anggur, dan berikan kepada orang itu!“ Ketika Addas meletakkan anggur itu di hadapan Rasulullah saw, dan berkata kepadanya,“ Makanlah!“ Rasulullah saw mengulurkan tangannya seraya mengucapkan ,“Bismillah.“ Kemudian dimakannya.

Mendengar ucapan beliau itu, Addas berkata,“Demi Allah, kata-kata itu tidap pernah diucapkan oleh penduduk daerah ini.“ Rasulullah saw bertanya,“ Kamu dari daerah mana dan apa agamamu?“ Addas menjawab,“ Saya seorang Nasrani dari daerah Ninawa ( sebuah desa di Maosul di iraq ).“ Rasulullah saw bertanya lagi ,“ Apakah kamu dari negeri seorang saleh yang bernama Yunus anak Matius ?“

 Rasulullah saw menerangkan „Yunus bin Matius adalah saudaraku. Ia seorang Nabi dan aku pun seorang Nabi.“ Seketika itu juga Addas berlutut di hadapan Rasulullah saw , lalu mencium kepala, kedua tangan dan kedua kaki beliau.

Kemudian datanglah Malaikat Jibril dan menjumpainya memohon agar beliau mengizinkan untuk menghimpit penduduk negeri Thaif dengan dua buah gunung. Akan tetapi Nabi menolak dan berdo'a :

" Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui ".

#rombongan Afiq Travel 28.11.2017

Khamis, 28 November 2019

Hakikat Doa

"Berdoa dengan lidah itu serta penyerahan (taslim) dalam hati.."

...berdoa orang-orang arifbillah bukanlah maksud dari doa mereka itu menolak apa yang ditetapkan oleh Allah..bahkan doa mereka itu hanyalah sekadar menzahirkan perhambaan kepada Allah s.w.t. jua.  Sesungguhnya lisan hanya berdoa...hati taslim..serah kepada Allah. 

Apabila seseorang itu berdoa dengan lisannya berserta dihatinya mereka itulah melampau had kerana ia hendak berlawan dengan iradat Allah s.w.t. 

Itulah rahsia kehambaan yang mana Allah s.w.t. menghendaki seorang hamba itu menzahirkan dirinya lemah..

#kalam murobbina Sayyidi Syarif Ahmad Al-Hadi Al Hasani Al Maghribi At Tijani 
#adab dalam berdoa
#hakikat doa

KETIKA 50 ‘ULAMA MENGUJI KEILMUAN SYEIKH AHMAD TIJANI R.A

Belum puas dan penasaran dengan keilmuan Sidi Syeikh Ahmad at-Tijani ra. karena waktu yang disediakan untuk diskusi sudah berakhir dan tak semua masalah yang ingin ditanyakan hadirin bisa terjawab karena sempitnya waktu. Kedua, ada yang terkagum-kagum dengan kokohnya keilmuan Sidna Syeikh Ahmad AT-Tijani ra. sehingga membuat pengakuan atas ke ilmuan Beliau dengan membuat syi'ir dan tulisan yang memuji keilmuan Beliau bahkan ada yang akhirnya menjadi murid dan mengikuti Thariqah  yang Beliau bawa. Raja Maulay Sulaiman yang mana Beliau seorang Raja dan sekaligus Ulama juga terkagum-kagum dengan argument-argument yang disampaikan Sidi Syeikh Ahmad AT-Tijani ra. saat diskusi dan pada akhirnya Raja Sulaiman juga mengikrarkan janji setia untuk menjadi pengamal Thariqah AT-Tijaniyah.

mereka yang bertambah inkar dan hasadnya kepada Sidi Syeikh Ahmad AT-TIJANI ra. karena pada saat diskusi tak satupun pertanyaan yang diajukan bisa membuat Sidi Syeikh Ahmad AT-Tijani ra. terpojok. Sehingga ada lima puluh ulama yang bersekongkol ingin menjebak Sidi Syeikh Ahmad AT-TIJANI dengan membuat undangan makan sambil berdiskusi di hari, jam yang sama, di tempat berbeda. Jika Sidi Syeikh Ahmad AT-Tijani ra. menerima satu undangan mereka dan menolak undangan yang lain maka empat puluh sembilan yang lain akan berkata kepada khalayak ramai bahwa Sidi Syeikh Ahmad AT-Tijani ra. menolak undangan makan mereka karena tak berani melanjutkan diskusi. Dan jika Sidi Syeikh Ahmad AT-Tijani  menerima semua undangan mereka tentu waktunya tak akan sempat karena mendatangi undangan makan lima puluh orang di tempat berbeda di waktu yang sama. Dalam pikir mereka Sidi Syeikh hanya akan bisa memenuhi satu undangan makan dari lima puluh undangan yang diajukan, sehingga empat puluh sembilan yang lain akan berkata kepada khalayak ramai bahwa Sidi Syeikh Ahmad AT-Tijani ra. tidak memenuhi undangan makan mereka. Mereka telah bersepakat untuk mengundang maulana Syeikh setelah Shalat Ashar di hari yang sama. 

Ala Kulli Hal, dengan mukasyafah dan ilmu Asrar yang Sidi Syeikh miliki,  Allah SWT memberi tahu kepada Beliau rencana tipu daya mereka. Dengan Karamah yang Allah karuniakan kepada Beliau, akhirnya Beliau penuhi  semua undangan makan yang diajukan kepada Beliau di waktu yang sama dan di hari yang sama. Sehingga lima puluh ulama yang bersekongkol untuk menjebak Beliau tersebut saling bertengkar dan saling tidak mempercayai antara mereka satu sama lain karena masing-masing di antara mereka mengaku telah didatangi Sidna Syeikh di waktu yang sama,  di hari yang sama,  di tempat yang berbeda. 

Mendengar pertengkaran mereka maka Sidna Syeikh Ahmad AT-TIJANI ra. berusaha untuk mendamaikan, lima puluh orang ulama tersebut berkumpul dalam sebuah mesjid. Sidna Syeikh datang ke mesjid dan menanyakan kepada mereka satu persatu. "Benarkah saya datang ke rumah Anda dan Anda menanyakan hal ini kepada saya?". Terus saja pertanyaan tersebut Beliau tanyakan kepada mereka satu persatu. Hingga akhirnya mereka yakin bahwa tak ada dusta di antara mereka dan memang Sidna Syeikh Ahmad AT-TIJANI ra. mendatangi mereka satu persatu di waktu yang sama, di hari yang sama, di tempat yang berbeda. 

Setelah kejadian tersebut tersebarlah Thoriqoh AT-Tijaniyah di kota Fez dan bisu lah mulut mereka yang berkomentar miring. 

Seperti itulah matahari, jika sudah terbit tak ada satupun yang mampu menghalangi cahayanya kecuali bagi mereka yang matanya buta sehingga tak mampu melihat sinarnya. 

اللهم احشرنا في زمرة ابي الفيض التجاني
وامدنا بمدد ختم الاولياء الكتماني

اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم