Selasa, 9 Januari 2024

KISAH TENTANG SHOLAT SUNNAH WUDHU

Dahulu ada seorang saudagar kaya yang bangkrut, ia datang kepada seorang Guru yang sholih min aulia ALLAH ﷻ.

Dia minta amaliah supaya dapat membuat emas (kimia), dia berkata : Guru, saya ingin belajar bagaimana cara membuat emas dengan mudah, berilah saya amaliah untuk itu?

Si Guru menjawab : "Boleh! Asalkan kamu turut saya selama satu tahun, jangan batal wudhu, setelah wudhu kamu sholat 2 rakaat, setiap batal sholat dst, selalu ikut saya kemana saya mengajar! Insya ALLAH ﷻ kamu akan bisa membuat emas sendiri sebanyak apa yang kamu mau!

Si Murid : "Siap Guru ! Saya sangat bersyukur dan berterima kasih Guru sudah mau menerima saya sebagai murid dan saya siap melaksanakan semua syarat tersebut, InsyaALLAH!

Akhirnya saudagar itu dengan senang hati siap menjadi khodam (pembantu). Guru itu dan rajin menuntut Ilmu agama serta tidak pernah meninggalkan sholat fardhu dan sholat sunnat wudhu, dan selalu bersama Gurunya...

Singkat cerita tanpa terasa setahun sudah berlalu ia ikut kemana pun kegiatan Gurunya, sang murid itu pun sudah lupa dengan keinginannya dahulu (ingin membuat emas)

Suatu hari dia si murid seperti biasa ketika batal berwudhu dan sholat 2 raka'at, karena wudhunya batal ia pergi ke sebuah sumur untuk mengambil air wudhu!

Ia menimba air dari sumur tersebut, tapi ia dibuat kaget ! Karena timba yang ditarik dari dalam sumur terasa berat tidak seperti biasanya?

Lanjut...

Akhirnya dengan susah payah dia pun berhasil menarik timba atau ember itu ke tepi sumur!

Dengan masih merasa aneh dan keheranan ia pun berniat akan menggunakan air itu untuk bersuci, namun dia tambah terkejut lagi... !!!

Karena setiap si murid menyentuh air tersebut, air itu langsung membeku dan berubah menjadi emas !!! 

Lalu ia pun membuangnya kembali ke dalam sumur dan kembali menimba air yang baru... 

Begitulah ia membuang dan menimba air tersebut berulang kali, namun tetap saja air tersebut selalu berubah menjadi emas setiap kali ia menyentuhnya!

Akhirnya karena kebingungan tidak bisa berwudhu, si murid meninggalkan sumur tersebut dan mengadukan hal tersebut kepada Gurunya!

Ketika berhadapan dengan Gurunya dalam keadaan kebingungan, Si Guru malah tertawa menyambut kedatangannya!

Ia menjadi tambah keheranan melihat sikap Gurunya, padahal dia belum bercerita apa2 tentang kejadian aneh yang menimpa dirinya...

Berkata Gurunya : "Ada apa denganmu, seperti dikejar setan begitu? tanya Gurunya berpura tidak tahu.

Dia pun menceritakan semuanya tentang kejadian aneh tersebut kepada Gurunya!

Si Guru bertanya : Kenapa kamu bingung? Bukankah keinginanmu sudah dikabulkan ALLAH ﷻ ???

Si murid menjawab : "Tapi Guru saya ingin berwudhu dan sholat! Saya tidak suka dengan emas2 itu! Saya sudah melupakannya, saya hanya ingin menjadi seperti ini saja, bersama Guru dan selalu mengabdi kepada ALLAH ﷻ !!! Tolonglah saya Guru, saya tidak ingin apa-apa kecuali ALLAH ﷻ !!!

Dengan senyum si Guru berkata : "Kalau begitu seluruh tubuhmu menjadi emas, engkaulah emas yang sesungguhnya dan ALLAH ﷻ sudah mengampuni dosa2mu dan menjadikan engkau kekasihNYA!

"Sejak hari ini engkau ku angkat menjadi khalifahku, yang meneruskan aku ketika aku kembali kepada ALLAH ﷻ. Teruslah mengabdi kepada ALLAH ﷻ dengan ikhlas tanpa ingin Surga atau takut Neraka!

Sekian dulu, semoga bermanfaat khususnya bagi ulun pribadi! 

Sumber : Ceramah Abah Guru Sekumpul Rahimahullah

Isnin, 8 Januari 2024

ORANG-ORANG YANG MENDAPAT KEBAHAGIAAN DARI ALLAH ﷻ


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ إهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ 

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۞ سُبحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ۞ وَسَلامٌ عَلَى اْلُمرْسَلِيْنَ ۞ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ۞

"Barangsiapa yang Allahﷻ ingin membahagiakannya, maka Allahﷻ akan menjadikan pandangannya sentiasa pada Allahﷻ. Jika Allahﷻ tidak ingin membahagiakannya, maka Allahﷻ akan mengalihkan pandangannya kepada dunia, sehinggakan dirinya menjadi asyik dan cinta kepada selain Allahﷻ, dan menambahkan lagi bagi dirinya dengan buruk sangka kepada ummat dan berbuat buruk kepada agama"

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۞ سُبحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ۞ وَسَلامٌ عَلَى اْلُمرْسَلِيْنَ ۞ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ۞

● Murobbina Sayidi Ahmad Al Hadi Al Hasani At Tijaniy Hafizahullahu Ta'ala

Ahad, 7 Januari 2024

SELAWAT AL FATIH PENYELAMAT DARI SIKSA KUBUR


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ إهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ 

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ 

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين 

Sayyidi Assyeikh Qutb Al Aqthob Ahmad bin Muhammad Attijaniy r.hu (diterjemahkan telah) berkata: 

Ketahuilah bahawa dosa-dosa diakhir zaman ini tidak ada seorang pun yang mampu terlepas darinya. Kerana dosa-dosa tersebut menimpa manusia seperti hujan lebat. Akan tetapi, perbanyakanlah melakukan sesuatu yang mampu menebus dan melebur dosa tersebut, dan yang paling dikuatkan adalah Selawat Al Fatih, kerana Selawat Al Fatih tidak akan meninggalkan dosa sedikit pun. 

Sayyidi Assyeikh Ahmad As Sukairij telah menceritakan dari Sayyid 'Alal Al Jabiri bahawa beliau (Sayyid 'Alal) telah bermimpi melihat dirinya telah mati, kemudian orang ramai memandikan, mengkafankan dan menguburkannya. 

Tatkala beliau berada didalam kubur, tiba-tiba dua orang malaikat penanya telah datang dan duduk disisinya. Kemudian salah sorang dari malaikat tersebut bertanya kepadanya tentang siapakah Tuhannya, Nabinya, dan lain-lain. 

Ketika beliau (Sayyid 'Alal) bersiap-siap untuk menjawab, tiba-tiba salah seorang malaikat yang lain menciumnya lalu malaikat itu menoleh kepada temannya seraya berkata, "Mari kita pergi menuju kejalan kita. Bagaimana kamu akan menanyainya sedangkan dia adalah ASHABUL FATIH (orang-orang yang suka membaca Selawat Fatih)". 

Sayyid 'Alal berkata, kemudian kedua malaikat itu berdiri dan pergi, dan beliau pun lalu bangun dari tidurnya. 

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ 

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين 

PETIKAN KITAB KASYFUL HIJAB, SAYYIDI ASSYEIKH AHMAD SUKAIRIJ AT TIJANIY R.HU 

CPF


APABILA DIRI CUBA MEMASUKI HADRAH KETUHANAN


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ إهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ 

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩ 

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

Terjadinya kesukaran dan permasalahan dalam kehidupan itu, apabila manusia itu mula melawan hadrah kehambaan untuk mendapatkan dan cuba masuk kedalam hadrah kesempurnaan Allahﷻ. 

Bila kita nak ambil sifat Tuhan, itulah (maksud) melawanNya (daripada Hadrah Kehambaan ingin menempati Hadrah Ketuhanan). Nak jadi macam Tuhan - (nak) Kaya, nak jadi macam Tuhan - (nak) Alim, nak jadi macam Tuhan - (merasakan diri) Penuh Kekuatan, baru nama itu nak lawan sifat Allahﷻ. 

Nak ambil sifat-sifat Tuhan tanpa izin (maka) akan Allah Azzawajalla tajalli atas kita dengan KegagahanNya, sampai menolak kita secara paksaan kepada (kedalam hadrah) kehambaan (sehinggalah akan) sampai (kepada kita) bala dan musibah (untuk mengingatkan kita ini hamba yang lemah dan memalingkan semula kita kedalam hadrah kehambaan memohon pertongan daripadaNya yang Maha Gagah). 

Jadi lihatlah, bilamana kita tidak ada daya dan tidak ada dakwa (keakuan mendakwa diri hebat dan tinggi), (maka) kita akan tenggelam dalam kelembutan, kasih sayang, dalam keamanan, dalam kesedapan (senantiasa didalam kesejahteraan pemeliharaan Allahﷻ).

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩ 

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ 

■ Murobbina Al Arifbillah Sayidi Ahmad Al Hadi Al Hasani Al Maghribi At Tijaniy Hafizahullahu Ta'ala

MARTABAT SEBENAR HAMBA ADALAH KEHAMBAAN MUTLAK

MARTABAT2 DAN KEMANISAN IBADAH SEBAGAI HIJAB TERHADAP HAMBA DENGAN TUANNYA/RABBNYA 

janganlah kamu beriktikad bahawa keuntungan yg diperolehi pd martabat2 kewalian dan kemanisan ketika melaksanakan ibadah 
dan juga limpahan ilmu yg diperolehi secara zahir atau batin
kerana pd yg demikian itu adalah hijab yg memutuskan drpd tujuan sebenar(Allah dan ubudiah)

yg dituntut drpd kamu adalah menjadikan diri kamu umpama pen yg berada di tangan penulis

tidak bernyawa dan tiada upaya melakukan sesuatu

jadilah kamu umpama pen tersebut dan bertahmidlah kpd Allah (atas keadaan kamu yg umpama pen tersebut)

janganlah kamu menyembah akan kiblat,masjid2,masyaikh2,Nabi2, dunia dan juga akhirat
# (jangan jadikan diri kamu terhenti hanya pd perkara2 tersebut,bahkan jadikanlah Allah tujuan utama kamu dan jadikan diri kamu hamba sebenar/ubudiyah mahdah/محضة)
-bukan hamba kpd azkar/aurad/sir2/kasyaf2 dan umpamanya

-qutubul aqtab Sidi Ahsan Albaqili RA

Rabu, 20 Disember 2023

APABILA DIRI CUBA MEMASUKI HADRAH KETUHANAN


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ إهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ 

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩ 

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

Terjadinya kesukaran dan permasalahan dalam kehidupan itu, apabila manusia itu mula melawan hadrah kehambaan untuk mendapatkan dan cuba masuk kedalam hadrah kesempurnaan Allahﷻ. 

Bila kita nak ambil sifat Tuhan, itulah (maksud) melawanNya (daripada Hadrah Kehambaan ingin menempati Hadrah Ketuhanan). Nak jadi macam Tuhan - (nak) Kaya, nak jadi macam Tuhan - (nak) Alim, nak jadi macam Tuhan - (merasakan diri) Penuh Kekuatan, baru nama itu nak lawan sifat Allahﷻ. 

Nak ambil sifat-sifat Tuhan tanpa izin (maka) akan Allah Azzawajalla tajalli atas kita dengan KegagahanNya, sampai menolak kita secara paksaan kepada (kedalam hadrah) kehambaan (sehinggalah akan) sampai (kepada kita) bala dan musibah (untuk mengingatkan kita ini hamba yang lemah dan memalingkan semula kita kedalam hadrah kehambaan memohon pertongan daripadaNya yang Maha Gagah). 

Jadi lihatlah, bilamana kita tidak ada daya dan tidak ada dakwa (keakuan mendakwa diri hebat dan tinggi), (maka) kita akan tenggelam dalam kelembutan, kasih sayang, dalam keamanan, dalam kesedapan (senantiasa didalam kesejahteraan pemeliharaan Allahﷻ).

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩ 

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ 

■ Murobbina Al Arifbillah Sayidi Ahmad Al Hadi Al Hasani Al Maghribi At Tijaniy Hafizahullahu Ta'ala

Isnin, 18 Disember 2023

FUTUH, HIJAB, SELAWAT AL FATIH DAN SELAWAT JAUHARATUL KAMAL


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ إهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ 

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ 

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين 

Syeikhuna Al Qutb al Maktum Ahmad bin Muhammad At Tijaniy رضي الله عنه berkata : 

Sesungguhnya seorang hamba pada awalnya ibarat orang yang terpenjara didalam sebuah rumah yang kukuh tembok dan atapnya, tidak ada didalamnya lubang yang boleh ditembusi oleh cahaya baik sedikit mahupun banyak. Dihadapannya ada lagi berlapis tembok yang terpasang diatas dan disekitarnya, setiap tembok tertutup rapat lagi kukuh binaannya. 

Perumpamaan rumah yang hamba berada didalamnya seperti 165,000 lapisan tembok. Setiap lapisan tembok tidak memiliki lubang cahaya sedikitpun dan hamba terkurung didalam rumah tersebut dan dia tidak mampu melihat apa-apa kecuali kegelapan semata-mata. Apabila tembok-tembok tersebut runtuh semuanya, maka itulah perumpamaan FUTUH bagi seseorang hamba. 

**Tanbih: Sesungguhnya FUTUH boleh sahaja datang pada seorang hamba tanpa didahului oleh usaha (tanpa susah payah, jalan kurniaan), akan tetapi perlu ada Iman (keyakinan yang kuat) yang Allah ﷻ telah campakkan didalam hati hambaNya. 

Seseorang telah bertanya :
Bagaimana cara seorang hamba menghancurkan 165,000 hijab-hijab kegelapan tersebut? 

Jawapan : Bahawa Syeikhuna رضي الله عنه telah membahagikan hijab-hijab kegelapan tersebut kepada 2 bahagian kerana hijab-hijab tersebut bukan jenis yang sama.100,000 hijab dan 65,000 hijab. 

Adapun 100,000 hijab bahagian pertama boleh dihancurkan dengan Selawat AL FATIH LIMA UQHLIQ, Manakala 65,000 hijab yang lainnya boleh dihancurkan dengan Selawat JAUHARATUL KAMAL. 

**Tanbih: Untuk Selawat JAUHARATUL KAMAL mesti mendapat izin/talqin dari Muqaddam Thoriqah Tijaniy terlebih dahulu sebelum mengamalkannya kerana ada syarat-syarat yang berat yang perlu dipatuhi. Bagi Selawat Al Fatih boleh sahaja diamalkan walaupun belum diijazahkan. Wallahua'lam. 

SUMBER :
الرسائل سيدي الشيج أحمد التجاني لسيدي الشيخ علي حرازم برادة الفاسي رضي الله عنه 

______***______ 

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۞ 

سُبحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ۞ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلُمرْسَلِيْنَ ۞ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ۩