Sabtu, 18 Julai 2026

Keutamaan-keutamaan karomah Tarekat Tijaniyyah

الصفحة ٧٢ والصفحة ٧٣ من الفتح الرباني فيما يحتاج اليه المريد التجاني للشيخ محمد بن عبد الله بن حسنين الشافعي الطصفاوى التجاني
---
وهذا الأولى من فضائل القسم الأول. موتهم على الاسلام والايمان. 
Keutamaan yang paling utama dari keutamaan-keutamaan thariqah Tijaniyyah adalah bagian yang pertama yaitu: mereka wafat dalam keadaan Islam dan iman.
والثانية أن يخفف الله عنهم سكرات الموت 
Keutamaan kedua: Allah akan meringankan bagi mereka sakaratul maut.
الثالثة: أن لا يرَوا في قبورهم إلا ما يسرهم.
Ketiga: Bahwa mereka tidak akan melihat di dalam kubur mereka kecuali sesuatu yang menyenangkan hati mereka.
الرابعة: أن يُؤَمِّنهم الله تعالى من جميع أنواع عذابه وتخويفه وجميع الشرور، من الموت إلى الاستقرار في الجنة.
Keempat: Bahwa Allah Ta‘ala akan memberi mereka keamanan dari semua jenis azab dan ketakutan-Nya, serta segala bentuk keburukan, sejak dari kematian hingga menetap di surga.
الخامسة: أن يغفر الله لهم جميع ذنوبهم، ما تقدم منها وما تأخر.
Kelima: Bahwa Allah akan mengampuni seluruh dosa mereka, baik yang telah lalu maupun yang akan datang.
السادسة: أن يُؤَدِّيَ الله تعالى جميع تبعاتهم ومظالمهم من خزائن فضله، لا من حسناتهم.
Keenam: Bahwa Allah akan melunasi semua tanggungan dan kezaliman mereka dari perbendaharaan karunia-Nya, bukan dari pahala amal baik mereka.
السابعة: أن لا يحاسبهم الله تعالى، ولا يناقشهم، ولا يسألهم عن القليل والكثير يوم القيامة.
Ketujuh: Bahwa Allah tidak akan menghisab mereka, tidak menginterogasi mereka, dan tidak menanyai mereka tentang perkara kecil maupun besar pada hari kiamat.
الثامنة: أن يُظِلَّهُم الله تعالى في ظل عرشه يوم القيامة.
Kedelapan: Bahwa Allah akan menaungi mereka di bawah naungan ‘Arsy-Nya pada hari kiamat.
التاسعة: أن يُجِيزَهُم الله تعالى على الصراط أسرع من طرفة عين، على كواهل الملائكة.
Kesembilan: Bahwa Allah akan melewatkan mereka di atas shirath lebih cepat dari sekejap mata, di atas pundak para malaikat.
العاشرة: يسقيهم الله تعالى من حوضه.
Kesepuluh: Bahwa Allah akan memberi mereka minum dari telaganya (Nabi Muhammad ﷺ).
الحادية عشرة: أن يُدْخِلَهُم الجنة بغير حساب ولا عقاب، في أول الزمرة الأولى.
Kesebelas: Bahwa Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga tanpa hisab dan tanpa siksa, bersama rombongan pertama yang masuk surga.
الثانية عشرة: أن يجعلهم الله تعالى مستقرين في علِّيِّين، من جنة الفردوس وجنة عدن.
Kedua belas: Bahwa Allah akan menjadikan tempat tinggal mereka di ‘Illiyyīn dari Surga Firdaus dan Surga ‘Adn.
الثالثة عشرة: أن يُحِبَّهُم كلُّ من كان محبًّا له رضي الله عنه.
Ketiga belas: Bahwa setiap orang yang mencintainya (Syekh Tijani r.a.) akan ikut dicintai.
الرابعة عشرة: أن مُحِبَّه رضي الله عنه لا يموت حتى يكون وليًّا.
Keempat belas: Bahwa siapa pun yang mencintainya, tidak akan mati kecuali dalam keadaan telah menjadi wali.
وهذه الأربع عشرة فضيلة تحصل لكل من تعلَّق بالشيخ بالمحبة والتسليم، إلى آخر ما مر، ولو لم يكن آخذًا لطريقته رضي الله عنه.
Keempat belas keutamaan ini akan diperoleh oleh siapa saja yang berhubungan dengan sang Syekh dengan penuh cinta dan ketundukan, hingga akhir sebagaimana telah disebutkan—meskipun ia tidak mengambil thariqah beliau secara formal.

وأما من أخذ طريقته رضي الله عنه وعنا به، فإنه يحصل له ما من الفضائل، ويزيد على ما يأتي من الخامسة عشرة إلى آخر الفضائل.
Adapun orang yang mengambil thariqah (tarekat) beliau – semoga Allah meridhainya dan memberikan manfaat kepada kita dengan beliau – maka mereka memperoleh keutamaan-keutamaan yang lebih banyak lagi, yakni dari keutamaan yang kelima belas hingga akhir keutamaan yang disebutkan.
الخامسة عشرة: أن أبوي آخذِ وِرْدِه، وأزواجه، ووالدي أزواجه، وذريته المفصَلة عنه لا الحفدة، يدخلون الجنة بغير حسابٍ ولا عقاب، وتُغفر جميع ذنوبهم، الصغائر والكبائر، وتُؤدَّى عنهم جميع التبعات، بشرط أن لا يصدر منهم سبٌّ ولا بغضٌ ولا عداوةٌ في جانب الشيخ، وبشرط دوام المحبة، ولو لم يكن لهم تعلُّقٌ بالشيخ أصلاً، وإنما نالوا ذلك بسبب انتمائهم إلى آخذ الورد.
Keutamaan kelima belas: Ayah dan ibu dari orang yang mengambil wirid (Tijani), juga istri-istrinya, kedua orang tua istrinya, serta keturunannya yang berasal langsung darinya (bukan cucu), semuanya akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa siksa, serta diampuni seluruh dosa-dosa mereka, baik kecil maupun besar. Juga dilunasi seluruh tanggungan dan hak orang lain atas mereka, asalkan tidak ada dari mereka yang mencela, membenci, atau memusuhi Syekh Ahmad Tijani, serta senantiasa mencintainya – sekalipun mereka sendiri tidak pernah bertemu atau punya hubungan langsung dengan sang Syekh, dan hanya sekadar memiliki hubungan dengan orang yang mengambil wirid.
السادسة عشرة: أن النبي ﷺ أضافهم، حيث قال مخاطبًا الشيخ رضي الله عنه: "فقراؤك فقرائي، وتلاميذك تلاميذي، وأصحابك أصحابي."
فما أشرف هذه الإضافة!
Keutamaan keenam belas: Nabi ﷺ menisbatkan mereka kepada dirinya. Beliau bersabda kepada Syekh Ahmad Tijani:
"Para fakirmu adalah fakirku, murid-muridmu adalah murid-muridku, dan para sahabatmu adalah para sahabatku."
Maka alangkah mulianya penisbatan ini!
السابعة عشرة: أن كلَّ ما يُؤذيهم يؤذي النبي ﷺ.
Keutamaan ketujuh belas: Segala sesuatu yang menyakiti mereka (ahli Thariqah) juga menyakiti Nabi ﷺ.
الثامنة عشرة: أن النبي ﷺ يحضرهم عند الموت.
Keutamaan kedelapan belas: Nabi ﷺ hadir di sisi mereka saat menghadapi kematian.
التاسعة عشرة: أنهﷺ يحضرهم عند سؤال الملكين.
Keutamaan kesembilan belas: Nabi ﷺ hadir pada mereka saat ditanya oleh dua malaikat di dalam kubur.
العشرون: أن الإمام المهدي المنتظر أخٌ لهم في الطريقة، وقد رأيت في بعض كتب الطريق: أن من علامات خروج المهدي كثرةَ أهل هذه الطريقة.
Keutamaan kedua puluh: Imam Mahdi yang dinantikan adalah saudara mereka dalam Thariqah. Dan telah saya temukan dalam sebagian kitab Thariqah bahwa tanda-tanda keluarnya Imam Mahdi adalah banyaknya para pengikut Thariqah ini.
الحادية والعشرون: أنهم في مرتبة من أكابر الأقطاب، ولو رأت الأقطاب ما أعده الله لهم، لقالوا: ما أعطيتنا شيئًا!
Keutamaan kedua puluh satu: Mereka berada pada martabat para Quthub yang agung. Bahkan, seandainya para Quthub melihat apa yang telah Allah siapkan untuk mereka, niscaya mereka akan berkata:
"Kami belum diberi apa-apa."
( لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ – وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ – قُلْ إِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ – وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ – يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَن يَشَاءُ – وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ).
(“Dia tidak ditanya atas apa yang Dia perbuat, dan mereka yang ditanya. Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa hisab. Katakanlah: sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui. Dia memilih siapa yang Dia kehendaki untuk mendapat rahmat-Nya. Dan Allah memiliki karunia yang agung.”)
والله أعلم
الصفحة ٧٣ والصفحة ٧٤ من الفتح الرباني فيما يحتاج اليه المريد التجاني للشيخ محمد بن عبد الله بن حسنين الشافعي الطصفاوى التجاني
---
الثانية والعشرون: أنهم إذا ذكروا – أي ذِكرٍ كان – يُذكر معهم سبعون ألف ملك، ما داموا يذكرون، ويُكتب ثواب ذلك كلُّه لهم.
Keutamaan kedua puluh dua: Ketika mereka berdzikir – dzikir apa pun – maka tujuh puluh ribu malaikat ikut berdzikir bersama mereka selama mereka berdzikir, dan seluruh pahala dzikir itu dituliskan untuk mereka.
الثالثة والعشرون: أن في الأذكار اللازمة للطريقة صيغةً من صيغ الاسم الأعظم الخاص بهﷺ 
Keutamaan kedua puluh tiga: Bahwa dalam dzikir-dzikir yang diwajibkan dalam Thariqah ini terdapat salah satu bentuk dari Ism Allah al-A‘ẓam (Nama Allah Yang Maha Agung) yang khas bagi Nabi ﷺ.
الرابعة والعشرون: أن في أذكار هذه الطريقة الاسمَ الأعظمَ الكبيرَ الخاصَّ به ﷺ
Keutamaan kedua puluh empat: Bahwa dalam dzikir-dzikir Thariqah ini terdapat Ism Allah al-A‘ẓam al-Kabīr (Nama Allah Yang Maha Agung dan Maha Besar) yang khas bagi Nabi ﷺ.
الخامسة والعشرون: إن لكل واحدٍ منهم حظًّا من ثواب الاسم الأعظم الكبير، الذي هو دائرة الإحاطة، ولو لم يعرف الاسم فضلًا عن ذِكره.
Keutamaan kedua puluh lima: Sesungguhnya setiap orang dari mereka (pengamal thariqah ini) memiliki bagian dari pahala Ism al-A‘ẓam al-Kabīr (Nama Allah Yang Maha Agung dan Maha Besar), yang merupakan lingkaran pengeliling (Dā’irat al-Iḥāṭah), meskipun ia tidak mengetahui nama tersebut, apalagi menyebutnya.
---
"دائرة الإحاطة"
Bermakna lingkaran yang mencakup segala sesuatu, maksudnya Ism Allah yang menjadi sumber dan meliputi segala tajalli asma' dan sifat-Nya.
Keutamaan ini menunjukkan betapa agungnya anugerah dzikir thariqah Tijaniyyah, karena bahkan tanpa mengetahui atau menyebut nama tersebut secara eksplisit, seorang murid tetap mendapatkan bagian dari limpahan rahasia dan pahalanya.
السادسة والعشرون: أنهم ينالون من ثواب الأذكار العالية، من الاسم الأعظم الكبير وما دونه، ما لا يناله منه أكابرُ العارفين والأقطاب.
Keutamaan kedua puluh enam: Mereka memperoleh pahala dari dzikir-dzikir yang tinggi dan agung dari Ism Allah al-A‘zham al-Kabīr dan yang di bawahnya, pahala yang tidak bisa diraih oleh para arifin dan quthub sekalipun.
السابعة والعشرون: أن الله يعطيهم من عمل كل عاملٍ تُقُبِّلَ منه عملُه، أكثرَ من مائة ألف ضعف مما يعطيه لصاحب ذلك العمل.
Keutamaan kedua puluh tujuh: Sesungguhnya Allah memberikan kepada mereka (yakni para pengamal thariqah ini) dari pahala setiap amal yang diterima dari pelakunya, lebih dari seratus ribu kali lipat dari apa yang Allah berikan kepada pelaku amal itu sendiri.
Penjelasan:
Ini adalah keutamaan luar biasa yang menunjukkan kedudukan tinggi para pengamal thariqah ini di sisi Allah.
Artinya, jika ada seorang muslim beramal shalih — dan amal itu diterima oleh Allah — maka pengamal thariqah ini akan mendapatkan ganjaran lebih dari 100.000 kali lipat dari pahala yang diterima oleh pelaku amal tersebut.
Ini bukan karena usaha mereka sendiri, tetapi semata-mata karena limpahan rahmat Allah dan keberkahan dari nisbah mereka kepada Sayyiduna al-Shaykh Aḥmad al-Tijānī رضي الله عنه.
الثامنة والعشرون: أن آحادهم آمنون من السلب، ولا يقدر على سلبهم إلا القطب.
Keutamaan kedua puluh delapan: Bahwa setiap individu dari mereka (para ahli thariqah ini) aman dari pencabutan (karunia spiritual, maqam, atau anugerah khusus), dan tidak ada yang mampu mencabutnya kecuali al-Quthb (poros tertinggi kewalian dalam hirarki spiritual)."
---
Para pengikut sejati thariqah ini memiliki kedudukan yang sangat terjaga dan kuat dalam pandangan Allah. Anugerah yang mereka terima tidak akan hilang atau dicabut kecuali oleh kehendak ruhani yang diwakili oleh al-Quthb. Ini menunjukkan betapa kokohnya kedudukan mereka di sisi Allah, serta eksklusifnya kendali spiritual atas mereka.
التاسعة والعشرون: أن آحادهم إذا رآه شخص يوم الإثنين أو يوم الجمعة، فإن الرائي يدخل الجنة بغير حساب ولا عقاب، وراثة أحدية الثمانية.
وينبغي لكل شخص أن يتوسم وجوه أصحاب الشيخ الجليل في هذين اليومين، وينوي عند نظره في وجوههم تحصيل هذه الفضيلة السامية؛ لعله يصادف واحدًا ممن خُصَّ بها فيحوزها.
Keutamaan kedua puluh sembilan: Bahwa jika seseorang melihat salah satu dari mereka pada hari Senin atau hari Jumat, maka orang yang melihatnya akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa siksa, sebagai warisan dari keesaan (ahadiyyah) delapan.
Dan seyogianya setiap orang memperhatikan wajah para murid Syekh yang agung ini pada dua hari tersebut, dan berniat saat melihat wajah mereka untuk memperoleh keutamaan yang agung ini. Mudah-mudahan ia bertepatan melihat salah satu dari mereka yang diberi karunia tersebut, maka ia pun akan memperolehnya.
الثلاثون: أن منهم من إذا رآه شخص، وقال له الرائي: "أشهد أني رأيتك"، وقال له المرئي: "شهدتُ لك بأنك رأيتني"، فإن الرائي يدخل الجنة بغير حساب ولا عقاب
Keutamaan ketiga puluh: Di antara mereka (para pengikut tarekat ini), ada seseorang yang apabila dilihat oleh seseorang, lalu orang yang melihat itu berkata: ‘Aku bersaksi bahwa aku telah melihatmu’, dan orang yang dilihat (yakni murid tarekat) menjawab: ‘Aku bersaksi bahwa engkau telah melihatku’, maka orang yang melihat itu akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa siksa."
Penjelasan:
1. Siapakah "منهم" (dari mereka)?
Yang dimaksud adalah murid-murid suluk Tarekat Tijaniyah yang telah mencapai maqām khusus:
Terpilih oleh Allah,
Diberi cahaya ahadiyyah (cahaya keesaan) yang memancar dari mereka,
Tidak selalu diketahui atau dikenal secara zahir,
Tapi memiliki “wirāṡah” (warisan ruhani) dari Rasulullah ﷺ dalam bentuk tajallī al-murāqabah (pancaran kehadiran Rasul dari dalam diri mereka).
Mereka disebut dalam warisan Tijaniyah sebagai "Ashḥāb al-Wirāṡah al-Kāmilah", yaitu orang-orang yang mewarisi kehadiran ruhani Nabi ﷺ secara hakiki, bukan hanya simbolis.
2. Makna "رآه شخص" (seseorang melihatnya):
Bukan sekadar melihat secara fisik atau kebetulan bersua di jalan.
✅ Yang dimaksud adalah melihat dengan niat, adab, dan kesiapan hati.
✅ Biasanya terjadi di hari-hari mulia, seperti hari Jumat atau Senin, sebagaimana disebut di poin ke-29.
🔍 Bisa juga termasuk kasyf (penyingkapan ruhani) bagi yang terbuka hijabnya—bahwa yang ia lihat bukan sembarang orang, tapi wali yang memantulkan cahaya kehadiran Nabi ﷺ.
3. Kalimat saksi: "أشهد أني رأيتك" → 
Aku bersaksi bahwa aku telah melihatmu.
"شهدتُ لك بأنك رأيتني" → 
Aku menjadi saksi bahwa engkau sungguh telah melihatku.
Ini adalah ikrar ruhani, bukan basa-basi atau sapaan lahir. Dua pihak ini:
Rā’ī (orang yang melihat): menegaskan bahwa ia menyaksikan cahaya atau rahasia Allah pada diri orang tersebut.
Mar’ī (orang yang dilihat): mengakui bahwa si pelihat benar-benar menyaksikan, bukan hanya melihat jasad, melainkan menyaksikan tajallī, atau pantulan ruhani yang hanya bisa tampak pada hati yang bersih.
🔺 Ketika dua pengakuan ini terjadi secara tulus—lahir dan batin—maka terjadilah sambungan ruhani (ittiṣāl) antara dua cahaya.

FAIDAH RUHANI:
1. Jangan remehkan siapa pun di antara ahli suluk, karena mungkin ia adalah wali mukasyaf yang memiliki rahasia tajalliyat.
2. Lihat dengan niat dan adab, terutama pada hari Senin dan Jumat, sebagaimana disebutkan dalam keutamaan sebelumnya.
3. Niatkan untuk memperoleh warisan ruhani, bukan sekadar ingin melihat wali, tapi ingin melihat Allah melalui tajalliyat pada hamba-Nya.
4. Jangan paksakan syarat ini secara lahiriah, karena ini adalah urusan karunia Allah, bukan usaha manusia.

📿 KESIMPULAN:
Di antara murid-murid Tarekat Tijaniyah yang mukhlisin, ada yang jika dilihat oleh seseorang yang jujur niatnya, lalu keduanya saling bersaksi atas perjumpaan ruhani itu, maka Allah akan memasukkan si pelihat ke dalam surga tanpa hisab dan tanpa siksa, karena melihatnya sama dengan menyaksikan pancaran warisan Nabi Muhammad ﷺ yang tersembunyi di dalam dirinya.
والله أعلم

Zawiyah Al-Bassyair

Tiada ulasan:

Catat Ulasan